Nikson Therik Dipanggil Jaksa Untuk Kedua Kalinya

Nikson Therik Dipanggil Jaksa Untuk Kedua Kalinya

Nikson Therik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao kembali dipanggil tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kabupaten Rote Ndao. Nikson kembali dipanggil karena pada panggilan pertama tidak dipenuhinya dengan alasan sedang sibuk (rapat) di Jakarta.
“Panggilan pertama sudah tapi tidak hadir dengan alasan sibuk di Jakarta makanya kami rencana kami panggil lagi untuk kedua kalinya,” kata Kajari Kabupaten Rote Ndao, Edy Hartoyo yang dihubungi via Hand Phone (HP) selulernya, Rabu (28/11).
Dijelaskan Edy, anggota DPRD Rote Ndao itu dipanggil terkait kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao senilai Rp 1 miliar tahun 2016-2017.
Dalam kasus itu, lanjut Edy, sedikitnya 20 orang saksi telah diperiksa tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Rote Ndao. “Sedikitnya 20 orang saksi sudah diperiksa penyidik, kata Edy.
Dilanjutkannya, sejauh ini kasus dugaan korupsi anggaran dana desa itu hampir dirampungkan oleh penyidik Tipidsus. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara untuk ditingkatkan statusnya. Dalam kasus dugaan korupsi itu, sejauh ini tim penyidik Tipidsus telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, Kepala BPMD Rote Ndao, Sekretaris Desa, Bendahara Desa, dan TPK.
Perlu diketahui bahwa, dalam anggaran dana desa itu terdapat beberapa pekerjaan fisik yang diduga kuat dikerjakan oleh oknum anggota DPRD NTT dengan inisial NT. Dimana NT diduga kuat menggunakan beberapa perusahaan seperti CV. Putra Lakamola, CV. Embung Pengodoa, CV. Bavandele Kasih dan CV. Graceano. Anggaran dana desa itu diperuntukan untuk pekerjaan fisik seperti pekerjaan fisik Posyandu, jalan lamparit, embung, dan pengadaan kawat duri. Sedangkan pekerjaan fisik posyandu hingga kini belum juga dituntaskan. ♦ kriminal.co

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.