Nikmati Pesona Alam Bukit Tangga 300 di Rote

Nikmati Pesona Alam Bukit Tangga 300 di Rote

SEBUAH bukit yang cantik mempesona di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur bernama Wisata Mandoo atau kerap disebut warga setempat Tangga tiga ratus.
Pasalnya, untuk mencapai puncak bukit itu para pengunjung harus menaiki 488 anak tangga hingga ke tangga 300.
Meskipun sebelumnya hanya berjumlah sekitar 300-an saja. Sehingga bukit ini diberi nama oleh warga setempat dengan sebutan bukit tangga 300. Dikala tengah berjalan menaiki anak tangga terdapat sejumlah bale -bale yang berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi para pengunjung untuk berlindung sementara untuk menghindari panas mentari bahkan hujan.
Setelah mencapai puncak bukit tersebut para pengunjung akan jumpai sejumlah bangunan mini berbentuk lumbung atau bahasa daerahnya lopo yang telah rapuh.
Fungsi lumbung- lumbung mini itu untuk para pengunjung dapat beristirahat seraya menikmati keindahan benteng alam Rote. Jika di pandang dibagian utara dapat memandang sebuah bukit yang diberi nama bukit Lole dan dibagian selatan pun terdapat hamparan samudera Hindia.
Di bagian Timur terdapat bukit Keka dengan teluk biru. Barat terdapat sebuah desa yakni Desa Kuli dengan potensi handalnya luasan persawahan yang cukup mencuri perhatian para pengunjung dikala melirik pemandangan yang mempesona nan indah.
Sungguh luara biasa memang, panorama dengan ukuran 360 derajat yang saking terkesan dari atas bukit Mando’o. Ternyata bukit cantik ini pun mememiliki tuannya lho para pengunjung!. Apa sih tuanya? Tuanya adalah sekawanan kera menempati puncak bukit tersebut. Di atas bukit inilah para tamu/pengunjung akan terhibur dengan sekawanan kera.
Para pengunjung biasanya menggunakan hari libur untuk mengunjungi lokasi wisata bukit nan cantik ini.
Para pengunjung itu bukan saja warga sipil dari luar kita Ba’a dan warga lokal tetapi aparat kepolisian berpakain seragam komplit senantian memanfaat waktu libur untuk berkunjung ke bukit ini. Buktinya?. Pada Sabtu 24 November 2018 Kapolres Rote Ndao, Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Hari Wibowo, S.IK,M.Si menggelar kunjungan ke bukit tersebut untuk mengabadikan momen dan melepas dron miliknya.
“Saya akan mengabadikan momen ini sebagai dokumen untuk publikasikan di akun facebook saya sebagai ajang promosi awal. Sebab, kalau obyek wisata ini ditata dan dikelola dengan baik akan mendatangkan keuntungan bagi warga dan menambah PAD untuk kabupaten Rote Ndao. Untuk mencapai harapan ini kita semua harus mengambil andil untuk mempromosikan wisata di pulau Rote,” tuturnya.
Kapolres Bambang yang didampingi Wakapores Rote Ndao, Kompol. Lukas L. Malana dan para Kapolsek mengatakan, sangat mendukung pengembangan wisata di pulau Rote dengan julukan pulau sejuta lontar. Sebab, pulau Rote ditata dengan baik dan optimal maka tidak akan kalah pentingnya dengan Bali.
Pjs Kepala Desa Kuli Dominggus Fanggi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao untuk melakukan pembenahan infrastruktur di lokasi wisata itu. Warga Desa Kuli Yakobis Mesakh mengharapkan agar pemerintah daerah setempat peduli akan tempat wisata dengan melakukan pembenahan secara optimal. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.