OJK Desak Bank NTT Selesaikan Masalah Pembololan 3 Rekening Milik Nasabah

OJK Desak Bank NTT Selesaikan Masalah Pembololan 3 Rekening Milik Nasabah

DIREKSI Bank NTT di desak oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)-NTT untuk menyelesaikan masalah pembobolan 3 rekening milik nasabah Bank NTT, atas nama Helda I. E. Manafe Pelondou dengan total nilai Rp 490 juta oleh Kepala Kantor Kas Bank NTT Oeba, Sely alias COTN.
Desakan OJK kepada Direksi Bank NTT tersebut tertuang dalam surat OJK NTT tanggal 26 Februari 2019, Nomor: S-85/KO.082/2019, sifat : segera, perihal : klarifilasi awal pengaduan sdri. Helda I. E. Manafe Pellondou yang ditujukan kepada Direksi Bank NTT.
Dalam surat yang ditandatangani Kepala OJK NTT, Robert H. Sianipar tersebut, ditulis, desakan OJK tersebut sehubungan dengan surat pengaduan nasabah Helda I.E. Manafe Pelondou tertanggal 14 Februari 2019 yang merasa dirugikan oleh Bank NTT.
“Dengan ini kami minta agar Saudara (direksi, red) menelesaikan pengaduan dimaksud dengan berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuanhan Nomor 1/POJK.07/2013 tanggal 26 Juli 2013, tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan,” tulis OJK.
Selain itu, Direksi Bank NTT memberikan : 1) kronologis pengaduan tersebut disertai dengan bukti-bukti pendukung; 2) upaya penyelesaian yang telah Direksi lakukan; dan 3) rencana tindak lanjut penyelesaiannya.
OJK NTT memberikan deadline alias batas waktu selama 7 hari unntuk memberikan tanggapan. “Tanggapan Saudara sekiranya dapat kami terima selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal surat ini,” tulis OJK.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasabah Bank NTT, Helda I.E. Manafe Pellondou mengadukan pembobolan 3 rekeningnya dengan total nilai Rp 490 juta oleh Kepala Kantor Kas Bank NTT Oeba, Sely alias COTN kepada OJK NTT. Dalam suratnya, Helda memohon bantuan OJK NTT untuk penyelesaian masalah pembobolan 3 rekeningnya di Bank NTT.
Pembobolan pertama terjadi pada rekening tabungan milik Helda pada tanggal 18 Maret 2016 sebesar Rp 300 juta. Pembobolan kedua terjadi pada 2 rekening deposito atas nama Helda di tanggal 6 Septembar 2016, masing-masing sebesar Rp 100 juta dan Rp 90 juta.
Nasabah telah memperjuangkan pengembalian uang tersebut sejak tahun 2016 tapi tidak ditanggapi secara positif oleh Bank NTT. Nasabah malah merasa dijebak dan ditipu oleh pihak Bank NTT. ♦ suaraflobamora.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.