Mengakui Kesalahan menghindari Kita Dari Perpecahan

Mengakui Kesalahan menghindari Kita Dari Perpecahan

PDT. MEL ATOK memimpin Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) di auditorium Komplek Perkantoran Bumi Tii Langga Permai kamis 25 Oktober 2018 pagi. Sebelumnya Rabu (24/10) malam di alun-alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao di Ne’e – mok juga digelar Kebaktian Penyegaran Iman (KPI ) dengan pengkhotbah Pdt. Mel Atok.
Dalam khotbahnya di auditorium, pendeta Mel Atok melandasinya pada Firman Tuhan yang terbaca dari 1 kor 1 :10 tentang perpecahan jemaat. Menurutnya kehidupan orang kristen mesti mempedomani ajaran Kristus dalam keseharian hidup dalam kasih seorang terhadap yang lain ,” kata Pdt. Mel. Diakuinya bahwa sebagai manusia kita memiliki keterbatasan, maka pasti ada kekurangan, ada kesalahan namun yang paling utama adalah kita harus memiliki kerendahan hati untuk mengakui kekurangan kita masing-masing dengan demikian menghindari kita dari perpecahan.
Dia kemudian memberikan ilustrasi tentang perbuatan seorang anak yang membunuh bebek kesayangan bapaknya. Lalu karena katakutan si anak menguburkan bebek itu setelah dia merasa tidak ada yang mengetahui perbuatannya.
Setelah cukup lama, dia merasa bersalah dalam dirinya dan berjanji untuk menyampaikan secara terbuka kepada bapaknya. Dia lalu bertemu dengan bapaknya dan jujur menyampaikan kepada bapaknya tentang bebek kesayangan bapaknya yang telah mati karena kesalahan nya. Bapaknya lalu mengatakan, waktu itu bapak mengetahui hanya bapak ingin kejujuran dan pengakuan dari kamu. Kata bapaknya : Kamu sudah mengaku itu tanda kamu anak bapak yang baik karena mau mengakui kesalahanmu.
“Ini bermakna, perpecahan bisa terjadi akibat dari kejahatan yang disembunyikan namun bisa kembali berdamai, bisa bersatu jika ada kerendahan hati dalam sebuah pengakuan yang jujur. Kita semua punya masa lalu yang kelam, kita punya pengalaman pahit, namun jika kita mengaku maka Tuhan akan mengampuni kita,” tandas Pdt Mel.
Selain itu Pdt. Mel Atok juga mengingatkan tentang kejahatan perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan suami istri Kristen. “Kita mesti ingat janji nikah yang telah kita ucapkan dihadapan Tuhan dan jemaat bahwa dalam situasi untung ataupun malang, sakit atau sehat, susah dan senang tetap setia pada pasangan kita. Jika pasangan kita salah, jatuh dalam perzinahan doakan dia, ampuni dia,” katanya.
Diapun mengibaratkan perbuatan dosa pasangan kita seperti seorang bayi yang BAB. “Kalau bayi kita BAB kita bersihkan atau buang kotorannya bukan bayinya juga kita buang,” tambah pdt Mel.
Hal ini lanjutnya mau menegaskan tentang pengampunan dan kesiapan untuk menerima kekurangan pasangan kita.
“Juga saya sampaikan kepada kita semua, hati-hati bagi yang suka selingkuh karena Tuhan berikan kesempatan, kemauan dan kemampuan bukan untuk melakukan yang tidak benar di Tuhan. Semua hal baik Tuhan kasih untuk kita lakukan hal baik bagi kemuliaan nama-Nya. Belajarlah dari Yusuf yang walaupun ada kesempatan dan kemampuan namun dia tidak menghampiri istri Potifar dan melakukan zinah,” kata pendeta Mel. Diakhir khotbahnya dia berharap Firman yang diperdengarkan kiranya menjadi berkat bagi Kabupaten Rote Ndao.
Untuk diketahui pada kamis 25 Oktober 2018 malam nanti ada konser pujian bersama artis rohani Reginna ( Juara Indonesia Idol ) masih di alun-alun rumah jabatan Bupati di Ne’e-mok. KPI pagi ini dihadiri, Bupati Rote Ndao, Leonard Haning, Wabup, Jonas C. Lun, Sekda, Jonas M. Selly, pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Paulina Haning-Bullu dan Stefanus Saek serta ratusan ASN lingkup Pemkab Rote Ndao. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.