Jokowi: Penataan Labuan Bajo Selesai 2021

Jokowi: Penataan Labuan Bajo Selesai 2021

“Pemprop NTT selanjutnya akan menyikapinya dengan menyiapkan supplay chain untuk pangan dan aktivitas lainya agar memberikan efek ganda bagi kesejahteraan seluruh masyarakt NTT”

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) yakin penataan mega proyek penataan kota Labuan Bajo Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur sebagia kawasan super prioritas dipastikan tuntas atau selesai pada tahun 2021
“Saya berharap penataan pertama dapat selesai tahun 2020 dan penataan tahap dua selesai tahun 2021,” ungkap Jokowi usai memantau sejumlah pengerjaan proyek di Labuan Bajo, Kamis, 1 Oktober 2020.
Komitmen Presiden Jokowi menjadikan Labuan Bajo sebagai kawasan super prioritas atau super premium sungguh besar dan patut diacungi jempol.
Walaupun sebagian besar anggaran negara tersedot untuk penanganan pandemi Covid-19, namun pembangunan dan penataan kawasan wisata Labuan Bajo terus digenjot.
Dalam kurun waktu setahun terakhir, Jokowi telah melakukan kunjungan kerja sebanyak tiga kali ke Labuan Bajo yakni pada Juli 2019, Januari 2020 dan 1 Oktober 2020.
Tiba di Bandara Komodo dengan menggunakan pesawat Presiden pada Kamis (1/10), Presiden disambut oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di tangga pesawat.
Kemudian, Presiden menuju Kampung Ujung, Waecicu dan Goa Batu Cermin untuk melakukan peninjauan pengerjaan penataan kawasan-kawasan tersebut.
Setelah itu, Presiden memantau kelanjutan proyek pembangunan terminal multipurpose atau multifungsi Labuan Bajo dan selanjutnya memberikan bantuan modal kerja kepada 60 pelaku usaha mikro dan kecil.
Saat menyampaikan keterangan pers kepada para wartawan, Presiden menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan semua pekerjaan tersebut pada tahun 2021.
“Hari ini saya meninjau sekaligus mengontrol pembangunan di titik-titik kawasan yang telah direncanakan tahun lalu. Seperti yang kita lihat saat ini di kawasan Gua Batu Cermin dengan progres 47 persen,” ujarnya
Menurut Jokowi, pemerintah juga menata Kawasan Puncak Waringin yang siap dipakai untuk mendisplay handicraft prodak-prodak yang ada di NTT terutama tenun, ukiran dan lain sebagainya.
Hal yang sama dengan kawasan kampung ujung sampai ke kawasan Marina. Ditempat itu kata Jokowi, trotoarnya akan ditata termasuk pelabuhannya akan kita pindah ke Wae Kelambu.
Dia berharap penataan pertama dapat selesai tahun 2020 dan penataan tahap dua selesai tahun 2021.
Nah untuk kawasan Pulau Rinca akan ditata sesuai dengan alam yang ada di kawasan tersebut. Kawasan Labuan Bajo harus betul-betul menjadi kawasan premium,” jelas Presiden Jokowi.
Turut hadir dalam kunjungan kerja yakni Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, dan Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana.
Sementara Gubernur NTT, Viktor Laiskodat menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Jokowi yang menaruh perhatian besar pada pembangunan kepariwisataan di provinsi NTT. Kepada wartawan usai mendampingi kunjungan presiden tersebut, Gubernur Viktor mengatakan pemerintah provinsi NTT selanjutnya akan menyikapinya dengan menyiapkan supplay chain untuk pangan dan aktivitas lainya agar memberikan efek ganda bagi kesejahteraan seluruh masyarakt NTT pada umumnya dan Pulau Flores khususnya.
“Tentunya atas nama masyarakat NTT, kami sampikan terimakasih kepada Bapak Presiden yang Top Markotop (sangat luar biasa). Selanjutnya Pemerintah daerah bersama stakeholder pembangunan terkait mesti menyiapkan jaringan suplainya untuk semua aspek pendukungnya,” ujar Viktor
Ia mencontohkan misalkan kebutuhan pangan sayuran, telor, daging dan ikan jangan didatangkan dari luar pulau. Jaringan suplainya harus dari dalam pulau agar kita tidak miskin
Baginya pembangunan di Manggarai Barat pasti memberikan efek ganda bagi Pulau Flores yang akan maju lebih pesat. ♦ humas setdantt

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.