Janda Penjual Sayur di Maumere Berhasil Biaya Anaknya sampai sarjana dengan Hasil Cumlaude

Janda Penjual Sayur di Maumere Berhasil Biaya Anaknya sampai sarjana dengan Hasil Cumlaude

PERASAAN bahagia, terharu dan bangga mengiringi langkah Maria Oktavia Bai (26), salah satu wisudawati angkatan ke 11 Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, menuju Aula Nawacita pada Senin 2 September 2019. Betapa tidak, anak ketiga dari pasangan Silivester Nggiri (Alm) dan Maria Goreti Felixia Fonga (49) ini berhasil menyelesaikan pendidikannya di Unipa Maumere, FKIP PGSD dengan nilai cumlaude.
Maria Goreti Felixia Fonga (49), warga Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka adalah seorang janda yang suaminya meninggal 4 tahun lalu.
Kesehariannya, janda 5 anak ini, bekerja sebagai petani sekaligus penjual sayur yang dihasilkan dari kebun miliknya yang luasnya sekitar 40 m2 . Dari kelima anak Maria Goreti Felixia Fonga, 2 diantaranya telah menyelesaikan pendidikan tingginya dan sekarang telah memiliki pekerjaan. Anak ketiga dan keempat, sedang menyemam pendidikan menengah atas dan menengah pertama.
Fransiskus Dominggus Fowo (31), kakak kandung Maria Oktavia Bai saat ditemui Maumere News mengaku bangga dengan adiknya yang hari ini diwisuda. “Saya sebagai kakak, saya bangga. Tadi waktu baca nama, saya kaget dan terharu. Adik saya ternyata bisa capai cumlaude,” ungkap pria yang akrab disapa Detus.
Kebun sayur milik Maria Goreti Felixia Fonga, di Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.
Dirinya kemudian bercerita mengenai usaha ibunya, yang walaupun hanya seorang janda, namun telah berhasil mewisuda 3 dari 5 anaknya. Dirinya juga mengingat pesan almarhum bapaknya sewaktu masih hidup. Bahwa, Detus dan adik-adiknya harus mengenyam pendidikan.
Detus, sapaan akrab kakak kandung Maria Oktavia Bai menceritakan, ibunya harus bangun lebih awal setiap hari untuk pergi kepasar dan menjual sayur. Sepulang dari pasar, ibunya harus kembali bekerja dikebun sayur miliknya yang luasnya tak seberapa.
“Uang dari jual sayur itu, beliau kumpul. Kadang saya juga bantu. Karena gaji saya juga tidak tentu. Jadi saya hanya bantu sebisa saya . Adik yang nomor dua, dia masih tenaga sukarela jadi dia tidak bisa apa-apa,”ungkap Detus.
“Saya masih ingat pesan bapa almarhum. Cukup mereka yang tidak tau baca tulis. Kami anak-anak tidak boleh ikut mereka. Kami harus sekolah. Saat susah uang, bapa pasti datang dengan dia punya cara dan setelah itu pasti ada jalan keluar soal keungan,” tambah pria yang bekerja sebagai salah satu staf lepas di salah satu leasing di Kota Maumere.
Maria Goreti Felixia Fonga, saat mendampingi anaknya, Maria Oktavia Bai sesaat setelah acara wisuda tersebut, tampak bahagia dan bangga.
Nampak senyum bahagia, tergambar dari raut wajah yang sudah terlihat keriput.
Maria Oktavia Bai, kepada Maumere News mengaku bahagia bisa memiliki ibu yang sangat menyayangi anaknya. Walaupun berstatus janda dan hanya bekerja sebagai petani dan penjual sayur, tapi berhasil menyekolahkan kelima anaknya dan telah berhasil memwisudakan 3 dari 5 anaknya. ♦ maumerenews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.