Di Kabupaten Kupang, Modal dan Akses Transportasi Jadi Kendala Bumdes Oelfatu

Di Kabupaten Kupang, Modal dan Akses Transportasi Jadi Kendala Bumdes Oelfatu

SEJAUH ini kata dia Bumdes mengelolah dana desa Rp.100.000.000 sejak bulan desember tahun 2017 lalu tetapi efektif operasionalnya baru pada April 2018 karena faktor cuaca.
Pemanfaatan dana desa untuk unit Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Oelfatu, Kecamatan Aamfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT belum berjalan optimal. Hal tersebut disampaikan Direktur Bumdes Oelfatu, Ovry Tamelab saat dihubungi Voxntt Rabu, (13/11/2018) melalui sambungan telepon.
Menurut Ovry kendala yang dihadapi dalam pengeloaan Bumdes yakni akses transportasi dan modal. “Ya, kita kendalanya pada akses transportasi misalnya kendaraan seperti drum truck dan strada untuk pemenuhan bahan sembako dan suplay modal yang masih kurang dari pemerintah desa,” ungkapnya.
Sejauh ini kata dia Bumdes mengelolah dana desa Rp.100.000.000 sejak bulan desember tahun 2017 lalu tetapi efektif operasionalnya baru pada April 2018 karena faktor cuaca.
Lebih lanjut alumni peternakan Universitas Nusa Cendana ini mengatakan ada empat unit usaha yang sudah dijalankan oleh Bumdes Oefatu tetapi dua diantaranya belum berjalan normal.
“Katong (kita) ada empat unit usaha, dan yang sudah berjalan efektif dua unit yakni jasa sewa dan usaha waserda (kios rakyat) sedangkan dua unit yang belum berjalan noramal yakni pasar desa dan hasil-hasil hutan, pertanian dan peternakan,” ungkapnya.
Ovry berharap agar seluruh stake holder dapat mendukung segala proses pengeloaan Bumdes di Desa Oelfatu.
“Harapannya ada dukungan dari pemerintah desa terkait regulasi untuk memperkuat posisi bumdes, peningkatan penyertaan modal, dukungan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat guna pembangunan Bumdes kearah yang lebih baik,” imbuhnya. ♦ voxntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.