Lens Haning, Akan laporkan Wartawan beritantt.com

Lens Haning, Akan laporkan Wartawan beritantt.com

♦ Diwartakan singgung pribadi

 

Lens Haning, mantan Bupati Rote Ndao dua periode, 2009-2019 akan melaporkan oknum wartawan portal beritantt.com Hendrik Geli ke polisi. Menurut Lens Haning, menjawab EXPONTT, Sabtu 29 Agustus 2020,berita yang diturunkan wartawan beritantt.com Hendrik Geli 23 Desember 2019 menyerang secara pribadi harkat dan martabatnya.
Judul berita yang dimuat dalam portal itu, jelas Lens Haning menyingung harta dan martabat pribadi kami.Beritanya berjudul,Demi Suami, Bupati Rote Ndao Rela Korbankan APBD TA 2020.” Berita ini sangat tendesius,karena antara kinerja bupati dan suami tidak ada kaitan. Tugas dinas tidak sama dengan tugas pribadi kami. Kami merasa sangat tersinggung dan itu sebabnya saya dan keluarga akan melaporkan wartawan portal beritantt.com ke polisi,” jelas Lens Haning.
Wartawan beritantt.com yang pemimpin redaksinya kepada EXPONTT mengaku sudah memberitakan secara seimbang dan sudah konfirmasi melalui WA kepada Ibu Bupati. Pesan saya melalui WA jelas terbacara oleh ibu bupati, tetapi tidak membalas.” Kami beritakan sesuai fakta di sidang dewan, kami memiliki dokumen pemandangan umum, maupun fraksi. Banyak hal yang kurang beras selama masa sidang, dan kami membuat berita berdasarkan keluahan dewan,” jelas Hendrik Geli, Jumat 28 Agustus 2020 di kantin Dharmawanita Kantor Gubernur NTT. Setelah beritanya dilansir, jelas Hendrik, sudah juga memuat hak jawab, atau koreksi, bahkan surat hak jawab,tegas Hendrik dimuat lengkap pada portalnya. ” Kami memiliki semua bukti,” jelas Hendrik.
Portal beritantt.com ketika EXPO NTT mengaksesnya Minggu 30 Agustus 2020 tak dapat membaca.Hanya tertulis,”Your PHPinstallation appears to be missing the MySOQL extension which in required by WordPress,” atau
Instalasi PHP Anda tampaknya kehilangan ekstensi MySOQL yang dibutuhkan oleh WordPress.
Berita portal kumparan.com pada edisinya Sabtu 29 Agustus 2020 berjudul, “Beritakan Kinerja Bupati Rote Ndao, NTT, Seorang Wartawan Dipolisikan”
Seorang wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi media online BeritaNTT.com, Hendrikus Wilhelmus Geli yang melakukan kerja peliputan di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT, dipolisikan terkait pemberitaan media ini yang mengkritisi kinerja kerja Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE.
Hendrik Geli, demikian ia disapa, dipolisikan buntut dari pemberitaan media online BeritaNTT.com pada Tanggal 23 Desember 2019 dengan Judul “Demi Suami, Bupati Rela Korbankan APBD Tahun Anggaran 2020”.
Atas pemberitaan tersebut, Hendrik Geli pun dipolisikan oleh Bupati Rote Ndao dengan dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Rote Ndao.
Dalam beritanya, BeritaNTT.com mengupas soal sikap pemerintah yang melakukan aksi walk-out dari ruang sidang Paripurna DPRD saat pembahasan anggaran untuk Tim Bupati dalam rangka Percepatan Pembangunan yang diketuai oleh Leonard Haning, suami dari Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu.
Dalam siaran persnya kepada media ini Sabtu 22 Agustus 2020, Hendrik Geli mengungkapkan dalam sidang yang digelar di Ruang Paripurna DPRD pada Desember 2019 lalu, sejumlah anggota DPRD mempertanyakan soal kewenangan Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) yang dinilai melampaui kewenangan Bupati dan Wakil Bupati.
Namun dalam kesempatan itu, pemerintah tidak mampu memberikan argumen yang bisa diterima oleh para anggota DPRD sehingga Dewan menolak anggaran TBUPP. Akibat ditolaknya anggaran tersebut, pemerintah walk-out dari ruang sidang dan tidak melanjutkan sidang sampai dikeluarkannya Peraturan Kepala Daerah (Perkada) APBD TA.2020
Dewan menilai, aksi walk-out yang dilakukan oleh pemerintah merupakan tindakan yang tidak elok, beberapa anggota DPRD juga meminta agar Bupati Rote Ndao tidak mengorbankan kepentingan masyarakat hanya karena tidak diakomodirnya angaran TBUPP.
Mendengar pernyataan yang dikeluarkan oleh beberapa anggota DPRD, Hendrik Geli yang saat itu melakukan peliputan langsung pun mendalami pernyataan para anggota DPRD. “Saya melakukan wawancara terhadap tiga orang Anggota DPRD yakni Wakil Ketua DPRD, Paulus Henuk, Ketua Komisi A, Feky Boelan dan Ketua Komisi C, Petrus Pelle,” ungkapnya.
Usai mewawancarai tiga narasumber tersebut, media Berita NTT kemudian meramunya menjadi sebuah berita dan memuatnya di media online BeritaNTT.com.
Namun ternyata, berita tersebut justru berujung pada laporan polisi oleh Bupati Rote Ndao terhadap Pemred Berita NTT.
Laporan ini tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/18/III/2020/NTT/RES ROTE NDAO/ tanggal 7 Maret 2020 tentang pencemaran nama baik melalui media siber. Untuk diketahui, Satuan Reskrim Polres Rote Ndao pada Senin, 10 Agustus 2020 lalu, telah memeriksa Pemred BeritaNTT.com dan kemarin (Rabu, 19/08/2020) penyidik melanjutkan memeriksa tiga orang anggota DPRD yang menjadi narasumber dalam berita tersebut.
Ketua JOIN NTT, Joey Ribu Gah yang dikonfirmasi media ini mengenai kasus yang menimpa Pemred BeritaNTT.com di Rote Ndao mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh Penyidik Polres Rote Ndao terhadap Pemred Berita NTT Hendrikus Wilhelmus Geli terkait karya jurnalistik yang dibuat adalah upaya membungkam Pers di Rote Ndao. Seharusnya untuk sengketa pers sudah ada jalur yang disiapkan oleh negara. Ada perangkat hukum yang mengatur itu sehingga jika karya jurnalistik diselesaikan diluar Undang-Undang Nomer 40 tahun 1999 tentang Pers maka sekali lagi itu adalah upaya membungkam pers. ♦ wjr

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.