Klasis Lobalain Gelar Perayaan HUT Anak GMIT

DALAM rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Anak Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) ke-19, Klasis Lobalain, Rote Ndao menggelar kegiatan aneka kegiatan. HUT Anak GMIT Klasis Lobalain yang mengambil tema ‘Anak GMIT Citra Kristus’ itu dibuka Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu di aula rumah jabatan (rujab) Bupati Rote Ndao, Jumat 22 November 2019.
Bupati dalam sambutannya mengatakan, anak-anak merupakan generasi penerus dan masa depan bangsa, oleh karena itu diperlukan perhatian lebih terhadap tumbuh kembangnya secara fisik, mental, dan spiritual.
Perayaan HUT Anak GMIT yang dirayakan gereja-gereja se-Klasis Lobalain merupakan kegiatan yang positif, sehingga Pemkab Rote Ndao
mengapresiasi salah upaya gereja dalam mempersiapkan anak-anak menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pendidikan, kata Paulina, tidak hanya diperoleh dari bangku sekolah saja karena itu tidak hanya merupakan tugas pemerintah dan sekolah (guru), tetapi merupakan tugas kita bersama, baik orang tua, gereja, bahkan lingkungan sekitar. Oleh karena ini kami mengimbau kepada seluruh komponen terkait untuk bersama-sama mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga takut akan Tuhan, menjunjung tinggi tata krama, budaya, dan saling menghormati terutama kepada orang tua dan sesama.
“Melalui perayaan HUT Anak GMIT ini, kami berharap pihak gereja terus mempersiapkan generasi Kristen yang cerdas, unggul, berakhlak mulia, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Bupati Paulina.
Ketua Klasis Lobalain Pdt Benyamin Zacharias mengatakan, tema yang diangkat dalam perayaan ini, yakni Anak GMIT Citra Kristus, ingin agar sejak dini anak-anak GMIT khususnya di Klasis Lobalain memiliki citra yang memberitakan (menjadi saksi) karya memberitakan Kristus dalam interaksi kehidupan sehari-hari, dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan informasi saat ini membawa dapat positif sekaligus negatif dalam kehidupan. Hal ini menjadi tantangan yang berat bagi gereja dalam rangka membina umat, khususnya anak-anak PAR yang usianya antara 5 tahun sampai 15 tahun.
“Kita berharap dengan kagiatan-kegiatan seperti ini dan juga kegiatan pembinaan yang dilakukan pada jemaat masing-masing, dapat metransformasi citra Kristus yang penuh kasih, kerendahan hati, tulus, memaafkan, taat, dan displin dalam kehidupan anak-anak,” tutupnya.
Ketua Panitia Stef Mbatu menjelaskan, rangkaian kegiatan perayaan HUT Anak GMIT tingkat Klasis Lobalain diikuti sekitar 800-an anak PAR dari 27 mata jemaat tinggal dan wilayah yang ada di wilayah pelayanan Klasis Lobalain.
Menurutnya, perayaan HUT Anak GMIT kali ini sebagai tuan rumah adalah Jemaat GMIT Pelita, Takai. Seremoni pembukaan oleh Bupati Rote Ndao Pulina Haning-Bullu, kemudian dilaksanakan pawai dari rumah jabatan Bupati Rote Ndao menuju Gereja GMIT Jemaat Pelita, Takai, dilanjutkan ibadah puji-pujian, dan kreasi anak PAR se-Klasis Lobalain. “Dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak GMIT di wilayah Klasis Lobalain ini bisa saling mengenal, menumbuhkan rasa persatuan dan persaudaraan, sehingga bertumbuh dalam iman untuk menjadi generasi penerus bangsa,” katanya. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.