Jefri Riwu Kore dan Kupang Hijau

Jefri Riwu Kore dan Kupang Hijau

APAKAH ada segelintir orang yang menyindir bahwa program Walikota Kupang Jefri Riwu Kore bakal merubah Kota Kupang segera tampil indah dan hijau dipenuhi pepohonan dan rerumputan? Apakah Jefri Riwu Kore meniru Pemerintah Arab yang bisa sulap dari kota tandus kering kerontang, padang pasir pula menjadi kota yang hijau menakjubkan?
Saya pastikan bahwa Walikota Kupang Jefri Riwu berkarya memajukan Kota Kupang berdasarkan nuraninya terdalam merubah Kota Kupang sehingga bisa menjadi kota hijau, dipenuhi rerumputan dan setidaknya lebih dari 18 taman. Fakta ada di depan mata warga kota, yang ingin santai di siang atau malam hari sambil duduk di taman dengan lampu remang dan hiasan aneka warna.
Lihat dan rasakan mulai dari Taman Adipura begitu keluar dari Bandara. Yang melewati taman ini, ingin turun dari mobil atau motor sekadar duduk-duduk sambil pose ria dengan latar taman yang indah berwarna. Fakta bahwa ini naluri warga Kota Kupang. Dari Taman Adipura ada peohonan yang sudah bertunas. Tak lama pasti segera bertumbuh subur dan berdaun lebat. Maju terus kita akan melihat taman kedua ada tulisan bahasa Timor, ada patung-patung menjambut, enak dipandang.
Sisi kiri jalan sedang dibangun trotoar dari Penfui sampai Jembatan Liliba. Tak lama lagi warga boleh berjalan santai atau berolarga pagi dan sore di trotoar ini.
Dari jembatan Liliba pula, kita langsung disambut dengan taman yang ingin segera bersantai ria, dinjutkan dengan pemandangan indah dengan lampu warna-warni di malam hari. Bundaran yang dulu dikenal dengan Bundaran PU saat ini sudah berubah menjadi taman rekreasi siang atau pun malam hari. Sudah ada warga kota yang memanfaatkan taman Bundaran Tirosa ini mencari rezeki dengan berjualan makanan kecil atau minuman di malam hari.
Maju terus ke depan, ada tumpukan tanah mulai dari Bundaran Tirosa menuju Gedung Sasando tempat gubernur berkantor. Artinya, apa yang diucapkan Jefri Riwu Kore ketika mencanangkan Kupang hijau di Bulan Februari dan Maret 2020 segera menjadi kenyataan.
Wajah Kota Kupang menjadi pembicaraan warga Kota Kupang. Di benak warga yang ingin santai pada siang maupun malam hari tinggal memilih. Taman Ina Boi yang sudah berubah wajah lebih cantik dan sambil melihat Teluk Kupang, atau Taman Nostalgia, misalnya, atau taman yang sepi sambil beromansa ria? Tinggal memilih sesuai selera. Apakah perbuatan seorang Walikota Jefri Riwu Kore sekadar pencitraan agar terpilih lagi pada periode kedua di tahun 2024?
Pada acara di Oeleta Kupang 4 Januari 2020, Jefri Riwu Kore dengan tegas mengatakan, tidak dan tidak.” Masih terlalu lama, 2024,” tegas Jefri Riwu Kore dengan suara keras dan pasti. Yang penting kita kerja untuk kepentingan umum dan terutama kepentingan warga Kota Kupang. Jefri Riwu Kore menurut saya sudah gila kerja dengan berbagai program yang menyentuh warganya. Bahkan sudah ada pula program membagi pangan untuk warga kurang mampu.
Selain merubah wajah Kota Kupang, mantan anggota DPR RI ini menurut saya, sudah menjadi orang kaya. Bukan kaya harta, tetapi kaya karya, kaya ide dan kaya pengabdian. Yang pada awal perkenalan dirinya menjadi walikota tampil biasa-biasa saja, kini tampil meyakinkan. Meyakinkan warga Kota Kupang, bahwa ternyata seorag Jefri Riwu Kore Hebat. Hebat bukan karena bergelar doktor, tetapi hebat karena karyanya. Salah satu karya yang menyentuh selain membagi pangan untuk warga kota yang terbilang miskin, tetapi juga berimpati menyediakan sedikit uang uang rumah bagi para pelayan Tuhan atau pendeta. Karya besar dan berhasil besar. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.