Kasus Lakalantas Di SMA Negeri 1 Lobalain, Dilimpahkan Ke Kejari Rote Ndao

Kasus Lakalantas Di SMA Negeri 1 Lobalain, Dilimpahkan Ke Kejari Rote Ndao

SETELAH melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi – saksi, Penyidik Satlantas Polres Rote Ndao Akhirnya merampungkan Berkas Kasus Lakalantas di depan SMA Negeri 1 Lobalain yang mengakibatkan Satu orang Meninggal Dunia dan Satu orang lainnya Luka Berat.
Sebelum dilakukan Tahap II atas kasus tersebut, Penyidik Satlantas Polres Rote Ndao sudah pernah Satu Kali melimpahkan Berkas ke JPU dan dinyatakan P19, berdasarkan saran dan pendapat dari JPU Penyidik langsung bergerak cepat untuk memenuhi arahan dari kejaksaan hingga akirnya dinyatakan Lengkap.
Usai dinyatakan P21 oleh penyidik Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Tersangka dan barang Bukti dilimpahkan oleh Penyidik Satlantas ke Kejaksaan Negeri Rote Ndao Pada siang tadi Selasa 8 Mei 2018 ke Pihak Kejaksaan Negeri Rote Ndao Untuk Diproses lebih lanjut. Demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Rote Ndao IPTU Febrian Eko Putra, S.Ik saat kepada wartawan diruang kerjanya Selasa 8 Mei 2018. Dikatakannya, hari ini (Selasa_red) pihaknya telah menyerahkan Tersangka Kasus Lakalantas Yang terjadi beberapa bulan lalu usai mengikuti Kampanye Paket Lentera di Desa Mukekuku, dengan tersangka Herison Klaas Alias Heri (43). Penyerahan BB dan TSK tersebut dilakukan oleh Kanit Laka Satlantas Polres Rote Ndao Bripka Marlon E. Mada dan dua orang personil Laka dan diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadrian Suharyono, SH. Barang bukti yang diserahkan berupa 1 Unit Kendaran Roda Enam dengan nomor polisi DH 9024 GC yang digunakan Oleh Tersangka saat kejadian.
Menurut IPTU Febrian dalam Kasus tersebut Tersangka disangkakan telah Melanggar Pasal 310 ayat (3) dan (4) Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas dan angkutan Jalan dengan Ancaman Hukuman diatas 5 tahun. “Jadi untuk kasus ini kita gunakan dua ayat dalam pasal 310 UU nomor 22 tahun 2009, karena Korbannya dua orang yakni yang satunya luka berat dan yang satunya lagi meninggal Dunia, untuk korban yang luka berat maka Tsk kita sangkakan Pasal 310 ayat (3) dengan Ancaman Hukuman 5 tahun penjara sementara untuk Korban Meninggal Duni maka Tsk kita kenakan Pasal 301 Ayat (4) dengan Ancaman Hukuman diatas 5 tahun penjara” Ungkap Febrian.
Masih menurut Febrian, dengan dilakukannya Tahap II maka seluruh Proses penyidikan terhadap Kasus tersebut dinyatakan Telah selesai, tinggal dilanjutkan dengan Proses penuntutan dan putusan yang merupakan Domain dari JPU dan Majelis Hakim. Sebelum TSK diantar ke Kantor Kejaksaan untuk diserahkan, Kasat Lantas Polres Rote Ndao sempat memberikan Peneguhan kepada Tsk dan juga istri tersangka untuk menerima proses ini secara Iklas, dan jadikan musibah ini sebagai ujian yang harus dijalani oleh setiap Manusia yang beriman.
“Ibu dan juga bapak, jangan terlalu terbawa dengan suasana sedih, beginilah hidup, yakinlah bahwa dibalik kesusahan yang kita alami hari ini pasti ada kebahagiaan yang telah Tuhan rencanakan bagi kita, ibu jangan terlalu larut dalam situasi ini, bapak juga jalani semua proses hukum secara baik, hargai semua proses yang akan bapak Lewati, yakin dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk bapak selama Proses Hukum ini berjalan” kata Iptu Febrian kepada Tsk dan istri, yang disambut dengan Tangis haru dari Istri Tersangka
Untuk diketahui, Herison Klaas ditetapkan sebagai Tersangka setelah truck yang dikendarainya yang mengangkut puluhan masa yang saat itu baru saja pulang dari Kampanye Lentera di Desa Mukekuku mengalami kecelakaan tepat di depan SMA negeri 1 Lobalain. Akibat Kecelakaan tersebut Dua Orang penumpang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, namun Satu dari Kedua Korban tersebut akhirnya meninggal dunia sementara korban luka Berat akirnya dilarikan ke RSUD WZ Yohanes Kupang. ♦ beritantt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.