Hepi: Mengedepankan Mutu Pelayanan Pariwisata Ende

Hepi: Mengedepankan Mutu Pelayanan Pariwisata Ende

KEPALA Dinas Pariwisata Ende Hiparkus Hepi sedang merancang program mutu pelayanan pariwisata Ende mulai dari pelayanan perhotelan, daerah tujuan wisata dan sarana pendukung.” Semua pelaku pariwisata baik pemilik hotel, penginapan biasa seperti home stay, sarana dan fasilitas penunjang di derah dan objek wisata akan kita benahi. Kami akui bahwa pelayanan belum maksimal. Ini yang akan kita data secara detail dan kita benahi secara rutin. Petugas langsung terjun mengecek. Kita mempunyai lebih dari 50 orang guide atau penuntun pariwisata terutama guide untuk objek wisata yang bagus-bagus. Program Bupati Ende Bapak Djafar Achmad bidang pariwisata kita dukung penuh,” janji Hiparkus Hepi di ruang kerjanya Senin 30 September 2019.
Kabupaten Ende, akhir-akhir ini menjadi pusat pariwisata menyusul Festival Kelimutu, Danau Tuga Warna yang hanya satu-satunya di dunia menyusul Labuan Bajo dan objek wisata alam dan budaya yang tersebar luas di Pulau Flores. Namun Ende secara khusus memiliki berbagai objek yang menjadi tujuan wisata alam dan budaya. Potensi daya tarik wisata yang terdata menurut Hepi ialah 108 buah dengan rincian 64 buah wisata alam, 31 buah wisata budaya dan 13 buah wisata buatan manusia. Danau Tiga Warna Kelimutu, jelas Hepi menjadi tujuan utama wisatawan dan Situs Bungkarno di pusat Kota Ende.
Hiparkus Hepi menguraikan objek wisata yang pantas dikunjungi para pelancong mulai Pantai Pengajawa yang jaraknya hanya 29 Km dari Kota Ende, Kampung Adat Radaara dan tenun ikat, Benteng Portugis di Pulau Ende persis di depan Kota Ende, dan yang pantas dikunjungi wisatawan lokal maupun manca Negara yaitu Kolam Renang Ae Wu Nggela 60 Km dari Kota Ende, Perkampungan Adat Wolotopo, air terjun Murundao, di Desa Koanara tidak jauh dari Kelimutu, dan jangan terlewatkan Pasar sayur dan buah Nduaria yang hanya berjarak 45 Km dari Kota Ende.
Wisatawan juga diperkenalkan Sa’o Ria objek wisata bungalow di Lio, menu tradisional atau bahasa lokal uwi ai ndota dan ikan soa atau ubi cincang dan museum tenun ikat tidak jauh dari Taman Bungkarno di jantung Kota Ende. Masih di Kota Ende, wisatawan diajak ke objek tetap tempat permenungan Pancasila oleh Sukarno dan masih sekian ratus objek wisata yang pantas di kunjungi.
Semua objek wisata ini, tegas Hepi dalam kondisi baik, namun masih terus dibenah sesuai program Gubernur Vicktor Laiskodat. Kain tenun, kata Hepi menjadi program prioritas dan kita sedang rencana detail agar setiap hotel atau pondok wisata para pelayan wajib mengenakan kain tenun Ende.
Tajuk wisata Ende, urai Hepi, juga Situs Rumah Bungkarno yang letaknya persis di jantung kota Ende. Situs ini terletak diJalan Perwira Kelurahan Kota Raja Ende. Ende, tegas Hepi pantas dijadikan objek wisata yang menyenangkan. “Itu sebabnya kita terus benah sehingga lebih layak bagi wisatwan dan juga pemasukan ke APBD II.” ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.