MS-Emi Lanjutkan Program Anggur Merah

MS-Emi Lanjutkan Program Anggur Merah

PAKET MS-Emi siap melanjutkan program Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera (Anggur Merah) jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT 2018-2023 mendatang. Hal ini diungkapkan Marianus Sae dalam jumpa pers di Sekretariat DPD PDIP NTT, Senin 8 Januari 2018.
“Anggur Merah sebenarnya sebuah produk yang sangat baik untuk percepatan pembangunan dibidang ekonomi. Tidak ada salahnya kita pertahankan dan dorong dengan sistem pengawasan yangvharus kita tingkatkan dan kita kawal secara baik,” kata Marianus Sae didampingi Emi Nomleni, Herman Heri selaku fungsionaris DPP PDIP dan Ketua DPW PKB NTT, Yucun Lepa. Paket MS-Emi merupakan kepanjangan dari nama Marianus Sae sebagai calon gubernur dan Emiliana Nomleni sebagai calon wakil gubernur. Paket ini diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Paket MS-Emi telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT, 8 Januari 2018.
Menurut Marianus, dia bersama Emi Nomleni terpanggil untuk menjawab ketertinggalan NTT dari daerah lainnya di Indonesia. “NTT ada diurutan 2 nasional karena ada 18 daerah di NTT yang masuk kategori tertinggal. Urutan pertama Papua dwngan 25 daerah tertinggal. Saya dan Ibu Emi terpanggil untuk menjawab ketertinggalan ini,” katanya. Bupati Ngada Flores 2 periode ini lebih jauh menjelaskan, saat dilantik jadi Bupati Ngada 14 September 2014 lalu, Ngada masih termasuk salah satu daerah tertinggal di NTT. Namun dengan program membangun dari desa maka 3 tahun kemudian Ngada berhasil keluar dari ketertinggalan.
“Ada kesenjangan pembangunan sehingga ketika terpilih 2014, kita focus program membangun dari Desa. Infrastruktur dari Desa, Pendidikan masyarakat Desa, kesehatan dan ekonomi masyarakat Desa,” papar Marianus lagi. Dia menambahkan, di Ngada ada program yang namanya Pera (Program Ekonomi Rakyat). Program ini sama seperti Anggur Merah hanya berbeda namanya saja. “Maksud dan tujuan dari Pera ini sama seperti Anggur Merah. Yang berbeda cuma namanya saja,” pungkas Marianus.
Marianus Sae dan Emi Nomleni saat mendaftarkan diri ke KPU NTT menggunakan pakaian adat Bajawa. Bahkan Marianus terlihat memegang parang yang terbuat dari kayu yang merupakan bagian dari perlengkapan pakaian adat yang dikenakan. Fungsionaris DPP PDIP, Herman Heri yang ikut mengantar Marianus dan Emi juga terlihat mengenakan pakaian adat Bajawa. Ratusan massa termasuk pengurus partai pengusung, komunitas sepeda motor trail ikut mengantar Marianus dan Emi mendaftar ke KPU NTT. Marianus dan Emi menggunakan mobil terbuka tiba di KPU NTT sekitar pukul 14.10 Wita dan begitu tiba, pengurus partai yang bertugas mendaftarkan Paket Marianus-Emi langsung mendaftarkan Paket ini ke petugas KPU yang telah menunggu didalam kantor KPU NTT. ♦ epo

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.