Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, Ny. Yuni Darmayanti, SE : Keluarga, kunci membangun karakter bangsa

Ketua TP PKK Kabupaten Lembata, Ny. Yuni Darmayanti, SE : Keluarga, kunci membangun karakter bangsa

KETUA Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ny. Yuni Darmayanti, SE mengatakan, keluarga merupakan kunci dalam membangun karakter anak bangsa. Keluarga merupakan pilar bangsa. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak untuk tumbuh kembang dan mengembangkan potensi setiap anggota keluarga serta memenuhi kebutuhan akan asah, asi dan asuh. Impian kita adalah, menciptakan keluarga yang berkualitas, sejahtera lahir dan batin. Karena itu, keluarga harus memiliki ketahanan, ulet dan mandiri dalam membangun keluarga yang sejahtera. Keluarga berkualitas juga ditentukan oleh sebuah perkawinan yang sah sesuai regulasi yang berlaku. 

Yuni Darmayanti mengatakan hal itu dalam sambutannya, Selasa, (30/7) di Taman Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata saat pencanangan Lembata menjadi Kabupaten Layak Anak oleh Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dengan ditandai pemukulan Gong dan pernyataan deklarasi. Lebih lanjut, Yuni Darmayanti mengakui, saat ini peran keluarga semakin bergeser dari kemajuan teknologi dan informasi, apakah orangtua sekarang selalu mendampingi anak belajar, bermain bersama, berdoa bersama dan makan bersama? Faktanya, anak dibiarkan belajar sendiri tan tak didampingi mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah) yang ditugaskan sekolah. Singkatnya anak ditelantarkan karean kesibukan orangtua masing-masing. Tidak menyisihkan waktu untuk bersama anak dalam keluarga. Karena itu, saat ini sudah waktunya dicanangkan waktu bersama keluarga yang dimulai pada jam 18.00 sampai dengan jam 21.00 Wita untuk belajar bersama, bermain bersama, berdoa bersama dan makan bersama.
Pada hakekatnya, keluarga itu berkumpul, keluarga bermasyarakat, keluarga berdaya dan keluarga berbagi. Semua ini lanjut Yuni Darmayanti, tidak bisa lepas dari 8 Fungsi keluarga yang amat penting dan strategis yang selama ini didengungkan pada Program Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Yakni Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosial dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi dan Fungsi Pemeliharaan Lingkungan.
Alangkah indahnya, jika patut dijelaskan secara rinci 8 Fungsi Keluarga agar diketahui dan laksanakan secara bertanggungjawab oleh keluarga dan masyarakat di daerah ini : (1) Fungsi Agama, agama adalah kebutuhan dasar bagi setiap manusia yang ada sejak dalam kandungan. Keluarga adalah tempat pertama bagi seorang anak untuk mengenal agama. Dalam fungsi agama terdapat 12 nilai dasar yang mesti dipahami dan ditanamkan dalam keluarga yaitu : Iman, Taqwa, Kejujuran, Tenggang Rasa, Rajin, Suka Membantu, Disiplin, Sopan santun, Sabar dan Iklas, Kasih Sayang.
(2) Fungsi Sosial Budaya , Manusia adalah makluk sosial, ia bukan hanya membutuhkan orang lain tetapi juga ia membutuhkan interaksi dengan orang lain. Keluarga sebagian dari masyarakat diharapkan mampu mempertahankan dan mengembangkan sosial budaya setempat. Dalam fungsi sosial budaya ada 7 nilai dasar yang harus dipahami dan ditanamkan dalam keluarga yaitu : Gotong Royong, Sopan Santun, Kerukunan, Peduli, Kebersamaan, Toleransi dan Kebangsaan. (3) Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, mendapatkan cinta dan kasih sayang adalah hak anak dan kewajiban orang tua untuk memenuhinya. Ada 8 nilai yang mesti dipahami dan ditanamkan dalam keluarga yaitu, Empati, Akrab, Adil, Pemaaf, Setia, Suka Menolong, Pengorbanan, dan Tanggung Jawab. (4) Fungsi Perlindungan, keluarga berfungsi sebagai tempat berlindung bagi anggota keluarganya. Ada 5 nilai dasar yang perlu ditanamkan dalam keluarga adalah : Aman, Pemaaf, Tanggap, Tabah, dan Peduli.
(5) Fungsi Reproduksi, informasi tentang fungsi reproduksi bagi Remaja sangat penting dan hal ini harus dimulai dalam keluarga. Seperti informasi tentang subur, kehamilan, seks bebas, PMS NAPZA dan HIV/AIDS. Ada 3 nilai dasar reproduksi adalah, Tanggungjawab, Sehat (sehat reproduksi), Teguh (mampu menjaga kesucian organ reproduksi sebelum menikah). (6) Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, pada dasarnya manusia adalah makluk sosial. Artinya, manusia dalam kehidupannya saling membutuhkan satu sama lain. Hidup secara berkelompok dan bermasyarakat dan sistem sosial terkecil adalah keluarga. Keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anaknya. Ada 7 nilai dasar dalam fungsi sosialisasi dan pendidikan yaitu, Percaya Diri, Luwes, Bangga, Rajin, Kreatif, Tanggung jawab, Kerjasama. (7) Fungsi Ekonomi, ekonomi keluarga adalah pembahasan yang berkaitan dengan proses permintaan dan pemenuhan kebutuhan dalam keluarga. Ada 3 jenis kebutuhan yaitu, Kebutuhan Primer, Kebutuhan Sekunder dan Kebutuhan Tersier. (8) Fungsi Lingkungan, kemampuan keluarga dalam kelestarian lingkunagn merupakan langkah yang positif. Ada 2 nilai dasar yang harus dipahami dan ditanamkan dalam keluarga yaitu, Bersih dan Disiplin.
Sedangkan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur usai deklarasi Lembata Kabupaten Layak Anak, menyampaikan pesan yang sarat makna. “Tanggung jawab kita sebagai orangtua yang paling penting adalah menyiapkan masa depan anak yang lebih berkualitas lahir batin dari baik secara ilmu pengetahuan, iman dan taqwa. Kita harus menyiapkan generasi muda kita secara sehat, cerdas dan sejahtera.
Kuncinya adalah dimulai dengan tanggung jawab dari dalam keluarga sebagaimana tema yang menarik, Cinta Terencana, dan cinta keluarga serta kasih sayang menjadi pilihan tepat”, ujar Sunur. Kualitas generasi muda saat ini, lanjut Sunur, juga peduli terhadap lingkungan hidup, khususnya peduli kebersihan. Karena itu, jika kalian kembali dari Taman Kota Lewoleba ini, mestinya wajib menenteng sampah untuk diletakan pada tempatnya yang telah disediakan. ♦ tim dinas kominfo lembata

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.