Johnny G Plate: Satu-satunya Menteri Beragama Katolik di Kabinet Indonesia Maju

Johnny G Plate: Satu-satunya Menteri Beragama Katolik di Kabinet Indonesia Maju

Johnny G Plate tercatat sebagai satu-satunya menteri beragama Katolik di Kabinet Indonesia Maju yang telah resmi diumumkan Presiden Joko Widodo pada Rabu, 23 Oktober 2019.
Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu terpilih sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) untuk periode 2019-2024, menggantikan pendahulunya, Rudiantara.
Terpilihnya Johnny membuat ia satu-satunya menteri yang beragama Katolik di kabinet saat ini. Pada kabinet sebelumnya, ada Ignasius Jonan, yang terakhir menjabat sebagai Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Selain Johnny G Plate, total terdapat 37 nama menteri dan pejabat setingkat menteri yang juga diumumkan oleh Jokowi.
Johnny lahir di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956. Ia merupakan lulusan dari Universitas Atma Jaya, Jakarta. Johnny mempunyai istri Maria Ana serta memiliki tiga orang anak.
Ia berlatar belakang sebagai seorang pengusaha serta politisi. Namun, usaha yang pernah digelutinya tidak ada kaitannya dengan jabatan yang saat ini ia emban, yakni sebagai Menkominfo.
Usaha Johnny bergerak di bidang alat-alat perkebunan. Beberapa di antaranya adalah PT Bima Palma Nugraha dan PT. Mandosawo Putratama Sakti.
Selain itu, ia juga pernah menggeluti dunia pernerbangan, di mana pada tahun 2007-2015, ia pernah menjadi bagian dari bisnis Air Asia.
Johnny memulai karir politiknya di Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI) tahun 2013.
Setahun berselang, ia memutuskan untuk bergabung dengan Partai Nasdem.
Di partai tersebut, Johnny berhasil melangkah ke Senayan pada Pemilu 2014 dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I (Dapil NTT 1).
Ia saat itu menduduki Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019.
Pada tahun 2017, Johnny dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem hingga tahun 2019. Saat diangkat sebagai menteri, Johnny masih tercatat sebagai anggota DPR RI. Pada Pemilu April lalu, ia meraih 123.290 suara, yang membuat namanya tercatat sebagai peraih suara terbanyak di Dapil NTT 1.

Rencana Tuhan
“Rencana Tuhan itu indah pada waktunya,” kata Paulus Plate, ayah Johnny.
Ayah Johnny G Plate mengaku bangga dan menyebut penunjukkan anaknya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) adalah rencana Tuhan.
“Ini semua rencana Tuhan. Rencana Tuhan itu indah pada waktunya,” kata Paulus Plate, ayah Johnny, Rabu, 23 Oktober 2019 seperti dikutip Swarantt.net.
“Saya hanya mau menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk Pemerintahan Jokowi-Maruf yang telah menunjukan anak saya jadi menteri,” lanjut Paulus di kediamannya di Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Johnny tercatat sebagai satu-satunya menteri beragama Katolik di Kabinet Indonesia Maju.
Paulus menyatakan yakni bahwa putranya itu telah memikirkan baik-baik langkahnya menerima tugas sebagai menteri.
“Saya pikir (hal itu) sudah dipikirkan oleh Johnny secara masak-masak,” ungkapnya.
Ia pun berharap, Johnny menjalankan mandat dengan baik dan terhindar dari segala bentuk tindakan pidana seperti korupsi, kolusi maupun nepotisme.
“Ingat bahwa jabatan itu amanah. Jalankan amanah itu secara bertanggung jawab. Jangan lupa berdoa karena rencana Tuhan itu indah,” kata Paulus.
Sekolah Seminari
Johnny mengenyam pendidikan SMP di Seminari Pius XII Kisol, lalu aktif di PMKRI, Pemuda Katolik dan ISKA
Politisi Partai Nasional Demokrat, Johnny G. Plate terpilih menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Pria kelahiran Ruteng, Manggarai, Flores pada 10 September 1956 ini menjadi satu-satunya menteri yang beragama Katolik dalam kabinet Jokowi kali ini.
Bersama dengan 37 menteri lainnya, ia diperkenalkan kepada publik pada Rabu, 23 Oktober 2019 oleh Presiden Jokowi.
Sebelum menempati posisinya saat ini, Johnny meniti karirnya di dunia bisnis, lalu kemudian terjun ke dalam politik.
Dari segi jejak pendidikan dan organisasi, ia tercatat pernah mengenyam pendidikan di seminari, lalu masuk universitas Katolik dan kemudian aktif di organisasi massa Katolik.
Johnny melewati masa SMP di SMP Seminari Pius XII Kisol, sekolah pendidikan calon imam yang terletak di Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Ia berlajar di tempat itu dari tahun 1968 hingga 1971.
Sementara SMA dilaluinya di SMA Negeri 1 Ruteng. Johnny kemudian melanjutkan studi sarjana di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.
Johnny tercatat pernah menjadi anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pada 1980-1985.
Ia kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan PMKRI (1985-2013) dan Penasihat Awam Pengurus Pusat Pemuda Katolik Indonesia (2012-2013).
Ia juga terlibat sebagai menjadi Dewan Komisaris Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (2010-2013).
Saat diangkat sebagai menteri, Johnny masih tercatat sebagai anggota DPR RI untuk periode yang kedua, mewakili Derah Pemilihan (Dapil) NTT 1.
Pada Pemilu April lalu, ia meraih 123.290 suara, yang membuat namanya tercatat sebagai peraih suara terbanyak di Dapil NTT 1. ♦ katoliknews,com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.