Mahasiswa Poltekes KKN di 5 Desa di Kabupaen Kupang

Mahasiswa Poltekes KKN di 5 Desa di Kabupaen Kupang

♦ Thema Masyarakat Bebas Penyakit Tropis dan Stunting

 

TUJUAN Pelayanan Kesehatan adalah tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang memuaskan harapan dan kebutuhan derajat masyarakat, melalui pelayanan yg efektif oleh pemberi pelayanan, karena keadaan sehat merupakan kehendak semua pihak, tidak hanya org per org, atau keluarga, akan tetapi juga oleh kelompok dan bahkan oleh seluruh anggota masyarakat.
Hal ini juga menjadi perhatian khusus Poltekkes Kemenkes Kupang ketika menerjunkan para mahasiswanya untuk melaksanakan Praktek Kerja Nyata (PKN) di Kabupaten Kupang, di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Kupang Tengah dan Fatuleu Tengah. Sebanyak lima desa yang menjadi sasaran pelaksanaan PKN ini yakni desa Noelbaki, Oelpuah, Oelnasi, Penfui Timur dan desa binaan PKK yakni Oelbiteno, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 537 orang, berlangsung dari tanggal 6 s.d. 29 Maret 2020.
Dengan mengangkat thema : Masyarakat Sehat Bebas Penyakit Tropis Dan Stunting, Poltekkes Kemenkes Kupang yang merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi kesehatan milik Kementrian Kesehatan RI di Propinsi NTT, melalui ketua panitia Dr. Rafael Paun, S.Km.M.Kes mengatakan bahwa masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang membutuhkan penyelesaian dari berbagai disiplin ilmu kesehatan. Secara terpadu dari berbagai prodi yang ada di Poltekkes yakni Prodi Teknik Laboratorium Medis, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan gigi dan kesehatan lingkungan, Poltekkes bertekad membentuk suatu model pendidikan terbaru yaitu model pendidikan dengan pendekatan Interprofesional Education (IPE) dan Interprofesional Colboration (IPC).
Praktek Kerja Nyata (PKN) dalam bingkai IPE merupakan pengalaman IPTEK yang sdh dipelajari, menuntun mahasiswa kepada pola kerja interdisiplin dan terpadu yg dilandasi upaya penanggulangan masalah kesehatan yg ada di masyarakat, guna mencapai target kompetensi mahasiswa pada mata kuliah manajemen puskesmas dan keperawatan keluarga.
Target ini ditujukan kepada masyarakat dengan penekanan pada masalah kesehatan yg prioritas, kelompok khusus pada masyarakat yang berisiko tinggi dalam menangani masalah kesehatan dan pencapaian derajat kesehatan yg optimal.
Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, dalam sambutan pembukaan sekaligus melepas para mahasiswa PKN menyampaikan terima kasih dan apresiasi yg setinggi tingginya pada Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang bersama Civitas Akademika yg telah menetapkan Kabupaten Kupang sebagai lokasi pelaksanaan PKN bagi Mahasiswa/i semester 6 prodi D3 Politekkes Kemenkes Kupang. Kabupaten Kupang dgn luas wilayah 5298 Km2 dan jumlah penduduk 387479 jiwa sangat membutuhkan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang benar-benar mampu memenuhi standar pelayanan yg ditetapkan. PKN ini dapat memberikan kontribusi positif bagi PemKabKupang dalam mengidentifikasi masalah kesehatan di lingkungan masyarakat, serta sebagai landasan dlm menetapkan kebijakan program pembangunan di bidang kesehatan yg menyentuh akar persoalan di tengah-tengah masyarakat. Jerry berharap, agar pemerintah setempat dapat memberikan pendampingan yg maksimal kepada para mahasiswa yg akan melakukan PKN, Sehingga apa yg diharapkan baik pemerintah maupun masyarakat dapat terlaksana dgn baik. Lebih lanjut Jerry mengatakan, saat ini kita dihadapkan dengan berbagai persoalan yg harus ditangani secara serius dan cerdas.
Ada beberapa hal yang perlu dicermati bersama yakni :
1. Ada 537 mahasiswa/i yg terjun ke lokasi PKN dan merupakan gabungan beberapa jurusan. Kehadiran mahasiswa ini agar tidak diterlantarkan oleh pemerintah setempat. Dan harus diingat bahwa ini pembukaan PKN. Jangan sampai dipelintirkan lain karena desa ini ada virus corona dll, sehingga datang banyak orang kesehatan.
2. Sekarang ini di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang ada wabah DBD. Diharapkan kita tetap menjaga kesehatan kita agar tetap fit, bahkan di Kabupaten Kupang kasusnya sudah ada beberapa org yg meninggal dunia.
3. Flu babi afrika (ASF) sementara viral di masyarakat. Oleh karena itu, melalui mahasiswa dapat menyampaikan ke masyarakat agar tidak membuang sembarang babi-babi yg sudah mati ataupun mengkonsumsi daging babi yg sudah mati.
4. Masalah stunting terbesar ada di Kecamatan Kupang Tengah. Bila perlu, ini dicatat dan dicari tahu penyebabnya serta mengidentifikasi anak-anak yg kurang gizi.
Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr.R.H.Kristina, S.Km.M.Kes dalam sambutannya mengatakan sejak tahun 2002 hingga saat ini, Poltekkes Kupang telah memberikan banyak kontribusi untuk pelaksanaan PKN maupun PKL secara langsung kepada masyarakat Kabupaten Kupang dan sekitarnya. Menurut Kristina, mahasiswa akan mempraktekkan bidangnya masing-masing dibawah bimbingan para dosen sesuai permasalahan yg mereka temukan di desa. Walau merupakan institusi yang cukup besar namun kami terbatas dalam hal sumber daya untuk mendukung mahasiwa, sehingga merekapun bekerja dengan keterbatasan.
Untuk itu diharapkan dukungan Pemda setempat agar mahasiswa bisa benar-benar menerapkan ilmu profesi yg telah didapati baik keahlian maupun kompetensi dengan benar dan dapat memecahkan masalah yg terjadi di masyarakat, baik masalah kesehatan tropis maupun stunting. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, tanggal 6 Maret 2020 dan dihadiri Sekda Kabupaten Kupang, Ir.Obet Laha, Asisten Pemerintahan dan Kemasyarakatan Setda Kabupaten Kupang, Rima K.S.Salean, SE, para pimpinan OPD, para dosen, para wakil direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Camat Kupang Tengah dan Fatuleu Tengah, kades penfui timur, kades oelbiteno, para mahasiswa dan puskesmas oelbiteno. Akhirnya, dalam semangat Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Kupang yg maju, mandiri dan sejahtera berpadu dengan terwujudnya Perguruan Tinggi Kesehatan berkualitas dalam menghasilkan lulusan yg unggul, mandiri dan berkarakter, wakil bupati membuka kegiatan PKN Program D3 Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2020. ♦ humas kab kupang

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.