Kakek Asal Flotim Sukses Bikin Sepeda Air Laut

Kakek Asal Flotim Sukses Bikin Sepeda Air Laut

 

SEORANG kakek bernama Faransiskus Saferi Deornai viral karena kreativitasnya. Kakek berusia 62 tahun ini berhasil menciptakan sepeda air laut dari bahan sederhana. Fransiskus merupakan warga kelurahan Lohayong, Kecamatan Larantuka, Flores Timur.
Dia meyakini dengan sepeda laut, wisatawan bisa menyeberangi dua pulau lain di Kabupaten Flores Timur, yakni, Pulau Adonara dan Pulau Solor.

Unik dan Inspiratif
Indonesia terkenal dengan keindahan alamnya. Wisata pantai dan laut adalah salah satu destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu untuk berlibur.
Ada satu cara unik untuk menikmati pesona pantai dan keindahan panorama laut, seperti yang dilakukan oleh seorang kakek ini. Faransiskus Saferi Deornai (62), warga kelurahan Lohayong, RT 06/RW 03, Kecamatan Larantuka, Flores Timur membuat sebuah sepeda laut yang Ia jadikan cara baru menikmati laut di wilayah pantai Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Faransiskus adalah seorang perajin peti keliling yang memiliki kegemaran berwisata di laut. Dari situ lah Ia menciptakan sepeda air, sebagai salah satu wahana untuk menikmati panorama laut di wilayah Flores Timur.
Ide menciptakan sepeda laut itu muncul saat Ia mengelilingi beberapa lokasi wisata di Pulau Flores. Dari semua lokasi yang dikunjunginya, belum pernah Ia temukan sepeda laut sebagai wahana transportasi mengelilingi laut.
“Kita punya alam yang indah, tetapi masih banyak keurangan fasilitas yang ada di lokasi wisata seperti sepeda air. Dengan adanya sepeda laut, wisatawan semakin betah di situ,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2020 dilansir dari Liputan6.com.
Ia mengaku, ide untuk membuat sepeda laut ini sejak beberapa tahun lalu, tetapi terhalang dengan pekerjaan. Ketika pandemi Corona Covid-19 yang mewajibkan semua tetap di rumah, waktu luang itu lah Ia gunakan untuk mewujudkan idenya.
Ia membuat sepeda laut ini dengan alat seadanya dan bahan yang dibelinya dari toko seperti sepeda, besi, pipa air, tripleks, as perahu motor, dan bahan viber. Lalu kakek ini mulai merancang sepeda laut. “Bahannya bukan ronsokan atau bahan bekas, tetapi bahan yang baru di beli dari toko. Karena kalau bahan rongsokan atau bekas akan cepat rusak dan tidak tahan lama,” katanya.
Setelah sepeda laut yang Ia buat selesai, sepeda yang berukuran kecil itu kemudian diuji coba. Berkat keuletannya, hasil karyanya itu mulai diujicobakan di salah satu lokasi wisata pada 7 Juni 2020 lalu.
Ia meyakini dengan sepeda laut, wisatawan bisa menyeberangi dua pulau lain di Kabupaten Flores Timur, yakni, Pulau Adonara dan Pulau Solor.
“Untuk penyebrangan ke wilayah Adonara dan Solor akan dibuat sepeda laut yang berukuran lebih besar lagi,” ungkapnya.

Berharap Perhatian Pemerintah
Ia berharap pemerintah daerah bisa menunjang usahanya demi mengembangkan wisata bahari. “Kalau pemerintah memberikan bantuan, saya akan perbanyak lagi, sehingga bisa digunakan di tempat-tempat wisata yang ada di Flores Timur,” tandasnya. ♦ tajukflores.com/merdeka.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.