Musakabe dan Koreh

Musakabe dan Koreh
APRIL 2019, saya mendapat hadiah terindah dalam ziarah kehidupan ini. Pertama, mantan Gubernur periode 1993-1998 Herman Musakabe menghadiakan sebuah buku berjudul Ziarah Kehidupan, Menapak Tilas Perjalanan Hidup dalam penyertaan Tuhan. Saya membacanya dengan cara saksama dan meresapinya. Belum bisa menjalani seperti yang dikisahkan dalam buku ini, karena seorang Herman Musakabe, tokoh kharismatik sudah menjalani dengan sangat hebat. Setia dan taat, tanpa absen.
Di dalam buku ini, ada kisah tentang kekuatan berpikir positif, tentang manusia kaya arti, tentang Sang Merah Putih, Kemerdekaan dan Tantangan Bangsa Indonesia. Ada juga tentang Pengalaman Dengan Para Presiden, Perkawinan Emas, Tanatafobia, dan Kerahiman Allah dalam Kehidupan Seorang Herman Musakabe. Buku ini, menjadi buku sejarah bagi orang NTT bahkan orang Indonesia, karena seorang Herman Musakabe juga bertugas di berbagai daerah sebagai seorang tentara rakyat yang professional.
Saya juga mendapat hadiah dari seorang Putera Terbaik NTT yaitu Andreh Koreh. Bukan hadiah dalam bentuk uang atau materi tetapi berupa sebuah undangan menghadiri upacara rapat senat terbuka ujian disertasi 8 April 2019. Hari itu, Andreh Wellem Koreh diuji sejumlah guru besar untuk meraih gelar doktornya. Yang saya sangat kagum atas Andre Koreh, sebagai seorang pejabat, teknokrat, karena memimpin sebuah Dinas Pekerjaan Umum di Nusa Tenggara Timur. Di tanganya telah dibangun infrastruktur berupa jalan, jembatan, irigasi dan embung.
Di sela tugas rutinnya, ternyata seorang Andre yang bergelar Ir. Magister Teknik ini, menjalani salah satu tugas yang sangat tersembunyi sejak 2015 yaitu menjalani studi di Pasca Sarja Undana Kupang untuk progam doktor. Tidak semua putera NTT mendapat kesempatan seperti ini. Melengkapi kisahnya yaitu ujian disertasi 8 April 2019 dalam sidang terbuka yang dihadiri Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Jos Nae Soi dan seluruh pejabat penting NTT.
Disertasi Abdre Koreh berjuduk Koordinasi Pengelolaan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum Jalan, Jembatan, Bendungan dan Embung di NTT. Seorang Andre Koreh telah meraih gelarnya sebagai doctor. Yang saya kagumi juga motto dalam studinya sehingga menghasilkan sebuah karya berupa dan kisah monumental bagi sejarah NTT yaitu,” Hidup hanya sekali, berarti lalu mati,” yang dikutip dari ilmuwan Ahmad Rifai Rif’an, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan,” yang diambil dari Amsal 1:7.
Andre Koreh juga mengutip dri Djarot Saiful Hidayat mantan Gubernur DKI dan Walikota Blitar Jawa Timur sebagai mottonya yaitu “ Memang baik menjadi orang penting, tetapi lebih penting menjadi orang baik, nemun lebih sempurna menjadi orang penting yang baik.” Saya secara pribadi bersyukur kepada Tuhan yang diperkenankan mendapatkan kedua hadiah ini.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan jika hambaNya berusaha dengan memohon bantuannya. Terima kasih untuk kedua tokoh NTT ini. Sebuah persembahan yang sangat bernilai, kini dan esok. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.