Mengenal Sosok Wartawan Senior Wens John Rumung

Mengenal Sosok Wartawan Senior Wens John Rumung

♦ Hadiah terindah di HUT ke 66 tanggal 6 September 2020

 

DUNIA JURNALISTIK merupakan dunia yang penuh dengan tantangan. Dunia jurnalistik membutuhkan seorang pribadi yang tangguh, cerdas dan punya nurani. Karena hanya orang yang memiliki kapasitas yang demikianlah yang akan menghadirkkan berita sebagai informmasi yang menarik kepada pubilk. Wartawan sejati adalah dia yang gigih dan ulet dalam mencari dan menggali informasi, setelah mendapatkan informasi, ia mengolahnya dengan cerdas hingga menghadirkan berita yang menarik dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Wartawan sejati adalah dia yang tidak pernah putus asa saat kesulitan menghadang, kendati menyangkut nyawa sekalipun, nyalinya tak pernah ciut.
Wartawan sejati, adalah dia yang tidak pernah menutup mata saat melihat orang sedang dilanda kesusahan, karena didalam dirinya ada roh ilahi yang menjiwai hidupnya.
Wartawan sejati adalah dia yang selalu memiliki rasa tangungjawab akan masa depan generasi muda dan selalu memberi motivasi dan dukungan terhadap generasi muda.
Seperti itulah sosok seorang Wens John Rumung – Wartawan Senior NTT yang telah berkiprah sebagai kuli tinta sejak zaman Orde Baru. Ia dikenal sebagai seorang pribadi yang ringan tangan dan suka menolong,

Menaburkan Kebenaran
Wenseslaus Rumung atau Pak Wens dikenal sebagai seorang pribadi yang unik. Berbeda dengan para wartawan dijaman milineal yang agaknya sedikit arogan dengan profesi yang diembannya, Pa Wens justru menghadirkan aura yang khas; Murah senyum, human dan ringan tangan. Beliau lahir di Desa Wangka Kecamatan Riung, sebuah kawasan wisata yang terkenal dengan pulau-pulau kecil nan pesona. Belajar secara otodidk, Pak Wens berkelana bak seorang musafir dalam dunia jurnalistik. Ia memulai karyanya sebagai seorang wartawan di kota kupang hingga menembus ibu kota. Pengalaman kegagalan bukan menjadi alasan bagi beliau untuk meninggalkan profesinya sebagai wartawan. Nyalinya yang kuat memotivasi Pak Wens untuk setia menekuni profesinya. Dan pada usia yang ke-66 tahun tepat 6 September 2020, profesi ini tidak ia tinggalkan. Ia setia mengelolah dan menghidupi media EXPONTT yang mana beliau sendiri adalah pemimpin redaksinya.

Bersama Tuhan
Vita et Militia, hidup adalah sebuah perjuangan. Perjuangan menantang badai ditopang oleh iman yang kuat dan adanya keberanian. Ketika hati tak menyerah, nyali tak ciut, iman yang teguh kokoh, sebesar apapun badai, pastinya diatasi. Mungkin inilah yang menjadi keutamaan hidup yang ada dalam diri Pa Wens Rumung. Menjadi Wens yang sukses sebagai seorang wartawan senior di bumi persada Flobamora ini, bukan tanpa melewati rintangan. Hidup orang sukses berawal dari sebuah perjuangan. Dan pa Wens telah melewati riak-riak gelombang kehidupan, kerikil tajam dijalan nan terjal bahkan jalan sengsara. Salah satu pengalaman menggetirkan yang terjadi dalam hidup seorang Wens Rumung adalah saat mana ia divonis menderita penyakit kanker darah atau leukimia yang mematikan. Membaca sedikit riwayat tentang sakit dan dideritanya lantas merenungkannya, akhirnya kudapat menemukan jawabannya bahwa Pa Wens sungguh orang beriman. Imannya luar biasa,”Jika imanmu sebesar biji sesawi, engkau akan memindahkan gunung. Oleh iman yang ia miliki, mengalir kasih Allah melalui orang yang memberikan hati dan perhatiannya kepada Pa Wens untuk berobat. Yakin bahwa dokter yang mengobati, tapi Tuhan yang menyembuhkan mendorong Pa wens bertekun dalam doa. Baginya Allah itu kasih. Yang tak mungkin bagi manusia, sangat mungkin bagi Allah. Mujizat itu nyata.

Menaburkan kebenaran
Seorang Nabi diterima di mana mana, kecuali di Kampung asalnya. Bahasa Yesus ini sedikit mewakili pengalaman hidup Pa Wens saat berhadapan dengan penguasa di kampung asalnya sendiri. Peran profetisnya mewartakan kebenaran di bungkam oleh penguasa yang menggunakan intrumen negara hanya untuk menutup bauh amis kejahatan. Proses hukum yang menjadikan Pa Wens, Pemred Mingguan Ngadha Pos sebagai pesakitan dipengadilan justru berakhir dengan vonis bersalah pa Wens. Namun, Sang Ratu adil tidak tinggal diam. Diatas langit masih ada langit. Oleh kasih kerahiman Allah, pa Wens Bebas dan tidak di tahan sampai hari ini. Memperjuangkan sebuah keadilan dan kebenaran, apalagi berhadapan dengan penguasa dunia memang sangat susah dan sulit. Segala cara dan dalil digunakan penguasa dunia untuk membenarkan diri. Namun jika kita punya iman, kerahiman Allah mengubah segalanya. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.