Kejari Kota Kupang “Ninabobokan” Kasus DAK

Kejari Kota Kupang "Ninabobokan" Kasus DAK

HINGGA saat ini kasus dugaan korupsi penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) SMA/SMK pada Dinas Pendidikan Kota Kupang Tahun 2015 lalu belum jelas arahnya kemana.
Pasalnya, setelah tim penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang menetapkan lima orang sebagai tersangka sejak tahun 2018 lalu, Kejari Kota Kupang tidak menindaklanjuti kasus itu hingga saat ini dan terkesan di “ninabobokan”.
Kajari Kota Kupang, Winarno yang pernah dikonfirmasi wartawan di Kantor Kejati NTT, mengaku bahwa kasus itu segera dibawa ke Pengadilan Tipikor Kupang. Namun, nyatanya berbeda jauh dengan pernyataan Kajari Kota Kupang ini. Sebelumnya dipastikan kasus itu akan dibawa ke Pengadilan Tipikor Kupang usai liburan natal 3018 dan tahun baru 2019.
Namun, hingga usai liburan natal 2018 dan tahun baru 2019, kasus itu tidak kunjung tiba di Pengadilan Tipikor Kupang.
Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang, Fredix Bere yang dihubungi wartawan, Senin (28/1) tidak merespon hingga berita ini diturunkan.
Sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang mengatakan bahwa dalam kasus DAK Kota Kupang telah ditetapkan lima orang sebagai tersangka diantaranya, Nikodemus Salean, Welem Karel Lay, Jefri Morisd Soleman Luik, Herman Riwu Jetta, dan Yacob Lotte. Dalam kasus itu, negara mengalami kerugian hingga Rp 588.416. 718 berdasarkan perhitungan ahli dari BPKP perwakilan NTT. Dan, hingga saat ini kelima tersangka kasus itu tidak ditahan oleh Kejari Kota Kupang. ♦ kriminal.co

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.