NTT berencana pindahkan napi kasus pemerkosa anak ke Nusakambangan

NTT berencana pindahkan napi kasus pemerkosa anak ke Nusakambangan

 

KEPALA Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marciana Jone mengatakan pihaknya berencana memindahkan narapindana (napi) kasus pemerkosaan anak ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah. “Ke depan kami upayakan agar para pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur juga bisa dipindahkan untuk mendapat pembinaan intensif di Lapas Nusakambangan,” kata Marciana di Kupang, Senin, 20 Juli 2020.
Ia mengatakan pihaknya telah memindahkan tiga napi kasus pencurian ternak di Pulau Sumba dari Lapas Kelas II B Waikabubak ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah pada Senin, 20 Juli 2020. Ia mengakui kasus pencurian ternak memang marak terjadi dan meresahkan masyarakat di Pulau Sumba serta menimbulkan dampak kerugian yang besar karena jumlah ternak yang dicuri mencapai puluhan ekor. Marciana Jone juga menyoroti kasus kekerasan seksual yang marak terjadi di NTT, dimana 75 persen warga binaan di semua lapas se-NTT terlibat kasus pemerkosaan anak di bawah umur.
Untuk itu, pihaknya berencana mengajukan permohonan ke Pemerintah Provinsi NTT agar napi, terutama kasus pemerkosaan anak bahwa umur dipindahkan ke ke Lapas Nusakambangan. “Kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak ini merupakan salah satu kasus terbesar di NTT, oleh sebab itu para pelaku harus diberikan pembinaan secara intensif,” katanya. Ia menambahkan pemindahan napi merupakan hal yang biasa, perbedaannya adalah di Lapas Nusakambangan ada “super maximum”, “maximum”, dan “medium security” dan para napi yang masuk dalam kategori kejahatan berulangkali akan dibina secara khusus di sana.
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan pihaknya mendukung jika napi kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur juga dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, seperti yang dilakukan terhadap napi kasus pencurian ternak.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak agar napi kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur untuk dipindahkan ke Nusakambangan. “Prinsipnya harus ada efek jera, kalau tidak jera maka harus dipindahkan agar bisa dibina khusus dan menjad lebih baik,” katanya.

Wagub Nae Soi: Agar ada efek jera
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Josef Nae Soi, mengatakan pemindahan tiga narapidana (napi) kasus pencurian ternak di Pulau Sumba ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Jawa Tengah, untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku. “Pemindahan napi ini dilakukan bagi mereka sehingga ada refleksi kritis dalam diri mereka sendiri. Agar timbul efek jera,” katanya di Kupang, Senin, terkait pemindahan tiga napi kasus pencurian ternak dari Lapas Kelas II B Waikabubak ke Lapas Nusakambangan pada Senin 20 Juli 2020.
Ketiga narapidana tersebut di antaranya Bora Bili (60) asal Kabupaten Sumba Barat Daya dan dua lainnya dari Kabupaten Sumba Tengah yakni Endris Doki (20) dan Umbu Siwa Wunu (44).
Nae Soi mengatakan, kasus pencurian ternak di Pulau Sumba sangat sering terjadi dan meresahkan masyarakat di daerah setempat sehingga para pelaku harus dibina secara insentif. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah provinsi melalui Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebelumnya telah bersurat secara resmi ke Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI untuk memindahkan tiga napi tersebut ke Lapas Nusakambangan.
“Saya kira tidak berkelebihan, jika saya bersama bapak gubernur meminta pada Menteri Hukum dan HAM dalam hal ini Dirjen Pemasyarakatan melalui Kakanwil Kemenkumham NTT bahwa kami ingin menitip masyarakat kami untuk dibina lebih intensif di Nusakambangan,” katanya. Nae Soi mengatakan, pemerintah provinsi tidak menginginkan agar kasus pencurian ternak terjadi lagi di Pulau Sumba, oleh karena itu pembinaan napi secara intensif ini perlu dilakukan.
Dengan pemindahan para napi ke Lapas Nusakambangan ini, lanjut dia, tentunya ada jarak yang cukup jauh dengan tempat tinggal dan keluarga mereka. Hal ini dapat menimbulkan dampak tersendiri bagi para pelaku maupun orang lain yang ingin melakukan tindakan pencurian serupa, katanya. Nae Soi mengajak semua elemen masyarakat agar menghindari praktik pencurian seperti ini karena akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun masyarakat yang menjadi korban. “Ke depan mari kita jaga NTT agar aman dan kita bangun dengan nilai kemanusiaan dan sikap kejujuran yang tinggi untuk semua elemen masyarakat,” katanya. ♦ antaranews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.