“Hidup Normal”

“Hidup Normal”

GARA-gara Covid-19 ribuan manusia di lebih dari 200 negara mati. Isu iternasional bahwa virus corona diciptakan manusia seperti yang dilansir media nasional dan internasiona oleh lima orang tentara Amerika, dan sejumlah orang sekutu mereka untuk meracik virus sebagai senjata biologis di Wuhan China. Akibat bocornya pabrik virus yang konon menggunakan kelelawar menyebabkan sejumlah orang meninggal. Peristiwa kematian akibat virus corona simpang siur dan belum ada satu ahli disejumlah Negara Barat dan Australis menemukan obat penyembuh virus ini.
Tudingan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadila bahwa dibalik semua kasus ini adalah Bill Gates miliader dunia.
Mantan Menteri Kesehatan era SBY-JK Siti Fadila Supari menyebut virus corona dan bahkan flu burung merupakan sebuah konspirasi yang didalangi oleh triliuner dunia Bill Gates. Soal Flu burung, Siti mengaku pernah membuktikan virus itu tidak menular.
Hal itu dikatakannya Siti Fadilah Supari di akun YouTube Deddy Corbuzier yang dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat, Rabu 20 Mei 2020.
Siti Fadilah Supari bahkan mendesak Pemerintah Produksi Vaksin Virus Corona. Saya membuktikan virus flu burung tidak menular. Siti Fadilah juga mengungkapkan keanehan pada Bill Gates. Siti Fadilah mengungkapkan keanehan pada Bill Gates yang mempersiapkan vaksin.Bahwa virus corona diciptakan manusia jahat sebagai senjata biologis membuat kegelisahan berat masyarakat dunia menjadi kenyataan.
Soal virus corona, Siti Fadilah mengatakan, setiap pandemi dan munculnya vaksin itu bisa ditebak ada `udang di balik batu`. Kalau orang tidak siap sebelum pandemi, orang pasti bingung. Ini ada sekelompok yang malah siap vaksinnya (virus corona) menjadi lading bisnis.Menurut Siti Fadilah, Indonesia saat ini dalam menghadapi virus corona, harus mandiri membuat vaksin. Dia menyebut orang Indonesia dapat membuat vaksin. Ya kita tunggu, tetapi saat ini situasi sangat sulit akibat krisis ekonomi.
Pemerintah menegaskan bahwa situasi sekarang ini masih belum normal, dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat. Seluruh dunia pun telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti dulu kala, oleh karenanya diperlukan cara pandang baru ini sebagai bagian dari adaptasi pasca Covid-19.
Kita diimbau untuk kembali pada hidup normal tetapi tetap menjaga jarak, pakai masker, olah raga dan menu bergizi. Saatnya harus ada paradigma baru dalam melawan Covid-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari Covid-19.
Imbauan ini sejalan dengan, masih tingginya angka penularan di tengah masyarakat. Hingga 24 Mei 2020, dengan menggunakan pemeriksaan RT-PCR dan TCM-TB jumlah pemeriksaan spesimen sebanyak 248.555 spesimen. Hasilnya akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 22.271 orang, jumlah kasus sembuh 5.402 dan jumlah kasus meninggal 1.372. Adapaun wilayah terdampak meluas hingga 404 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi. Ini penyampaian juru bicara pusat Covid-19 Ahmad Yurianto setiap hari.
Isu yang berkembang sebagaimana diucapkan Siti Faadila bahwa para dokter yang menangani virus corona harus diteliti lagi. Konon para dokter yang menangani pasien positif virus corona dibiayai cukup oleh sponsor WHO dan dibelakangnya miliader Bill Gates tadi untuk mengumumkan jumlah pasien positif dan mati meningkat. Kita perlu curiga mengapa Amerika di urutan paling atas kematian akibat virus corona. Mengapa masyarakat desa tidak terserang virus mematikan ini? ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.