Kemenag Papua Studi Banding Pengelolaan Taman Seminari di Sikka

Kemenag Papua Studi Banding Pengelolaan Taman Seminari di Sikka

KEMENTERIAN Agama wilayah Provinsi Papua melalui Bimas Katolik pada Jumat 1 November 2019 pagi melakukan studi banding terkait pengelolaan taman seminari di Taman Seminari Flos Carmeli, di Namangjawa, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka. Taman Seminari Flos Carmeli sebagai lembaga pendidikan untuk jenjang anak usia dini tersebut, dipilih oleh bidang Bimas Katolik Kemenag Papua karena dinilai menjadi model pengelolaan taman seminari yang sudah maju.
Dalam studi banding ini dari Kemenag Papua mengikutsertakan 2 orang kepala sekolah pengelola taman seminari di Papua yakni Kepala Sekolah Taman Seminari Reinha Rosari Arso dan Kepala Sekolah Taman Seminari Santa Teresia Arso.
Ketua Komite Taman Seminari Flos Carmeli, Yosef Nong Soni menyampaikan terimakasih kepada pihak Kemenag Papua yang memilih lembaga pendidikan anak usia dini ini sebagai tempat studi banding.
Ia mengatakan, pengelolaan Taman Seminari Flos Carmeli yang baru berjalan 2 tahun lebih ini oleh Kongregasi Suster Carmel telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Anak usia 2 – 4 tahun yang belajar di lembaga pendidikan ini, tidak hanya punya kemampuan motorik, kognitif dan bahasa, lebih dari itu juga terbina secara emosial, sosial dan spiritual Katolik. Sementara itu, Kepala Bidang Bimas Katolik Kemenag Papua, F. Kariyanto mengungkapkan, pendidikan Katolik menjadi penting karena merupakan tonggak dasar untuk membuat orang menjadi lebih baik yang mana dengan pembinaan dari usia dini melalui taman seminari. Ia mengaku, pihaknya memilih Sikka sebagai tempat studi banding karena melihat daratan Flores pada umumnya memiliki nilai karakteristik keagamaan Katolik yang sangat kuat.
Lanjutnya, pendididikan katolik bagi anak usia dini yang ada di wilayah Flores terutama di Sikka ini akan menjadi basis atau model bagi pengembangan taman seminari yang ada di Papua. “Studi banding ini, kita akan mengamati secara langsung bagaimana pengembangan dan penyelenggaraan pendidikan di Taman Seminari Flos Carmeli, yang nantinya akan kita terapkan di taman seminari yang ada di Papua,”ungkapnya.
Kepala Kantor Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sikka, Antonius Nggaa Rua, S.Ag mengatakan sebagai instansi pemerintah yang menaungi pembinaan taman seminari dan juga sekolah menengah agama Katolik, pihaknya mengapresiasi langkah dari Kemenag Papua melalui Bidang Bimas Katolik yang mau mendatangi Sikka dan belajar terkait pengelolaan taman seminari. “Fokus taman seminari adalah pendidikan karakter anak sejak usia dini yang berbasis injil dengan penanaman nilai dan spiritualitas kekatolikan. Ini nilai lebihnya,”ungkapnya.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya juga sedang dalam tahapan sosialisasi bagi pengelola yayasan pendidikan, jika yayasan pengelola ingin mendirikan taman seminari, maka akan dibantu oleh Kementrian Agama Kabupaten Sikka.
Terpisah, Kepala Taman Seminari Flos Carmeli, Suster Maria Dolorosa, INSC mengungkapkan, taman seminari ini bermula dari kelompok bermain anak. Melalui komunikasi yang intensif dengan pihak Kementrian Agama Kabupaten Sikka, maka pihaknya pun merubah Kelompok Bermain Anak ini menjadi sebuah taman seminari. “Taman Seminari Flos Carmeli izin operasionalnya sejak 8 Juli 2017. Saat ini ada 86 anak yang terbagi dalam kelas A1, A2 dan Kelas B1, B2,”ungkap Suster Maria Dolorosa. Dirinya mengaku kaget dan sempat tidak percaya, taman seminari yang baru berusia 2 tahun ini dipilih oleh Kemenag Papua sebagai tempat studi banding.
“Ini jauh dari ekspektasi saya. Terimakasih sudah memilih sekolah kami sebagai tempat studi banding. Apa yang kami praktekkan dan alami, akan kami sharingkan semuanya,”ungkap Suster Maria Dolorosa. ‚ô¶¬†kumparan/mario wp sina

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.