Kisah Nyata Silpa Mariance Asamau Asal Alor

Kisah Nyata Silpa Mariance Asamau Asal Alor

♦ Tips Merawat Keluarga Yang Strees Berat

 

ADALAH Silpa Mariance Asamau yang disapa Nona, anak ketiga dari lima bersaudara dari Ibu Kristina Seda dan Imanuel Asamau (Almarhum) sejenak mengiris sanubari kita. Pengalamanya walau relative masih muda, tetapi beriliku. Dalam obrolan singkat dengan EXPONTT Rabu 11 Maret 2020 melalui WA, Mariance Asamau mengijinkan, kisah yang diunggah di FB boleh di ekspose. Kisahnya di unggah di Facebook menggugah hati kita umat beriman.
“Tidak banyak yang tahu, dibalik perjuangan saya dengan beasiswa LPDP Kementerian Keuangan RI dan studi selama dua tahun terakhir, saya dan istri Wany Here Wila juga harus berjuang menyembuhkan adik kami, Nona.
Dia anak ketiga setelah saya, yang menemukan jodoh asal Manokwari-Papua saat kuliah di Solo. Namanya Mecky Ullo, anaknya baik sekali, perhatian dan penyayang. Merekapun menikah di Alor, dan dikaruniai seorang anak perempuan manis dan cerdas. Singkat cerita, setelah menikah Mecky pamit ke Solo untuk mengikuti ujian skripsi dan wisuda, namun tidak pernah kembali. Dia menghilang. Ketika Nona tahu Mecky sudah ada istri dan anak lagi di Papua, dia masih tetap tenang. Ketika anaknya sebut-sebut nama bapaknya, dia pun menjelaskan dengan baik, kalau bapaknya lagi wisuda. Namun, gosip dan gunjingan sudah mulai bermunculan di sekitar. Semua ditujukan ke Nona. Nona pasti kena kutukan. Nona pasti begini. Nona pasti begitu.
Awalnya dia cuma stress biasa, dan masih sempat curhat. Tapi lama – kelamaan, dia mengurung diri, tidak mau makan, dan akhirnya stress akut dan menjadi gila. Sudah tidak bisa diajak komunikasi. Bawaannya selalu curiga kepada setiap orang yang datang, kalau-kalau mereka akan membicarakan dia. Membicarakan pernikahan dia yang gagal. Dan ini berlangsung hampir dua tahun, dia hanya hidup di jalan sambil sesekali menggendong anaknya. Mengejar orang dengan parang dan benda tajam. Merusak rumah, dan tidak jarang memukul mama yang tinggal sendirian dengan Nona. Sampai ada warga yang menangkap dan memukulnya. Saat itu kami masih di tempat studi.
Saat kembali dari Amerika, saya pikir sudah tidak ada harapan. Semua cara tradisional dipakai, tapi tidak ada hasil. Akhirnya Istri menyarankan untuk di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang karena di Alor belum ada. Tapi sebelum ke rumah sakit Jiwa, kami ke psikolog temannya kk Theodora Sabaat Takalapeta, dan disimpulkan memang Nona sudah stress berat. Saat itu saya harus kembali Alor, jadi sisanya diurus istri, mulai mengantar Nona ke RSJ Naimata hingga pengobatan selama dua minggu lebih di RSJ. Terimakasih untuk pelayanannya. Sisa dua bulan lebih pengobatan di rumah mertua di Kupang, oma Yuliana Here Wila Koreh. Terimakasih Oma, sudah sabar dan perhatian urus nona dalam pemulihan, pemenuhan gizi dan sekaligus teman curhat sekaligus tempat marah-marah Nona.
Puji Tuhan sekarang Nona sudah bisa beraktivitas normal, dan siap menata hidupnya termasuk menunggu jodoh yang baru dari Tuhan. Dia berkomitmen untuk membantu mereka yang stress, sambil volunteer di LSM yang kami dirikan PKBM Alorinda – Community Learning Center dan American-Based English Course. Dia juga berbisnis online reseller pakaian dan sepatu untuk menunjang hidupnya dan anaknya. Bisa kunjungi akun facebooknya jika ada yang mau membantu berbelanja di lapaknya. Sekarang dia semakin kuat dan mandiri. Dia juga membantu menjadi kasir di Il Date Cafe Alor setiap sore. Dia yang hilang telah kembali.
Berikut tips bagi teman-teman yang memiliki saudara/keluarga penderita stress berat. Alasan mereka stress bermacam-macam, tapi penanganan berikut bisa membantu:
1. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Cari pertolongan, khususnya pertolongan medis. Rumah Sakit Jiwa akan selalu siap membantu, dengan biaya yang sangat kecil. Hanya butuh kesabaran untuk mengunjungi mereka di rumah sakit.
2. Tetap menjalin komunikasi antara orang-orang dekat. Jika ada muncul gejala stress dari salah seorang keluarga, cepat ambil langka antisipasi.
3. Bagi kita tetangga dan masyarakat sekitar, gosip dan gunjingan kita bisa membuat hidup seseorang terancam. Setiap orang memiliki masalah mereka dan perjuangan mereka. Jangan menambahi beban mereka dengan gunjingan kita. Cukuplah isi hari-hari kita dengan hal-hal yang produktif, setidaknya untuk kita sendiri.
4. Berdoa agar semua proses dimudahkan. Terimakasih atas doa dan dukungan dari semua keluarga, mertua, ipar, serta sahabat.
Bagi yang mau berkonsultasi tentang pengobatan stress berat, bisa tany-tanya ke istri saya Wany, atau langsung ke Nona. Bantu sukai halaman saya untuk ikuti tulisan-tulisan saya yang lain. Terimakasih. Atau Follow IG saya: el_asamau”. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.