Kades Doudolu di Polisikan, Diduga Salah Gunakan Beras Rasta

Kades Doudolu di Polisikan, Diduga Salah Gunakan Beras Rasta

MASYARAKAT Desa Daudolu Kecamatan Rote Barat laut Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan Kepala Desa Daudolu Lidya Vani Raja ke Pihak kepolisian Rote Ndao dengan Laporan Dugaan pengelapan Beras Rakyat Prasejahtera (Rastra) yang diperuntukan bagi masyarakat. “kami sudah habis lapor dua hari lalu, tetapi harus kami kembali untuk kawal kasus ini, agar polisi serius, jadi kami ingin tahu prosesnya sudah sampai dimana, “Hal ini di sampaikan Tokoh Masyarakat Desa Daudolu Messakh Lani yang ditemui wartawan, Jumat 31 agustus 2018 pada saat berada dimako polres Rote Ndao.
Terpantau walau Piket dan Penyidik tidak berada di kantor, para warga masyarakat rela menunggu. “kami sudah dari pagi penyidik dan piket tidak ada, jadi kami tunggu untuk tanyakan perkembangan kasusnya, ”
Messakh Lani mengatakan semenjak putaran 1 pembagian Rastra yang dibagikan Kepada masyarakat kepada desa, Engan memberi tahu berapa banyak beras rastra yang diterima dan berapa jumlah kk penerima manfaat sosial pada desa daudolu.
Messak Lani sebagai masyarakat yang merasa dirugikan melaporkan dugaan pengelapan beras Rastra untuk masyarakat kepada pihak kepolisian pada tanggal 29 Agustus 2018 dengan nomor bukti laporan LP /66 / VIII /Res Rote Ndao. Pasalnya, pada periode Januari – Maret 2018 dari target 8000 Kg beras rastra yang harus dibagikan ke masyarakat Cuma menerima 4000 Kilo gram saja. Selain itu, sesuai SK Kementerian Sosial, dan yang berhak mendapatkan beras Rastra sesuai keputusan yang sudah di tetapkan di dalam SK itu hanya 199 kk pada desa daudolu, namun kenyatanya, ada 367 kk yang termasuk juga oknum ASN juga mendapatkan hak rastra yang berjumlah 8000 kg yang seharusnya diperuntukan untuk masyarakat kecil didesa daudolu yang kurang mampu. Tetapi, pada pelaksanaannya hanya 4000 kg saja yang direalisasi dan dibagikan kepada masyarakat penerima rastra desa Daudolu. Terpisah, kepala gudang Bulog kabupaten Rote Ndao, Yunus Sakan yang di temui media ini mengatakan untuk distribusi beras rastra yang disalurkan ke desa daudolu pada periode januari hingga maret sebanyak 5 ton 970 kilo gram yang terdiri dari 597 karung.
Yunus sakan Juga membenarkan, “Sesuai SK yang dikeluarkan Kementrian sosial penerima manfaat Rastra untuk desa Daudolu hanya 199 kepala keluarga (KK) saja jika dalam pelaksanaan Pembagian dan melebihi dari 199 kepala keluarga maka itu adalah tangung jawab dan kebijakan desa setempat, “Yunus Sakan Kepala Gudang Bulog Rote Ndao.
Untuk diketahui, proses pembagian beras Rastra untuk putaran kedua dan ketiga periode Juni-September sudah direalisasikan oleh pihak Bulog kepada Desa daudolu berjumlah 11 Ton 940 kilo gram dan sampai saat ini masyarakat penerima manfaat rastra belum di bagikan oleh pihak desa setempat.
Kapala Desa Daudolu Lidya Vani Raja , dihubungi wartawan via Telepon belum merespon hingga berita diturunkan. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.