Musrenbang Bukan Forum Asal-Asalan

Musrenbang Bukan Forum Asal-Asalan

FORUM Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara kolaboratif merencanakan pembangunan dapat melahirkan program/kegiatan yang menjadi prioritas utama untuk disepakati bersama. “Forum ini tidak boleh dianggap asal-asalan sebab yang dilakukan berdasar pada amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang system Perencanaan Pembangunan Nasional,” jelas Haning.
Undang-Undang 25 Tahun 2004 ini lanjutnya menjelaskan bahwa pemerintah daerah wajib menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan daerah untuk periode 1 (satu) tahun. RKPD Kabupaten Rote Ndao merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Rote Ndao dengan memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dijelaskan dalam rangka penyusunan RKPD kabupaten Rote Ndao, pemerintah daerah wajib menyelenggarakan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) secara berjenjang mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai dengan kebupaten termasuk penyelenggaraan Forum OPD dan Gabungan OPD.
“dalam merumuskan perencanaan pembangunan melibatkan 3 pilar pemerintahan yaitu pemerintah daerah, kalangan masyarakat dan swasta.
Sehingga secara teknis berbagai keputusan dalam pelaksanaan pembangunan dirumuskan secara bersama-sama. Jadi Musrenbang bukan forum asal-asalan,” tegas Haning.
Untuk diketahui, pembukaan Musrenbang ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Herman Nai Ulu, SH, M.Hum mewakili Gubernur NTT, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M Selly, MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Melyanus Mandala, Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Kepala Bapelitbang, Drs. Frengki Haning, Kepala OPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, LSM dan Wartawan, Perwakilan kecamatan, Kepala Desa/ Lurah dan BPD se-kabupaten Rote Ndao.
Musrenbang Kabupaten, Forum Sepakati 219 program, 607 kegiatan Rangkaian pelaksanaan Musayawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang ) tingkat kabupaten Rote Ndao tahun 2018 didahului dengan pra Musrenbang yang telah berlangsung pada tanggal 22 Maret 2018 yang terdiri dari 3 kelompok diskusi yaitu bidang Pemerintahan Sosial dan Budaya ( 28 ) OPD, bidang Ekonomi ( 12 ) OPD dan bidang Infrastruktur dan Prasarana (4) OPD telah menyepakati 219 program dan 607 kegiatan dengan total dana yang dibutuhkan mencapai Rp.654.059.880.000,- yang terbagi kedalam 3 bidang:
Pertama : Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya Jumlah usulan: 123 program dan 309 kegiatan, total dana Rp.164.624,266,- disetujui 123 program, 307 kegiatan, total dana Rp.170.398.093.000; Dua: Bidang Ekonomi; Jumlah usulan: 60 program, 199 kegiatan, total dana Rp. 53.134.642.000,- disetujui 60 program, 201 kegiatan, total dana Rp. 50.284.642.000,- Tiga: Bidang Infrastruktur dan Prasarana Wilayah Jumlah usulan : 35 program, 99 kegiatan total dana Rp. 426.012.145.000,- disetujui 35 program, 99 kegiatan, total dana Rp. 433.377.145.000,-
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, Dra. Endang Pristiwati, M.Si dalam laporannya menjelaskan tujuan umum dilaksanakannya Musrenbang untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan rancangan awal RKPD yang memuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif pendanaan berdasarkan funsi OPD termasuk informasi mengenai rencana kegiatan yang pendanaanya bersumber dari APBD II (DAU dan DAK), APBD I, APBN dan sumber pendanaan lainnya.
Sedangkan tujuan khususnya untuk mendapatkan masukan terhadap rancangan RKPD, mendapatkan sinkronisasi hasil Musrenbang desa/kelurahan, kecamatan dan forum OPD untuk menjadi prioritas program/kegiatan pembangunan kabupaten Rote Ndao “serta memadukan perencanaan dan penganggaran ditingkat kabupaten,” kata Endang.
Terpantau, diakhir acara dilakukan penandatanganan berita acara Hasil Musrenbang oleh Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM dan perwakilan peserta Musrenbang yakni Wakil Ketua DPRD, Cornelis Feoh, SH, Sekda, Drs. Jonas M. Selly, MM, Asisten II, Drs. Melyanus Mandala, Kepala Bapelitbang, Drs. Frengki Haning, Inspektur Inspektorat, Pius Mali, S.Ip, Camat Ndao Nuse, Yusuf O. Fiah, SH Tokoh Agama, Pdt. Dantje Ndun, Tokoh Perempuan, Sartje F. Foeh dan Tokoh Masyarakat, Hj. Thosin Badjideh. ♦ advetorial kerjasama pemda rote ndao dan expontt

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.