Nembrala Beach Hotel Bangun Pagar, Warga Kesal, Pemda ‘Diamkan’

Nembrala Beach Hotel Bangun Pagar, Warga Kesal, Pemda 'Diamkan'

WARGA desa Nemberala, kecamatan Rote Barat, kabupaten Rote Ndao, provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), kesal dengan pihak Hotel Nembrala Beach. Pasalnya fasilitas umum berupa jalan setapak sepanjang pantai wisata Nembrala terhalang oleh pembangunan berupa pagar keliling hotel, hal ini menyebabkan terhambatnya akses warga setempat yang menggunakan jalan tersebut.
Ruas jalan sepanjang pantai yang dibangun pemerintah kabupaten Rote Nado sejak tahun 1991 melalui perangkat desa, dengan tujuan untuk memudahkan akses warga menuju pantai itu, namun kini jalan tersebut tidak lagi digunakan warga karena pihak hotel Nembrala Beach telah membangun pagar diatas bangunan jalan warga tersebut sejak tahun 2004. Sayangnya peran Pemerintah Daerah (Pemda Rote Ndao)melihat kondisi ini sepertinya didiamkan saja, dikabarkan warga sudah menyampaikan hal ini kepada pemda setempat namun belum ada tindak lanjut.
Tokoh masyarakat desa Nemberala, Deni Killi ketika ditemui awak media di lokasi pantai Nemberala Jumat 30 Maret 2018 pukul 10:28 WITA, mengatakan terhambatnya aktivitas warga khususnya petani rumput laut yang selama ini mengenakan jalan setapak tersebut sebagai akses utama dari rumah menuju lokasi budidaya rumput laut.
” Sejak pihak hotel membangun pagar dan menutup satu satunya jalan sepanjang pantai ini, para warga desa nembral terhambat dan saya selaku warga dan tokoh masyarakan merasa kesal dengan kondisi ini, ” ujar Killi penuh kesal.
Killi menambahkan, jalan setapak tesebut dibangun kurang lebih sekitar tahun 1991 sampai 1993 pada masa Almarhum Hanok Kay menjabat sebagai kepala desa Nemberala, sementara pembangunan pagar hotel yang melintasi jalan setapak tersebut dibangun sekitar tahun 2004 oleh pihak hotel Nemberala Beach.
Dirinya berharap persoalan tersebut harus disikapi oleh pemerintah kabupaten Rote Ndao karna sangat menghalangi dan membatasi kebebasan masyarakat sekitar untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari sebagai petani rumput laut dan juga terhadap masyarakat umum yang datang ke tempat wisata pantai Nemberala.
“kami masyarakat ingin agar pagar yang menutup jalan setapak ini harus di bongkar. soalnya saat air laut pasang, maka kami tidak bisa melintasi pantai tersebut karena terhalang oleh pagar beton miliki hotel Nembrala, kami sudah sampaikan ke pemerintah kabupaten, dan belum lama ini, Dinas Permukiman dan Lingkungan Hidup sudah kunjungi lokasi, tapi belum ada tindak lanjut” ujarnya.
Sementara Pemilik Hotel Nemberala Beach, Mr. Grech melalui istrinya ketika ditemui di lokasi hotel Nemberala Beach membantah bahwa pagar tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang melintasi jalan setapak tersebut.
Dirinya akui kalau pihaknya membangun pagar tepat diatas jalan setapak itu, namun pada posisi jalan setap dibuatkan pintu keluar masuk dengan tujuan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.
Dan saat ini untuk sementara waktu pihaknya masih menutup jalan tersebut karena ada renofasi bangunan pagar yang runtuh karena usianya bangunannya cukup lama, sehingga warga belum bisa melintasi jalan tersebut. ♦ radarntt.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.