Kepsek Bersama Iparnya Kelola Dana BOS SMPN 15 Kota Kupang

Kepsek Bersama Iparnya Kelola Dana BOS SMPN 15 Kota Kupang

SEKOLAH Menengah Pertama Negeri 15 Kota Kupang mendapat sorotan tajam baik dari kalangan internal maupun eksternal menyangkut pengelolaan dana BOS.
Setelah SD Inpres Liliba yang sedang disidik Tipikor Polda NTT, kemudian SD GMIT Kolhua yang masih menjadi pergunjingan publik menyangkut pengelolaan dana BOS yang diduga tidak sesuai dengan juknis, kini aroma tak sedap menyangkut dana BOS menyasar SMP Negeri 15 yang berada di Kelurahan Manulai II Di kecamatan Alak.
Seorang guru PNS sebut saja Doni yang didampingi rekan kerjanya sempat mengisahkan carut marutnya pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut kepada radarntt secara khusus Kamis, 17 Oktober 2018. “Hampir lima tahun terakhir tidak ada rapat yang melibatkan dewan guru dan komite sekolah. Pokoknya kepala sekolah diam diam saja dan malas tahu pak!.
Pengelolaan dana BOS disini tidak jelas RKAS dan RABS kami tidak pernah lihat, kita semua tidak ada yang tahu wujudnya, kata Doni dengan nada kesal. “Bayangkan untuk pemenuhan kebutuhan ATK saja tidak mencukupi seperti kertas dan spidol, semua seperti tidak masuk akal, saat mid semester saja tidak ada konsumsi, imbuhnya. Pokoknya disini tidak ada transparansi pak, apalagi bendahara keuangan dana BOS ipar kepsek sendiri, tegas Doni.
Selain itu seorang tenaga honor di SMP Negeri 15 yang enggan disebutkan namanya sempat ditemui wartawan di sekolah itu dan mengatakan hal yang serupa terkait perilaku kepala sekolah yang tertutup terkait pengelolaan dana BOS yang sudah berlangsung bertahun tahun (Jumat, 19/10/2018).
Saya saat menerima gaji honor selalu tidak pernah genap, misalnya seharusnya terima tiga bulan sekaligus, tetapi oleh bendahara BOS hanya diberikan honor dua bulan saja dan sisanya pada realisasi triwulan berikutnya dengan alasan uang tidak cukup, kata tenaga honor itu. Untuk diketahui Kepala Sekolah SMP Negeri 15 Kota Kupang dijabat oleh Adi Tjahyono Bakker sejak akhir tahun 2013, sekolah itu memiliki 36 guru, 4 tenaga honor dan 436 siswa. Sedangkan Bendahara Keuangan dana BOS dijabat oleh Sofia Duka Djuma yang ditegaskan sejumlah guru adalah ipar kandung sang kepala sekolah.
Saat dikonfirmasi radarntt via seluler, Kepala Sekolah SMPN 15 Adi Tjahyono Bakker mengakui bahwa Bendahara Keuangan BOS adalah ipar kandungnya, dan menurutnya tidak masalah. Selain itu ia mengungkapkan, baru baru ini bendaharanya mengikuti Bimtek dan diarahkan untuk segera menyelenggarakan rapat bersama dewan guru dan komite sekolah. Menurutnya sudah beberapa kali mengadakan rapat untuk menyusun RKAS bersama dewan guru dan komite.sekolah. “Kami punya notulen rapat kok,” imbuh Adi Tjahyono.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi sekolah tampak tembok gedung dan isi ruang kelas jauh dari kesan rapi dan teratur, bangku siswa tidak disusun teratur dan beberapa meja jauh dari kesan layak, beberapa tembok dipenuhi coretan spidol.
Dan yang paling mengherankan adanya pembangunan kelas baru tanpa papan proyek, Pokoknya di SMPN 15 serba misterius dan terselubung pak ! tandas salah seorang pegawai honor. ♦ radarntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.