Napak Tilas Perahu Padewakang, Singgahi Kota Larantuka Sebelum ke Australia

Napak Tilas Perahu Padewakang, Singgahi Kota Larantuka Sebelum ke Australia

PERAHU Layar Padewakang dari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan yang hendak menuju Australia dalam perjalanan Napak tilas di hari ke-19 tepatnya pada Kamis 26 Desember 2019 berlabuh di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Sebelum berlabuh di Kota Larantuka, perahu buatan warga Panrita Lopi Kabupaten Bulukumba itu berlabuh di laut Desa Watotutu Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur. Keberadaannya di Desa Watotutu karena air laut surut menunggu air pasang sebelum melanjutkan pelayaran ke kota Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Sebelumnya, perahu berukuran besar terbuat dari kayu ini akan berlayar dan mengakhiri perjalanan napak tilas di Negeri Kanguru Australia dengan mengawali pelayaran dari Selat Selayar di Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba.
Warga Watotutu pun menyebutkan, perahu Padewakang tanpa mesin ini sebelum memasuki Selat Gonsalu terlebih dahulu berlabuh di desanya.
Warga Desa Watotutu, Yohanes Weking merasa bangga dan senang karena perahu Padewakang bisa berlabuh di daerahnya. Kapal kayu ini diawaki 12 crew.
“Kami senang karena dalam perahu bermotif kayu bambu didalamnya pada tradisional, semuanya lokal dengan peralatan sama dengan di Flores Timur. Misalnya kara (untuk simpan padi ), nyiru keleka ( sepi sira padi /tapis beras) kebala, tempat titi jagung, ada juga ori pondok yang atapnya dari daun lontar,” ucap Yohanes.
Staf ahli Kemenko Maritim bernama Horst H Liebner, merasa senang saat memasuki perairan Waimana Desa Watotutu yang indah dengan air laut yang tampak hijau dan bersih.
Tak lupa melakukan penyelaman untuk melihat langsung kondisi terumbu karangnya. Namun sedikit kecewa karena terumbu karang di Desa Watotutu telah hancur diduga disebabkan pengeboman pada masa lalu. “Perairan Waimana Desa Watotutu sangat indah, lautnya hijau, bersih, kami coba selam melihat terumbu karang ternyata sudah hancur terumbu karang mungkin di sekitar laut ini duluh pernah Bom jadi terumbu karangnya rusak semua,” ungkap Hosrt.
Pelayaran perahu Padewakang dari Pulah Madu menuju Larantuka dengan jarak sekira 100 mil. Angin berhembus dari arah Barat Daya menuju Tenggara dengan gelombang laut maksimal satu meter.
Kedatangannya di Larantuka, kapal ini disambut oleh Pemda Kabupaten Flotim, Pemuda Katolik Komisariat Cabang Flores Timur, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, media, dan ormas setempat.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang Flores Timur, Fransiskus Padji Tukan kepada vivatimur.com Sabtu, 28 Desember 2019 mengatakan antusias menyambut kedatangan kapal Padewakang di kota Larantuka, singgahnya kapal Padewakang membangkitkan memori masa lampau terkait perjalanan-perjalanan sejarah.
“Napak tilas harus di ketahui banyak orang, karena ia menceritakan banyak hal, tidak semata menceritakan perjalanan tetapi juga perjumpaan-perjumpaan,” ungkapnya.
Pemuda Katolik Flores Timur dalam kunjungan ke kapal Padewakang juga memberikan apresiasi dan kebanggan mereka kepada kapal Padewakang yang telah singgah di kota Larantuka. Pemuda Katolik juga akan terus membangun komunikasi dengan pihak kapal Padewakang.
“Kami mengucapkan selamat datang di kota Larantuka, jantung kehidupan orang Flores Timur yang merupakan satu-satunya kabupaten di Flores yang menggunakan nama Flores. Dan sudah tepat Kapal Padewakang bersandar tepat di depan Kapela Tuan Ma karena merupakan pusat spiritualitas orang Larantuka,” ungkap Padji Tukan.
Lebih jauh Fransiskus Padji Tukan mengatakan, pelabuhan Kota Larantuka menyimpan banyak sejarah pelayaran kemaritiman, sejarah mencatat pelabuhan larantuka selalu memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang menyinggahi dan menjadi pelabuhan yang aman bagi para pelaut dari amukan badai laut Jawa kalah itu.
Untuk diketahui, selama di Larantuka, crew akan membeli kebutuhan konsumsi dan logistik, membeli ole-ole, bersosialisasi dengan Pemkab Flores Timur dan menyediakan kemudi cadangan. Informasi yang dihimpun, perahu Padewakang meninggalkan Kabupaten Flores Timur pada 30 Desember 2019 menuju Australia. ♦ vivatimur.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.