Kejaksaan Rote Ndao Tangani Tujuh Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Kejaksaan Rote Ndao Tangani Tujuh Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

 

KEJAKSAAN Negeri Rote Ndao mencatat selama 2019-2020 ada 7 kepala desa diwilayah Kabupaten Rote Ndao yang dilaporkan oleh masyarakat diduga melakukan tindak pidana korupsi dan menyalahgunakan anggaran dana desa (ADD). Dua ditangani Polres Rote Ndao dan 5 oleh kejaksaan Negeri Rote Ndao, sehingga totalnya mencapai 7 kasus. Kini sebagian sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Kupang.
Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Indra Hadiyanto, Kepada wartawan disela-sela memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-60, Kejaksaan Negeri Rote Ndao, Rabu (22/7/2020) mengatakan, ketujuh kepala desa yang dilaporkan tersebut rata-rata diduga melakukan pembangunan tidak sesuai dengan apa yang telah menjadi ketentuan dan ada yang sudah dilimpahkan, sebagian masih dalam tahap penyelidikan, terbaru belum ada tersangka ataupun naik prosesnya ke pengadilan, ” ujar dia kepada wartawan, Rabu 27 Juli 2020.
Sementara itu, lanjut Indra Hadiyanto, untuk terbaru ditahun ini belum ada laporan ataupun temuan terkait penyalahgunaan dana desa. Mengingat pelaksanaannya baru berjalan dan belum bisa terlihat laporan pengelolaannya.
“saya tidak bisa sebutkan inisial dan desa karena semua masih ditangan tim Pidana khusus (pidsus), sehingga saya tidak bisa sebutkan kelima desa yang ditangani kejaksaan dan termasuk dua yang ditangani polres Rote Ndao, ” kata dia.
Indra Hadiyanto Menegaskan, pihaknya akan memprotes siapa saja kepala desa yang melanggar aturan secara pidana.
Menurutnya, Pihak Kejaksaan menerima beberapa laporan terkait kepala desa yang diduga melakukan penyalahgunaan anggaran. Namun, dia berharap ke depan tidak ada lagi kepala desa yang tersangkut dalam masalah hukum. “Pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana besar agar di tingkat desa juga ada pembangunan. Makanya harus dijalankan secara optimal dengan mengacu pada regulasi yang ada. Saya harap tidak ada lagi laporan atau temuan penyalahgunaan. Pengelolaan dana desa harus murni untuk pembangunan di desa, ” pungkasnya. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.