merdeka.com Menulis Kisah Hidup Viktor Laiskodat

merdeka.com Menulis Kisah Hidup Viktor Laiskodat

♦ Mantan Pemulung, Preman Kini Jadi Gubernur NTT

 

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat ternyata memiliki masa lalu yang tak banyak diketahui publik. Begini perjalanan hidupnya.
Politisi yang pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPR ini dulunya merupakan seorang pemulung. Bahkan, dirinya juga sempat menjadi seorang preman.
Lantas, bagaimana kisah hidup seorang Viktor Laiskodat? Simak ulasan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber berikut ini.

Jadi Pemulung dan Preman
Tidak banyak yang menduga, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat dulunya merupakan anak jalanan. Dilansir dari akun YouTube realita TV, Senin (27/1), Viktor mengaku bila dirinya dulu hanya seorang pemulung. Bahkan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah menjadi seorang preman.
YouTube @realita TV 2020 Merdeka.com

“Saya memang dari jalanan, hidupnya sebagai seorang pemulung terus kita pangkal di Pondok Pinang. Zaman dulu kan sekalian preman,” ungkapnya.

Definisi Preman Menurut Viktor
Namun, berbeda dengan preman zaman sekarang. Menurut penuturan Viktor, preman yang dimaksud adalah seseorang yang rela membantu sesama manusia.
“Tapi kalau menurut saya, preman itu apa? Preman itu ya orang yang menjual tenaga, pikiran dan keberaniannya untuk membantu orang lain,” papar mantan anggota DPR RI Fraksi Nasdem.

Kalau Merampok, Nipu, Pakai Kekerasan Tak Berlaku Bagi Saya
Berbeda bila sudah merujuk pada kekerasan. Pria bernama lengkap Viktor ini mengatakan tidak akan pernah melakukan hal-hal yang berujung kekerasan. Mulai dari merampok, mencuri hingga memerkosa seseorang.
“Tapi kalau untuk perampok, pencuri, penipu, pemerkosa dan yang lain-lain kekerasan itu tidak berlaku bagi saya,” tegasnya.

Ada Kelompok Pakai Kekuasaan Tekan Masyarakat
Viktor tidak menyukai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum preman tertentu. Terlebih pada seseorang yang mempergunakan kekuasaannya untuk menindas masyarakat. Baik itu pemerintah ataupun negara sekalipun, Gubernur NTT ini akan terus membela rakyat.
“Bagi saya kalau ada kelompok-kelompok yang mempergunakan kekuasaan, baik pemerintah maupun negara yang mempergunakan kekuasaan yang tidak pada mestinya, by power saja untuk menekan masyarakat, menekan rakyat. Saya akan bela.” kata Viktor.

Puji Jokowi
Beberapa waktu salah satu penyataan Viktor sempat viral di kalangan masyarakat. Pernyataan tersebut mengenai sikap pembelaannya kepada Presiden Jokowi. Rupanya, pernyataan tersebut bukan karena partai yang dinaunginya mendukung sang presiden.
YouTube @realita TV 2020 Merdeka.com

“Bila kita dengan otak yang cara berpikir kita yang waras, kita tidak berniat untuk pokoknya bukan Jokowi. Kalau kita waras saja, rasional saja, common sense (berpikir sehat) saja, pasti kita melihat bahwa Jokowi itu adalah presiden yang sangat kerja luar biasa,” ungkap Viktor yang pernah jadi tim pemenangan Jokowi.

Ancam Potong Tangan Pelaku Ilegal Logging
Ilegal logging atau pembalakan liar marak terjadi di dalam kawasan hutan lindung di Nusa Tenggara Timur. Banyaknya peristiwa itu membuat Viktor geram.
Agar pelaku jera, Gubernur NTT itu meminta pihak aparat penegak hukum menindak tegas oknum pembalakan liar. Mantan anggota DPR RI Fraksi Nasdem ini bahkan mengancam akan memotong tangan para pelaku.
“Saya minta aparat tindak tegas, kalau gubernurnya yang dapat, pasti potong tangannya,” tegasnya Rabu, 27 November 2019.

Mengubur para TKI Ilegal
Dalam beberapa waktu lalu, Gubernur NTT ini kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kali ini, Viktor mengecam para TKI ilegal. Menurutnya, bila sukses disyukuri dan meninggal dikubur.
“Yang ilegal kalau dia meninggal di sana ya sudah kita siap kubur saja, mau apalagi? Itu yang ilegal kita tidak tahu dari mana,” kata Victor, ketika meluncurkan kampung Cendana, di Bolok Kabupaten Kupang, Rabu 27 November.

Polemik Partai Pendukung Khilafah
Sebelum menjabat sebagai Gubernur NTT, Viktor pernah menimbulkan polemik akan isi pidatonya. Kala itu, Victor menuding empat partai yang mendukung berdirinya khilafah di Indonesia.
Dalam pidatonya, Viktor mengatakan jika mereka ingin bentuk negara khilafah. Pidato itu disampaikan saat deklarasi dukungan paket calon Pilkada serentak 2018 di Tarus, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa 1 Agustus 2017.
“Mau bikin satu negara dong, mau di negara NKRI dong, mau khilafah. Ada sebagian kelompok ini yang mau bikin negara khilafah. Celakanya partai pendukung ada di NTT. Yang dukung khilafah ini ada di NTT itu nomor satu Partai Gerindra, nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, nomor empat itu PAN. Situasi nasional ini partai mendukung kaum intoleran,” ujar Viktor dalam video tersebut. ♦ m.merdeka.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.