Hari Raya Kenaikan Yesus ke Sorga

Hari Raya Kenaikan Yesus ke Sorga

BIASANYA perpisahan selalu mengakibatkan kesedihan, kecemasan dan ketakutan namun hal itu tidak terjadi saat Yesus mau berpisah dengan murid-murid-Nya. Justru mereka bersuka cita sesaat setelah Yesus memberikan berkat dan pengutusan kepada mereka. Berkat ini menimbulkan suka cita dalam diri mereka. Berkat ini mengusir kecemasan dan ketakutan. Namun cukupkah mereka tinggal dalam perasaan suka cita? Tentu tidak. Yesus juga menugaskan mereka untuk meneruskan karya-karya-Nya.
Refleksi kita, kenaikan ini bukan hanya fakta tentang Yesus naik ke surga. Untuk para rasul, itu adalah awal menanti turunnya Roh Kudus atas diri mereka dan mereka akan menjadi saksi Yesus di seluruh dunia, bukan hanya di Israel. Refleksi yang lain, para rasul akan diutus mewartakan kabar gembira dengan membaptis, mengajar, mengampuni dosa, mengusir setan dan menyembuhkan. Inilah instruksi Yesus kepada para murid sebelum Ia naik ke sorga. Misi keselamatan itu harus tetap berlanjut walau Yesus secara fisik tidak lagi berada di dunia ini.
Para sahabat terkasih, apakah pesan dari Peristiwa Kenaikan Yesus ini bagi kita. Hendaknya kita jangan membuang-buang waktu meneliti secara ilmiah bagaimana Yesus naik ke sorga. Kita tidak akan mendapatkan penjelasan yang memuaskan kalau kita melulu memikirkannya secara rasional. Adalah lebih baik kita merenungkan panggilan kita sebagai murid Kristus jaman kini. Kita telah menerima banyak berkat dari Allah dan sekarang Ia juga mengutus kita membagikan berkat itu. Adalah lebih baik kita melaksanakan tugas panggilan kita sebagai orang Kristen yang juga dipanggil dan diutus mewartakan kabar gembira lewat cara hidup kita. Bagaimanakah kita melaksanakan panggilan dan perutusan kita sebagai orang Kristen yang adalah murid Kristus jaman kini? Tentu pasti berbeda dengan yang telah dilakukan para murid Kristus jaman dahulu. Saat ini saat terbaik mewartakan kabar gembira ialah dengan cara hidup kita. Tidak usah kita muluk-muluk menjadi saksi jaman kini. Walau sederhana namun kita ikut berpartisipasi aktif menjadi di dalamnya.
Suatu hari Santo Fransiskus Asisi mengajak para saudaranya pergi berkotbah dan mewartakan kabar gembira. Maka beberapa teman-temannya ikut dengan dia. Para saudaranya heran karena seharian mereka pergi namun mereka merasa tidak satu kotbah pun terucap dari mulut mereka. Maka mereka bertanya kepada Fransiskus, “Kamu mengajak kami pergi berkotbah namun kita sama sekali tidak pernah berkotbah. Santo Fransiskus berkata, “Kita sudah berkotbah seharian. Kita telah menyapa orang dengan lemah lembut. Kita telah memberi mereka senyum yang ramah. Kita juga telah menyalami mereka. Itulah kotbah kita ” Menjadi saksi Kristus saat ini Kita bisa meniru cara yang sederhana namun sangat bermakna yang telah dibuat santo Fransiskus ini. Kita menjadi saksi lewat perkataan dan perbuatan dan itulah kotbah yang hidup. Selamat merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus. Bersukacitalah karena kamu dipanggil menjadi saksi-Nya. ♦ Yos’Ivo Ofmcap Yosin

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.