Kabupaten Ende Mendapat Alokasi Anggaran Rp 1,15 Triliun Dari Pemerintah Pusat

Kabupaten Ende Mendapat Alokasi Anggaran Rp 1,15 Triliun Dari Pemerintah Pusat

PEMERINTAH Pusat pada tahun 2020 memberikan anggaran sebesar Rp 25,2 Triliun untuk pemerintah Provinsi NTT. Anggaran tersebut merupakan bagian dari dana transfer daerah dan dana desa. Penyaluran anggaran dari pemerintah pusat untuk Provinsi NTT tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 3 persen yakni Rp 285 miliard di bandingkan tahun 2019. Dari jumlah anggaran yang di alokasikan pemerintah pusat tersebut, kabupaten Ende mendapat jatah sebesar Rp. 1,15 Triliun.
Penyerahan Daftar isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dan alokasi Dana Desa (TKDD) Tahun 2020 di serahkan langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, bertempat di Aula Fernandez, Gedung Sasando Kantor Gubernur selasa 19 November 2019, kepada Walikota/ Bupati yang ada di NTT.
Bupati Kabupaten Ende, Djafar Achmad Saat di temui awak media usai menerima DIPA, dan Dana Desa mengatakan, Dirinya sebagai Bupati sekaligus atas nama masyarakat kabupaten Ende mengucapkan terimakasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kabupaten Ende selama ini.
Djafar berjanji akan menggunakan anggaran yang di beri oleh pemerintah pusat dengan sebaik baiknya untuk kepentingan masarakat yang ada di kabupaten Ende.

Para Bupati dan walikota saat menerima DIPA dari Pemerintah Pusat

Menurut Djafar, Dengan anggaran 1,15 Triliun sangat membantu guna mengerjakan beberapa pekerjaan proyek yang belum dapat di lakukan selama ini. Terlebih pekerjaan pada infranstruktur jalan. Selain jalan, kebutuhan air bersih, Listrik, serta kesehatan juga menjadi perhatian utama yang harus terpenuhi.
Selanjutnya Djafar menjelaskan Ende merupakan sala satu tempat faforit bagi wisatawan untuk berkujung di daratan Pulau Flores. Dengan ke indahan Danu Tiga warna kelimutu serta Situs Bung Karno, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan untuk datang berkujung.
Oleh sebab itu sektor Pariwisata perlu di kembang kan, di ende selain kedua tempat tersebut masi ada banyak tempat wisata yang tidak kala menarik untuk di kunjungi. Di antaranya situs pahlawan Marilonga di kecamatan Detukeli, serta Rumah adat suku lio di berbagai kecamatan. Itu semua perlu kita kembangkan dengan melibatkan potensi masyarakat yang ada.
Kusus kepada semua kepala desa di kabupaten Ende, bupati berpesan agar menggunakan dana desa sebaik mungkin untuk kepentingan masayarakat di desa. Jangan sala gunakan dana desa. Cukup sudah dengan kejadian beberapa waktu lalu ada kepala desa yang bermasala dengan hukum dan akirnya masuk penjara, itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat kepala desa yang lain. Dan kepada masyarakat di harapkan bantu melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana desa.
Selanjutnya Djafar mengajak kepada semua lapisan masyarakat yang ada di kabupaten Ende, untuk turut mendukung setiap program pemerintah pusat demi mencapai Visi Indonesia Maju, serta Visi dan Misi Pemerintah Provinsi NTT, yaitu NTT Bangkit, NTT Sejahtera. ♦ suarafaktahukum.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.