Kellaba Maja Sabu, juara I API 2018

Kellaba Maja Sabu, juara I API 2018

OBJEK wisata Kelabba Maja di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, NTT dinobatkan sebagai Surga Tersembunyi Terpopuler, dan meraih juara I dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.
“Obyek wisata kami Kellaba Maja telah meraih juara pertama API 2018 untuk kategori Surga Tersembunyi Terpopuler,” kata Penjabat Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke ketika dihubungi Antara dari Kupang, Jumat 16 November 2018.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua telah menerima undangan dari penyelenggara kegiatan untuk menerima penghargaan tersebut di Jakarta dalam bulan ini.
Nikodemus mengapresiasi raihan juara tersebut dan menurutnya akan memberikan dampak positif bagi perkembangan dan promosi pariwisata di Sabu Raijua.
“Kami, pemerintah dan masyarakat berterima kasih dan bersyukur bahwa ternyata Kellaba Maja semakin dikenal orang. Ini tentu akan menguntungkan daerah kami,” katanya.
Menurutnya, ajang API 2018 menjadi pintu masuk promosi obyek wisata secara cuma-cuma dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat secara langsung melalui vote. Penjabat Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke. (ANTARA Foto/Asis Lewokeda) Perolehan juara ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa turis domestik dan mancanegara sudah mengetahui objek wisata Kellaba Maja yang terkenal dengan bukit warna warni atau batu keseimbangan itu.
“Kami yakin ke depan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Sabu Raijua karena daya tarik objek wisata Kellaba Maja ini sudah banyak diketahui orang,” katanya.
Nikodemus menambahkan, selanjutnya, pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai persiapan terutama infrastruktur pendukung seperti akses jalan menuju lokasi wisata tersebut.
“Akses jalan sementara diperbaiki, bahkan sudah dari awal sebelum ajang API ini. Selain itu masyarakat di sekitar Kellaba Maja juga sudah mulai menata destinasi tersebut,” katanya.
Obyek wisata Kelabba Maja di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, NTT dinobatkan sebagai Surga Tersembunyi Terpopuler, dan meraih juara I dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.

Sabu Raijua belajar pariwisata di Yogyakarta
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah mengirim sekitar delapan warganya untuk mempelajari pengembangan sektor usaha pariwisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Warga yang kami kirim ini untuk studi tiru di Yogyakarta terkait pengembangan usaha untuk potensi wisata alam di daerah kami,” kata Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin 19 November 2018.
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan upaya pengembangan sumber daya manusia di daerahnya dalam membuka usaha di sektor pariwisata di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dijelaskannya, pemerintah setempat ingin memperbanyak titik-titik destinasi wisata di Sabu Raijua terutama sesuai potensi yang dimiliki di antaranya wisata alam perbukitan, laut dan pantai, maupun kampung adat.
Ia mencontohkan salah satunya adalah pengembangan objek wisata bukit warna warni dan batu keseimbangan di Kellaba Maja.
“Beberapa warga yang kami kirim untuk studi tiru ini setelah pulang mereka mulai membersihkan objek wisata kemudian ditata lebih lanjut sehingga lebih menarik,” katanya.
Nikodemus menjelaskan pada spot tertentu objek wisata, warga yang sudah melakukan studi tiru akan membuka usaha wisata.
Misalnya, lanjutnya, menyediakan tempat istrihat, kuliner, maupun tempat bagi para pengunjung untuk kebutuhan berpose dan sebagainya. “Sehingga nanti ada keuntungan bagi warga lokal. Mereka yang kami kirim ini masing-masing mengembangkan usaha wisata di delapan titik objek wisata,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya juga terus mendorong peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat agar menata dan mengembangakan objek wisata.
“Tahun ini beberapa desa juga sudah menyiapkan anggaran desanya untuk pengembangan kampung wisata,” katanya.
Kabupaten Sabu Raijua resmi menjadi salah satu kabupaten di Provinsi NTT pada Oktober 2008. Kabupaten ini hasil pemekaran dari Kabupaten Kupang.

Pembangunan jalan menuju Kellaba Maja tuntas 2018
Hampir semua obyek wisata di Nusa Tenggara Timur mengalami problem yang sama, yakni masih minimnya ketersediaan infrastruktur jalan dari pusat kota terdekat menuju obyek wisata bersangkutan.
Hampir semua obyek wisata di Nusa Tenggara Timur mengalami problem yang sama, yakni masih minimnya ketersediaan infrastruktur jalan dari pusat kota terdekat menuju obyek wisata bersangkutan.
Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika banyak obyek wisata yang memiliki nilai jual tinggi, sering dilewati begitu saja oleh wisatawan karena tidak ada sarana jalan untuk menjangkau obyek wisata yang maha hebat seperti bukit warna warni Kellaba Maja di Pulau Sabu, NTT.
Wakil Bupati Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Nikodemus Rihi Heke mengemukakan bahwa pembangunan jalan menuju objek wisata Kellaba Maja yang menjadi destinasi unggulan di daerah itu akan tuntas pada 2018.
“Akses jalan ke Kellaba Maja lebih dari 25 kilometer dari pusat kota, sekarang sedang dibangun dan akan tuntas tahun ini,” katanya ketika dihubungi Antara dari Kupang, Jumat 16 November 2018.
Ia mengatakan pembangunan jalan tersebut semestinya selesai pada November tahun ini, hanya saja pihak kontraktor mengalami sedikit hambatan. “Kami sudah menggelar rapat bersama dan mendorong agar pembangunan segera dituntaskan pada akhir 2018,” kata Nikodemus.
Ia menambahkan pembangunan jalan menuju obyek wisata Kellaba Maja menjadi prioritas pemerintahan Kabupaten Sabu Raijua, karena merupakan objek wisata unggulan di daerah itu yang semakin banyak dikenal berbagai kalangan.
Di sisi lain, lanjutnya, Kellaba Maja juga meraih juara melalui vote masyarakat masyarakat domestik maupun mancanegara dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 dengan kategori wisata Surga Tersembunyi Terpopuler. “Artinya kan ke depan akan ada banyak orang bisa berdatangan di sini, sehingga akses jalan ini perlu kami siapkan dengan baik,” katanya sambil mengharapkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kellaba Maja agar dapat menata objek wisata itu secara baik,” ujarnya. ♦ antaranews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.