Kelompok Cipayung: Cacat proses pencabulan Anak oleh Polres Kabupaten

Kelompok Cipayung: Cacat proses pencabulan Anak oleh Polres Kabupaten

KELOMPOK Cipayung menilai pihak Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kupang lambat dan cacat dalam menangani kasus pencabulan anak dibawah umur atas korban SM yang dilakukan oleh Zainal Akbar (70) seorang pengusaha tambak garam di Desa Pantai Beringin, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Kasus pencabulan sekaligus disebut keluarga sebagai tindakan perbudakan seks anak dibawah umur diduga telah bungkam oleh pihak polres Kabupaten Kupang selama 5 bulan sejak dilaporkan pihak keluarga pada Februari lalu.
Dihubungi via whatsapp pada Kamis 1 AGustus 2019 oleh lenterakatulistiwa Perwakilan Cipayung yang adalah Ketua GMKI Cabang Kupang, Ferdinand Umbu Tay Hambandima mengatakan bahwa dari keterangan yang telah disampaikan wakil direktur Kriminal Umum (Wadirkrimsus) Polda NTT AKBP Anthon CH Nugroho maka kita bisa menilai ternyata di tingkat kepolisian selain penanganan kasus yang sangat lambat juga terjadi proses yang cacat. Hal ini dikarenakan menurut Nugroho kasus ini sudah masuk pada tahap Sidik namun belum ada penetapan tersangka. Saksi belum semua di ambil Berita Acara Pemeriksaannya.
Tegas Ferdinand, “Kasus ini tidak akan kami biarkan, akan terus kami kawal sampai keadilan ditegahkan. Bagi siapapun yang melakukan konspirasi bahkan bertujuan untuk membungkam kasus ini harus diadili sesuai Undang-undang yang berlaku. Mosi tidak percaya pada Polres Kabupaten Kupang telah diajukan kepada Polda NTT.” Pada Rabu 31 Juli 2019, Kelompok Cipayung telah melakukan audiensi dengan pihak Direskrimum Polda NTT untuk menindaklanjuti tuntutan aksi pada 22 Juli 2019. Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua GMKI Kupang Ferdinand Umbu Tay Hambandima, Ketua PMKRI Kupang Adrianus Oswin Goleng, Ketua PMII Kupang Syarifuddin Amri, Sekjen GMNI Kupang Ary Kono dan perwakilan keluarga korban. Pihak Polda NTT melalui Wadirkrimsus Polda NTT AKBP Anthon CH Nugroho dalam Audiensi menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut dikontrol oleh pihak Polda NTT. Pihak penyidik Polres Kabupaten Kupang tetap melaksanakan penanganan sesuai prosedur. ‚ô¶¬†lenterakhatulistiwa.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.