Keluarga Tomboy desak PTUN dan PN Kupang batal sertifikasi

Keluarga Tomboy desak PTUN dan PN Kupang batal sertifikasi

KELUARGA Tomboy mendesak PTUN dan Pengadilan Negeri Kota Kupang membatal sejumlah sertifikat yang diduga berindisikasi bermasalah. Keluarga Tomboy yang dikoordinator Kopong Udang yang menggiring sejumlah orang melakukan demo di PTUN Kupang dan Pengadilan Negeri pada Senin 22 Oktober 2018 melakukan dialog di PTUN dan PN Kota Kupang.
Seperti isi pressreslease Kopong Udang bersama sejumlah pendemo menuntun dua lembaga ini agar memperhatikan keputusan MA RI Nomor 281/K/Pdt/2014 tanggal 20 Juni yang menegaskan dan mengakui Sofia Baloe Tomboy sebagai pemilik waris yang sah.
Mendesak PTUN dan PN Kota Kupang untuk memperhatikan prinsip-prinsip kedilan untuk memberikan rasa adil bagi seluruh masyarakat di Kota Kupang, memohon gubernur NTT memperhatikan hak-hak rakyat para pemilik tanah di Kota Kupang.
Pendemo juga meminta PTUN dan PN Kupang segera melakukan pembatalan penerbitan sertifikat yang dilakukan BPN Kota Kupang atas lima kavling tanah di Oebufu yang berjumlah 5 kavling tanah atas nama keluarga Yapola pada 2016.
Menurut Kopong Udang penerbitan sertifikat tanah tidak sesuai prosedur dan cacat hukum tidak berdasar. Dalam demo ini, diikuti sertakan anak dan remaja dibawa umur untuk membentang spaduk. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.