Obyek Biaya Dan Cost Driven (Pemicu Biaya) Dalam Pendidikan

Obyek Biaya Dan Cost Driven (Pemicu Biaya) Dalam Pendidikan

Oleh : Dra. Agustina Henukh, M.Pd
Mahasiswa S3 Universitas Negeri Semarang

Pertanggungjawaban dan perhatian manajemen bervariasi, tergantung pada bentuk dan sifat organisasi serta obyek biayanya. Obyek biaya merupakan suatu aktivitas di mana biaya diakumulasikan. Seorang manajer professional dalam pendidikan akan dapat mengakumulasikan biaya karena dia mengetahui aktivitas yang secarayang secara minimal ataupun maksimal dalam kegiatan proses pendidikan yang menyangkut:
Produk atau kelompok produk yang saling berhubungan, jasa, bagian sumber daya manusia dan bagian teknik, proyek seperti proyek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi.
Dalam dunia usaha, obyek biaya terfokus dalam analisis profitabilitas. Sedangkan dalam dunia pendidikan obyek biaya akan terfokus dalam analisis cost benefit yang mungkin merupakan keuntungan bagi masyarakat. Jumlah total biaya untuk suatu obyek biaya dipengaruhi oleh cost driven. Cost driven merupakan faktor-faktor yang mempunyai efek terhadap perubahan tingkat biaya total untuk suatu obyek biaya.
Contoh; Biaya-biaya untuk gaji guru akan dipengaruhi oleh jumlah jam mengajar dan lain-lain. Jumlah jam mengajar merupakan cost driven untuk biaya honor. Demikian halnya jumlah siswa yang dilayani juga merupakan cost driven untuk biaya guru, untuk kualitas pendidikan. Karena itu jika menginginkan kualitas pendidikan yang tinggi, maka analisis terhadap cost driven seharusnya dilakukan secara cermat.
Analisa cost driven merupakan langkah strategik dan merupakan suatu analisa agar biaya pendidikan dapat dihitung secara cermat dan tepat. Perhitungan biaya pendidikan yang tepat akan dapat menghasilkan efisiensi biaya pendidikan.
Dengan sistem pembiayaan SP4 atau PPBS, informasi mengenai kegiatan pendidikan merupakan analisis cost driven. Hal ini juga secara strategik menambah paradigma dalam kebijakan pembiayaan pendidikan di mana sering terjadi biaya menentukan kegiatan (sistem alokasi)dirubah menjadi biaya mengikuti kegiatan. Karena itu penentuan berapa jumlah biaya yang harus dibutuhkan, orientasinya bukan semata-mata ahli biaya tetapi juga profesional dalam bidang pendidikan.
Untuk keperluan kompetetif, manejer profesional menggunakan informasi strategik, menggunakan faktor-faktor keberhasilan dengan menyediakan peta yang menunjukkan keunggulan kompetetif dan merupakan branch mark untuk keunggulan kualitas lulusan.
Dengan menekankan penggunaan informasi strategik berarti menekankan pada beberapa dimensi antara lain: Kinerja keuangan dengan membandingkan jumlah biaya yang dikeluarkan pada tiap lembaga pendidikan, kepuasan pelanggan (kualitas lulusan akan memberikan kepuasan kepada stakeholders dan ini merupakan indikator kepuasan kepada stakeholders), proses pelayanan pendidikan dalam biaya pendidikan yang menggunakan prinsip efektivitas dan efisiensi pendidikan, inovasi dan pembelajaran.
Informasi ini mengukur kemampuan lembaga pendidikan dalam mengembangkan sumber daya manusia untuk kreatif dan inovatif Keempat dimensi tersebut di atas merupakan balance score yang merupakan informasi baik keuangan ataupun non keuangan dari semua faktor yang mengembangkan keberhasilan proses pendidikan. Hal ini menggambarkan juga strategy focused organization artinya suatu lembaga pendidikan untuk dapat bersaing haruslah berpusat pada organisasi itu sendiri yang memiliki komponen vital seperti: Executive Team (eksekutif tim), business Units (unit usaha), human resources (sumber daya profesional), information technology (teknologi informasi), budget and capital investment (anggaran dan investasi modal). Jika kelima poin ini tidak dimiliki maka mutu lulusan tidak optimal. ♦

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.