Lembata, segera produksi Wine

Lembata, segera produksi Wine

LEMBATA Pulau dengan sejuta kisah, akan memproduksi wine, sejenis minuman keras beralkohol dengan prosentasi diatas 40 persen kadar alkoholnya. Hal ini, dijelaskan Wakil Bupati Lembatan Dr. Thomas Ola Langodai kepada EXPONTT Jumat 3 Mei 2019 di Hotel Kritastal Kupang.
DIjelaskan memproduksi wine dalam rangka meningkat omset penjualan moke arak buatan masyarakat lokal.” Jadi kalau di tingkat propinsi ada program gubernur memproduksi Sophia, maka di lembata ada yang namanya wine Lembata.Kita sedang merancang dalam segala aspek. Dengan demikian,arak terbaik yang dibuat masyarakat lebih bernilai ekonomis,” jelas Ola Langoday.

Mengenal 5 Tahap Pembuatan Wine
Ide Pemda Lembata membuat wine adalah program sangat positif membangun ekonomi masyarakat.Seperti dikutip dari berbagai sumber,berikut ini lima cara membuat wine. Wine adalah salah satu minuman yang berbahan anggur. Untuk beberapa orang, menikmati wine lebih pas saat ada momen spesial. Proses pembuatan wine yang sangat kompleks dan detail ini diawali dengan menuai anggur segar berkualitas untuk menghasilkan rasa wine yang nikmat. Cara membuat wine di bedakan dari 2 kategori, yaitu: still wine production (tanpa karbonasi) dan sparkling wine production (dengan karbonasi). Ilmu pembuatan wine disebut Oenology dan para ahlinya dipanggil oenologist.
Penasaran tentang bagaimana minuman wine dibuat? Berikut ini tahapan-tahapannya.
Memanen (harvesting): Proses pembuatan wine pertama diawali dengan memanen. Pada proses ini dipilih anggur yang memiliki tingkat keasaman, manis dan rasa yang tepat. Tingkat keasaman dan manis anggur harus seimbang.

Proses memanen pun tergantung dari cuaca. Untuk hasil yang berkualitas, para pembuat wine (winemaker) memanen tidak menggunakan mesin melainkan tangan mereka sendiri. Hal ini dikarenakan dikhawatirkan mesin dapat merusak kualitas anggur.
Penghancuran buah (crushing): proses ini adalah saat dimana anggur siap untuk dihancurkan. Kini, penghancuran buah anggur menggunakan mesin, berbeda dengan zaman dahulu yang menggunakan kaki. Penghancuran dengan mesin meningkatkan kualitas dan ketahanan wine. Untuk menghasilkan white wine, maka dalam proses penghancuran anggur akan dipisahkan kulit, biji dan dagingnya agar menghasilkan warna bersih yang diinginkan.
Fermentasi (fermentation): proses fermentasi dimulai selama 6-12 jam ketika ditambahkan ragi. Proses ini berlanjut sampai memberikan gula. Air hasil fermentasi akan berubah menjadi alkohol. Untuk menghasilkan wine dengan cita rasa yang manis, maka winemaker akan menghentikan proses ini sebelum gula berubah menjadi alkohol. Proses fermentasi bisa dilakukan dimana saja selama 10 hari hingga 1 bulan bahkan lebih.
Penjernihan (Clarifycation): Setelah proses fermentasi selesai, maka dimulai proses pemisahan ragi, tannins dan protein. Wine akan dipindahkan ke dalam bejana seperti oak barrel atau stainless steel tank sehingga Wine akan menjadi jernih dan bersih. Penuaan & Pengemasan: Proses membuat wine di tahap terakhir ini memiliki 2 pilihan yaitu langsung di kemas pada botol atau dituakan (aging). Proses penuaan wine akan menghasilkan wine dengan rasa yang halus. Nah, jika kamu ingin merasakan berbagai variasi wine import berkualitas tinggi, yuk segera cari t

ahu info lanjutnya di Lakupon.com

Proses pembuatan Sopi/Moke Miras Tradisional Khas Flores
Flores sebuah pulau yang eksotik yang terletak di Timur Indonesia, tepatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau ini bukan hanya menyediakan berbagai macam keindahan Alamnya, namun adat istiadat yang masih begitu kental yang terus dilestarikan.
Salah satu hal unik di Tanah Flores adalah Tradisi unik Masyarakatnya yang tidak bisa jauh dari miras tradisional, atau yang biasa masyarakat Flores sebut Sopi atau Moke. Ya, minuman ini adalah minuman tradisional yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Jadi bagi anda yang baru pertama kali mengunjungi dan mengeliling daratan Flores,Anda jangan kaget bila dipinggir jalan selalu menemui botol minuman yang terparkir dipinggir jalan raya. Itu adalah Sopi/Moke, di Flores sendiri umumnya menjual bebas minuman beralkohol sangat dilegalkan.
Tradisi ini sudah berlaku lama, dan hingga saat ini masih terus dilestarikan oleh generasi muda Flores. Ini adalah bagian dari mata Pencaharian dari sebagaian penduduk Flores,selain bertani dan nelayan.

Proses pembuatan Sopi atau Moke
Proses pembuatan Sopi atau pun Moke sebenarnya tidak beda jauh dari minuman keras yang ada di daerah lainnya di Indonesia ini. Prosesnya pun sama terbuat dari Pohon Enau atau buah Aren, hanya saja proses pembuatannya sedikit berbeda dari pada umumnya.
Proses pembuatannya terbilang alami tidak ada campur zat kimia ataupun bahan pengawet lainnya, Langkah pertama adalah memetik buah Aren dari pohonnya, memetik dan mengumpul buah Aren tidaklah sedikit untuk menghasilkan sopi/moke berukuran 1 botol 1500 ml. Proses selanjutnya mencuci/ membersihkan buah – buah tersebut hingga bersih. Setelah itu buah-buah itu diiris untuk mendapatkan air atau getahnya.
Setelah mendapatkan air dari buah-buah aren tersebut, barulah proses masak menggunakan Priuk yang terbuat dari tanah liat dan masak menggunakan api tungku, proses ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Jika selama ini anda berfikir bahwa hasil rebusan aren itu adalah yang akan menjadi sopi, maka Anda salah. Karena yang diambil dari proses masak ini adalah Uap dari hasil rebusan getah Aren tadi yang terkumpul.

Tingkat Kadar Alkohol
Kadar Alkoholnya pun ada tingkatannya masing-masing, mulai dari 10% untuk tingkatan kualitas standar, dan dengan 70% untuk kualitas bagus alias terbaik.
Untuk mendapatkan sopi kualitas terbaik 70% biasanya para pengrajin minuman beralkohol ini, hanya bisa menghasilkan 2 botol berukuran 1500 ml setiap harinya.
Mengingat prosesnya yang lama, menghasilkan 2 botol per hari saja sudah cukup bagus. Pembuatan Sopi/moke sebetulnya tidak rumit, hanya saja proses tunggu setiap tetes dari uap masakaan aren ini lah yang membuatnya lama. Tetesan dari uap tersebut lah yang akan menjadi Sopi, sedangkan untuk mendapatkan Kualitas terbaik hasil tetesan pertama akan diolah kembali hingga menjadi tetesan lagi.
Maka tidak heran, jika untuk menghasilkan kualitas sopi terbaik dalam sehari hanya mampu menghasilkan 2 botol berukuran 1500 ml.
Sedangkan untuk kualitas sopi yang 10% hanya butuh sekali proses, yakni tetesan uap pertama. Harga jualnya pun akan bergantung dari kualitas sopi yang dihasilkan.

Adat dan Miras
Pada umumnya Masyarakat Flores adalah Peminum, Jika anda berasal dari Tanah Fores,atau lahir dan besar di Flores anda tentu tidak asing dengan namanya minuman beralkohol. Dan anda tentu pernah merasakan tuak putih yang tingkat alkoholnya sangat rendah. Dan biasanya ini kita temui pada setiap ada acara adat.
Perlu untuk anda ketahui setiap ada upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Flores, Minuman Sopi atau Moke akan selalu ada disetiap hidangan pembuka, dan sepanjang acara tersebut berlansung.
Ini bukan hal baru, tapi sudah menjadi tradisi dari leluhur masyarakat Flores. Apa pun jenis acaranya, entah acara Adat yang begitu sakral atau pun acara nikahan.

Peminum atau Pemabuk ?
Banyak laki-laki yang menyukai minuman beralkohol, sebenarnya minuman beralkohol hanya dianjurkan untuk mereka yang punya jiwa yang sehat, menggunakannya dengan secara dewasa. Selain itu anda seorang Peminum atau Pemabuk? jika anda seorang pemabuk minuman berakohol sangat tidak disarankan untuk anda, karena akan mengakibatkan kerugian bagi orang lain dan sekitar. Tapi bagi seorang peminum seberapa banyak pun minuman yang dia teguk tidak akan merugikan orang lain maupun lingkungan sekitar. Karena baginya mengonsumsi minuman beralkohol sebuah tradisi adat dan sekedar untuk menghangatkan badan, setelah minum pun akan lansung tidur. Itulah yang harus kita ketahui jika ingin mengonsumsi minuman beralkohol. ♦ wjr/berbagai sumber

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.