Ibu Pembunuh 2 Bocah Kembar Dapat Pendampingan Aktivis Perempuan

Ibu Pembunuh 2 Bocah Kembar Dapat Pendampingan Aktivis Perempuan

Dewi Regina Ano, ibu dari dua bocah kembar yang telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan kedua anaknya, akan didampingi aktivis Rumah Perempuan Kupang, agar lebih kuat, jujur dan tegar dalam menghadapi proses hukuman selanjutnya.
Dewi Regina Ano telah dipindahkan ke bangsal rumah sakit Bhayangkara Titus Ully Kupang, Sabtu 14 September 2019, setelah sebelumnya harus menjalani operasi terhadap luka di bagian perut dan lehernya. Dia harus dipindahkan untuk proses pemulihan, sehingga segera diambil keterangannya secara lengkap.
Direktur Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe mengaku, terlepas dari proses hukum yang menjeratnya, Dewi Regina Ano harus didampingi sehingga ketika memberikan keterangan kepada polisi, Dewi merasa tidak sendiri dan kuat menghadapi semua persoalannya.
“Dalam komunikasi saya sendiri dengan Regina, dia bilang dia sebenarnya tidak sadar kapan akan terjadi, dia mengalami stres yang cukup tinggi sehingga dia melakukan hal-hal tersebut. Untuk itu ketika dia tersadar dia sudah ada di rumah sakit dan menanyakan kembali anak-anaknya itu di mana,” ujar Libby Ratuarat kepada wartawan, Senin 16 September 2019.
“Kami akan melakukan pendampingan selanjutnya, bagaimana kami memberikan penguatan kepada dia sehingga dia dapat memberikan informasi yang benar, dia dapat berbicara secara jujur, serta memberikan informasi secara bertanggung jawab. Jadi apapun yang akan terjadi kami akan tetap mendampingi dia,” sambungnya.
Dewi Regina Ano tega membunuh kedua buah hatinya, hanya karena menyimpan dendam atas permintaan untuk membeli kebutuhan pribadi sebagai wanita, selalu tidak dipenuhi sang suami serta beberapa persoalan rumah tangga lainnya.
Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman di atas 15 tahun penjara. “Jadi yang bersangkutan kami kenakan pasal 80 ayat 3 dan 4 subsider pasal 338 KUHP. Jadi pasal 80 ayat 3 dan 4 itu undang-undang nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang-undang 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Pemkot Kupang Bebaskan Biaya Perawatan Ibu Pembunuh Anak kembar
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menanggung seluruh biaya perawatan Dewi Regina Ano (24), tersangka kasus pembunuhan anak kembarnya.
Tersangka dirawat di RSU SK Lerik Kota Kupang sejak Kamis (5/9/2019) hingga Sabtu 14 September 2019. Dewi Regina diharuskan membayar biaya perawatan sebesar Rp 19.500.000 terdiri dari biaya operasi, biaya rawat inap, jasa medis dan obat-obatan. Seluruh biaya perawatan ini dibebankan pada tersangka karena tersangka tidak memiliki BPJS kesehatan. Secara administrasi, tersangka dan keluarga memiliki KTP dan kartu keluarga wilayah Kabupaten Kupang padahal Regina sekeluarga sudah 5 tahun tinggal di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.
Pembebasan biaya itu berkat upaya anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat yang meminta kebijakan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore.
Walikota Kupang kemudian memerintahkan Direktur RSU SK Lerik Kota Kupang dr. Marsiana Lily Halek untuk membebaskan seluruh biaya perawatan dan biaya operasi tersangka.
Langkah ini ditempuh karena pertimbangan kemanusiaan meski tersangka secara administrasi bukan warga Kota Kupang namun berasal dari keluarga kurang mampu. “Kita tidak mengesampingkan status hukumnya sebagai tersangka namun tersangka merupakan keluarga kurang mampu sehingga patut kita tolong,” ujar Direktur Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe, Sabtu 14 September 2019. Imanuel Ano, ayah Dewi Regina mengaku belum menghubungi suami anaknya, Obir Masus pasca peristiwa ini. Demikian pula Obir Masus tidak menghubungi Imanuel Ano pasca membawa jenasah dua anaknya ke kampung halaman untuk dimakamkan. ‚ô¶¬†diantimur.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.