Kunjungan ke China Penuhi Undangan

Kunjungan ke China Penuhi Undangan

KUNJUNGAN delegasi NTT ke China beberapa waktu lalu untuk memenuhi undangan dari Konjen China di Bali, bukan acara jalan-jalan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Timur Samuel Rebo menegaskan kunjungan delegasi NTT ke China beberapa waktu lalu untuk memenuhi undangan dari Konjen China di Bali.
“Undangan sudah disampaikan tiga tahun lalu, dan dalam pertemuan forum investasi di Kupang Oktober 2017, gubernur diminta lagi kepastiannya sehingga dilakukan kunjungan kerja ke China pada 22-25 November 2017 dengan misi tunggal promosi dan peluang investasi di NTT,” kata Semuel Rebo di Kupang, Selasa.
Dia mengemukakan hal itu, terkait reaksi seputar kunjungan delegasi bisnis NTT ke China yang dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.
Menurut dia, setelah diminta untuk berkunjung ke China, maka Gubernur NTT bersama rombongan melakukan kunjungan ke Provinsi Zhejiang dan diterima Wakil Gubernur Liang Liming.
Dalam kunjungan hari pertama, kata dia, Wakil Gubernur Liang Liming menyampaikan potensi kepada rombongan, dan Gubernur NTT juga merespon dengan memberi informasi bahwa potensi yang ada mirip dengan NTT.
“Pada hari berikutnya dilakukan pertemuan dengan para investor, dan beberapa perutusan dinas terkait dan gubernur menyampaikan potensi di NTT dan terjadi diskusi,” katanya.
Dalam forum itu, kata dia, ternyata mereka lebih tertarik dengan potensi pariwisata dan perikanan dan kelautan.
“Mereka tertarik dengan sektor perikanan dan kelautan untuk budidaya ikan dan budidaya rumput laut dan garam serta pelabuhan dan kapal, dan investor akan datang ke NTT pada Januari tahun depan,” katanya.
Rombongan juga mengunjungi Kota Ningbo di Provinsi Zhejiang dan bertemu dengan Ketua DPRD Kota Ningbo.
“Kami juga ke Kabupaten Xiangshan dan bertemu dengan wakil bupati, dan investor di sektor kelautan dan perikanan (pelabuhan kapal pembuatan kapal kapal penangkapan ikan kontainer pesisir fery dan pengolahan ikan).
Sebelum kembali ke Indonesia, rombongan ke Konjen RI dan bertemu dengan Siti Mauludiah yakni Konsul Jenderal Indonesia di Shanghai untuk menyampaikan hasil kunjungan, dan minta dukungan untuk bisa memfasilitasi kunjungan dari investor China ke NTT pada Januari 2018.
“Artinya, kunjungan ke China bukan acara jalan-jalan, tetapi memenuhi undangan sekaligus mempromosikan potensi investasi di provinsi berbasis kepulauan NTT,” demikian Semuel Rebo. ♦ antarantt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.