Kisah nyata cinta Dorus dan Fransika dari Kota Baru Ende

Kisah nyata cinta Dorus dan Fransika dari Kota Baru Ende

INI bukan kisah fiktif. Adalah Dorus Nusa, pensiunan dari Hotel Sasando Kupang berusia 57 tahun dan Fransiska Djawa juga dari Kota Baru Ende Utara. Kedua segera melangsungkan nikah suci di Gereja TDM Kupang 16 November 2018. Keduanya berbeda usia cukup jauh. Dorus Nusa berusia 57 tahun dan Fransiska baru 29 tahun. Jika bertemu berdua jalan bergandengan tangan mesra, keduanya layak Bapak dan Anak.
Kisah ini bermula pada Januari 2018, Dorus bermain-main Face Book di Hand Phonenya. Tak disangka ketika itu berjumla dengan sosok gais cantik dan Dorus pun meminta berkawan. Langsung Fransiska menyatakan kesiaan berkawan dengan Dorus. “Waktu saya tanya kepada Fransiska, saya bilang nona asal dari mana. Dijawab bilang dari Ende. O, jao’ dari Ende juga. Saya tanya lagi, kampung apa, Fransiska jawab bilang berasal dari kampung Kota Baru Ende utara. Dalam hati saya bilang, oe kita ternyata satu kampung. Jarak hanyasekitar 100 meter bertetangga. Ade masih gadis ko, tanya saya. Dijawab bilang masih sendiri. Saya bilang sama dengan saja. Tetapi saya duda, sudah 8 tahun ini. Saya masih cari janda. Kalau Fransiska sudah banyak pacara e. Dijawab memang banyak, tetapi belum ada yang cocok. Saya mau dengan laki-laki yang saat ini baku curhat. Saya bilang, benar ko. Tetapi saya ni duda sudah tua, sedangkan kamu masih gadis. Ya saya mau.”
Komunikasi romantisme antara dua manusia berbeda lawan jenis ini terus berlanjut. Janji Frans isku akan datang ke Kupang terbukti. Sekitar Februari 2018 sampai di Kupang dan menjmpai Dorus. Tali cinta mulai terikat dalam diri keduanya. Karena Fransiska bekerja di Jakarta, maka kembali lagi ke Jakarta untuk pamit pada majikan.
Janji Fransiskan terbukti karena kembali ke Kupang menjumlai ke kasihnya Dorus si pemilik 9 kamar kost di bilangan TDM. Maka kedatangan Fransiska kedua kalinya membuktikan menyerahkan cintanya kepada Dorus. Kedua menetap di Kupang. Di balik kisah cinta, ada sedikit kisah piluh. Menurut Dorus, pada beberapa waktu lalu, Dorus tidak mengajak Fransiska bersama ke Djawa untuk mewisuda puteri anak Dorus dengan isteri pertama di Kediri. Karena stress, Fransiska ke guguran kandungan.
“Ya saya stress, karena Dorus ke Jawa tidak ajak saya. Dalam hati jangan-jangan Dorus cari perempuan lain. Di Kupang juga saya sangat cemburu kalau Dorus pergi sendiri. Saya pernah ikut ojek pantau. Untung Dorus tidak cari perempuan lain,” ceritera Fransiska.
Kini cinta dua anak manusia dari satu kampung ini, tinggal menanti waktu yaitu saling ikat janji di depan altar Tuhan 16 November 2018. Inila cinta buta yang tidak berpatok pada batas usia. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.