Jantung Siti Aisyah Bocor, Keluarga di Ende Ini Butuh Bantuan

Jantung Siti Aisyah Bocor, Keluarga di Ende Ini Butuh Bantuan

Siti Aisyah Salsabila, bayi usia 3 bulan asal Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami sakit berat.
Berdasarkan diagnosis medis, Aisyah dikabarkan mengalami jantung bocor akibat dari Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe VSD.
Kondisi sakit yang diderita Aisyah membuat kedua orang tuanya berpasrah. Hal itu lantaran keluarga mengalami kekurangan biaya untuk merawat lebih lanjut anak mereka di Denpasar, Bali.
Ayah Aisyah, Tamrin Sado mengatakan anaknya dirujuk ke Denpasar karena tidak adanya perkembangan selama perawatan di RSUD Ende.
Dokter menyarankan agar Aisyah dirujuk sesegera mungkin. Namun, apalah daya keluarga tidak memiliki biaya transportasi dan biaya hidup selama di Denpasar.
Karena ketiadaan biaya, Aisyah terpaksa dirawat seadanya di kediaman orangtuanya di Lokoboko, Ndona selama enam hari terakhir.
Bayi mungil ini hanya bertahan hidup pada tabung oksigen yang disiapkan pihak RSUD Ende. “Iya, memang disaran dokter harus dirujuk ke rumah sakit yang tipe B atau tipe A. Karena disini (RS) fasilitas belum lengkap,” kata Tamrin saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis 12 Desember 2019 sore.
Tamrin menyatakan, akibat tidak ada perawatan secara intensif, berat badan Aisyah bahkan menurun hingga 2,9 kg. Sehingga Aisyah mengalami gizi buruk.
Kondisi Aisyah saat ini, lanjut dia, telah diketahui pihak medis bidang gizi pada Puskesmas Rewarangga.
“Ada petugas (bidan) gizi dari Puskesmas yang datang melihat kondisi anak saya. Iya, mereka datang merawat,” ucap Tamrin.
Tamrin mengaku berpasrah dengan kondisi kesehatan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ia merasa tertekan secara ekonomi, sebab baru sebulan lebih ayahnya meninggal dunia.
Seperti jatuh tertimpa tangga, Tamrin hanya berharap belas kasian dari sesama. Hal itu karena ia hanya bekerja sebagai pedagang kecil di Pasar Wolowona. Sedangkan istrinya Nur Afni Abubakar hanya sebagai ibu rumah tangga.
Tamrin mengaku hanya kendala biaya transportasi ke Denpasar untuk merujuk si buah hatinya. Begitupula biaya hidup selama di Denpasar, sebab tak ada satupun keluarga di sana. “Kami punya kartu BPJS yang saya bayar secara mandiri. Yang saya pikirkan, bagaimana biaya kami kesana. Dengan siapa disana lalu bagaimana kehidupan kami disana,” ujar dia berpasrah.
Dengan kondisi itu, melalui media ini keluarga meminta dukungan dana melalui rekening BRI 7530-01-006159-53-4 atas nama Tamrin Sado. Dukungan ini untuk memudahkan keluarga merujuk Aisyah ke Denpasar. “Iya, terima kasih sebelumnya kepada siapa saja yang membantu kami. Kami hanya menginginkan anak kami ini sembuh. Terima kasih,” ucap Tamrin di akhir perbincangan. ♦ voxntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.