Jubah bernoda darah

Jubah bernoda darah

INILAH jubah dengan noda darah yang dikenakan St. Yohanes Paulus II saat ia ditembak pada 13 Mei 1981.
Awalnya jubah ini disimpan Kardinal Stanislaw Dziwisz, teman setia dan sekretaris pribadinya, dan kemudian diberikan untuk disimpan dan diperlihatkan di “Kapel Atas” di Saint John Paul II Sanctuary di Krakow, Polandia. Pada 27 Desember 1983, setelah St. Yoh Paulus II pulih, ia pergi mengunjungi Mehmet Ali Agra (penembaknya) di penjara.
Mehmet Ali bertanya kepadanya :
“Mengapa anda tidak mati?
Saya tahu betul bahwa bidikan saya sangat tepat, dan pelurunya sangat kuat dan mematikan.”
Paus menjawab :
“Satu tangan menembakkan peluru. Tangan yang lain (tangan Bunda Maria Fatima) membelokkan arahnya.”
Inilah Mahkota pada Patung Maria Fatima yang di dalamnya tersimpan peluru bekas penembakan percobaan pembunuhan terhadap Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1981.
Peluru tersebut yang dikeluarkan dari jeep dimana Paus berada saat tertembak, kemudian diberikan kepada Uskup Fatima dan kemudian disimpan dalam mahkota Maria ini, diletakkan pada pusat mahkota bagian dalam menghadap ke bawah.
Paus Yohanes Paulus II sendiri meyakini; bahwa selamatnya ia dari serangan tersebut adalah berkat pertolongan dari Bunda Maria, persis pada perayaan Maria Fatima (13 Mei).
Ia mengatakan, adalah tangan Maria lah yang telah menahan dan membelokkan arah peluru tersebut sehingga meluputkannya dari maut. ♦ Jost Kokoh Prihatanto

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.