Mulai 1 Juli 2020, Perayaan Ekaristi Bagi Umat Katolik Kembali Dilakukan

Mulai 1 Juli 2020, Perayaan Ekaristi Bagi Umat Katolik Kembali Dilakukan

 

KEUSKUPAN Agung Kupang merespon positif keputusan berlakunya New Normal di NTT pada 15 Juni. Karena itu, Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, Pr, mengeluarkan Pedoman Pastoral bahwa perayaan ekaristi bersama bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang, mulai berlaku pada 1 Juli 2020. Gereja Paroki Santa Maria Assumpta pun telah mengeluarkan rambu-rambu untuk perayaan ekaristi bersama dimaksud.
“Gereja Katolik di Keuskupan Agung Kupang menyambut baik dengan kewaspadaan yang bijak agar pelaksanaan ibadah bersama tidak menimbulkan kasus-kasus yang tidak kita inginkan. Karena itu, Uskup Agung Kupang sesudah mencermati Surat Edaran Menteri Agama RI No, SE 15 Tahun 2020 dan Ketetapan Gubernur NTT, serta mendengarkan para Konsultares, menegaskan kepada umat katolik, utamanya para pastor agar membangun persekutuan gerejani ke arah perubahan sosial konstruktif, edukatif dan kuratif.
Dalam Pedoman Pastoral yang dikeluarkan pada 8 Juni 2020 itu, Uskup Petrus Turang, menyatakan, Gereja Katolik menyambut baik upaya membuka kembali peribadatan secara publik tetapi dalam suatu disiplin kebersamaan yang terkendali dengan kepatuhan yang bijak, khususnya dalam memelihara protokol kesehatan, maka ibadah bersama akan mulai berlaku di Keuskupan Agung Kupang pada 1 Juli 2020.
Uskup Turang menghimbau para pastor dan pemimpin umat memberikan penyadaran kepada umat tentang pelaksanaan ibadah bersama selama bulan Juni agar pedoman pastoral ini terpahami secara jelas. Selain itu, pelaksanaan ibadah bersama ini juga hendaknya dikomunikasikan dengan pemerintah setempat atau gugus tugas Covid-19 demi menjamin kebaikan bersama dalam bingkai lingkungan yang saling memberdayakan kesehatan hidup.
Pedoman Pastoral ini juga mengatur bahwa gedung gereja yang dipakai harus didisinfektan sebelum dan sesudah penggunaannya agar lingkungan sehat terjamin bagi semua umat. “Jumlah umat yang ikut dalam ibadah bersama pun terbatas, agar jarak kesehatan terjamin dengan tetap menggunakan masker dan mencuci tangan di depan gereja. Bila mungkin dengan pengukuran suhu badan. Dan, perayaan ekaristi dilakukan berdasarkan kelompok KUB atau wilayah rohani, guna membatasi jumlah umat yang hadir,” kata Uskup Turang.
Pada bagian lain Pedoman Pastoral itu, Uskup Turang juga mengatakan, keadaan normal lagi tentu saja menggembirakan kita semua. Kita perlu menyambutnya dengan suatu gaya hidup yang baru pula. Jangan lupa mencuci tangan dan pakai masker guna memupuk lingkungan yang bersih, baik pribadi maupun bersama-sama. Perlu suatu kewaspadaan yang bijak dan kepatuan yang rendah hati agar keadaan yang berubah dalam hidup bersama menciptakan keadaan baru dengan membangun disiplin hidup yang memperlancar perjalanan hidup bersama, baik dalam persekutuan gerejani maupun masyarakat.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas perhatian para pastor dan umat katolik dalam mematuhi tata kelola kehidupan yang ditetapkan pemerintah demi kebaikan bersama. Keheningan di rumah masing-masing mudah-mudahan telah memupuk keheningan hidup iman karena kita percaya akan belaskasihan Tuhan yang sungguh hadir dalam hidup kita secara berkelimpahan,” begitulah pesan Uskup Turang. ‚ô¶¬†diestimmen.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.