Tentang P. Ceslaus Osiecki SVD

Tentang P. Ceslaus Osiecki SVD

SAYA mengenal Pater Ceslaus sejak kecil dan mulai mengenalnya lebih dekat saat SMA
Ia lahir di Polandia 10 juli 1932, dan diutus ke Indonesia pada tahun 1965 bersama beberapa rekannya seperti P. Stanislaus Pikor SVD yang baru meninggal juga. Ayahnya bernama Jan Osiecki dan ibu bernama Pelagia Zbierska.
Riwayat Pendidikannya:
Pendidikan Elementary/Primaryy di Poznan, Polandia – Tamat Tahun 1946
Pendidikan Secundary di Brinrkoz, Polandia – Tamat Tahun 1949
Pendidikan SLTA di Pienezno, Polandia – Tamat Tahun 1952
Pendidikan Tinggi Universitas di Warsawa dan Lodz, Tamat Tahun 1965.
Czeslaw, SVD selain meraih gelar sarjana muda dalam filsafat dan Teologi; beliau juga mempelajari Sastra Inggris di Universitas LODZ, Polandia. Beliau meraih gelar Master Of Arts in ENGLISH PHILOLOGY dengan Tesis: THE PICTURE OF SOUTH-EAST ASIAN IN J.CONRAD’S WORKS (Joseph Conrad adalah seorang novelis besar kelahiran Polandia berkewarganegaraan Inggris. P. Czeslaw, SVD meneliti novel-novel dan cerpen-cerpen J. Conrad dalam kaitan dengan situasi di kawasan Asia Tenggara).
Riwayat Panggilan Religius:
Czeslaw, SVD memulai pendidikannya sebagai seorang seminaris pada tahun 1946 dan ditahbiskan sebagai Imam dalam Serikat Sabda Allah pada tahun 1958.
Riwayat Karya Misioner:
Czeslaw, SVD tiba pertama kali di Indonesia di Tanjung Prior menumpang Kapal Laut VICTORIA pada tanggal 15 Desember 1965 bersama sesama rekan-rekan misionaris pionir SVD Polandia yang ditugaskan ke Indonesia. P. Czeslaw, SVD adalah salah satu founding-fathers Karya Misi SVD Polandia di Indonesia.
Czeslaw, SVD menjadi anggota komunitas Seminari St. Yohanes Berkhmans – Mataloko sekaligus belajar Bahasa Indonesia pada tahun 1966 – 1967.
Setelah menghabiskan 1 tahun di Komunitas Seminari Mataloko, P. Czeslaw, SVD mulai bekerja di Paroki-paroki di wilayah Ngada dan Nagekeo terhitung mulai tahun 1967 sampai dengan 1981.
Dari tahun 1981 sampai 1997 P. Czeslaw, SVD menjadi anggota komunitas Rumah Retret KEMAH TABOR sambil berkeliling di wilayah Ngada dan Nagekeo dengan MOBIL KABAR GEMBIRA memperkenalkan SPIRITUALITAS KERAHIMAN.
Dari tahun 1993 sampai dengan masa tua dan sakit, P. Czeslaw, SVD tinggal di Pondok SVD Riung sekaligus menjaga Pulau Kelelawar di Taman Laut 17 Pulau, Riung. Pada saat yang sama, P. Czeslaw, SVD membangun dan mengelola TAMAN KERAHIMAN di Lengkosambi, tempat dimana dia tinggal sampai saat dia meninggal dunia.
Misionaris SVD kelahiran Polandia tetapi MEMILIH menjadi WARGA NEGARA INDONESIA.
Tidak ada seorangpun yang tahu mengapa P. Czeslaw, SVD memilih untuk menjadi WARGA NEGARA INDONESIA dan melepaskan kewarganegaraan Polandia yang melekat dalam dirinya.
Proses itu dimulai awal tahun 1990. Setelah semua berkas administratif dipenuhi maka pada tanggal 10 Desember 1993 permohonan P. Czeslaw, SVD untuk menjadi WARGA NEGARA INDONESIA dikabulkan oleh Presiden Republik Indonesia, SUHARTO dengan SK Presiden Republik Indonesia Nomor 38/PWI Tahun 1993.
Menindaklanjuti Keputusan Presiden Republik Indonesia, maka pada tanggal 12 Pebruari 1994 bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Bajawa, Kabupaten Ngada diadakan BERITA ACARA SUMPAH MENJADI WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
Setelah SUMPAH MENJADI WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA, pada tanggal 07 September 1994, P. Czeslaw, SVD mencabut status-status dokumen Imigrasinya yang berasal dari Polandia. Dengan adanya pencabutan dokumen-dokumen tersebut maka P. Czeslaw, SVD sepenuhnya menjadi WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA, sehari sebelum Hari Ulang Tahun Serikat Sabda Allah yang ke-119, 08 September 1994.
Pater yang sangat kuat devosinya kepada Yesus Kerahiman Ilahi ini meninggal dunia di usia 87 tahun di Poliklinik Suster KFS di Ratedosa, Aeramo, Nagekeo, Flores Nusa Tenggara Timur. Usia kaul 68 tahun sebagai misionaris SVD dan telah menjadi imam selama 62 tahun. Pater Ceslaus telah bermisi di Flores selama setengah abad lebih atau 54 tahun.
Dalam pelayanannya ia selalu menekankan 5 hal tentang Kerahiman Ilahi seperti dalam penampakkan Yesus kepada St Faustina jika seseorang bisa disebut devosan Kerahiman Ilahi yaitu :
1. Menghormati gambar Kerahiman Ilahi dimana pada gambar/lukisan tersebut ada Yesus yang sedang memberkati dan dibawahnya tertulis: “Yesus, aku berharap padaMu”
2. Merayakan pesta kerahiman ilahi yang harinya jatuh pada satu minggu setelah Paskah, sebagai persiapannya kita harus:
a. Mengaku dosa sebelum Paskah
b. Mengadakan Novena Kerahiman Ilahi yang dimulai pada hari Jumat Agung.
c. Menyambut Tubuh Kristus pada waktu pesta Kerahiman Ilahi.
d. Mendoakan ujud misa Paus, dimana gereja memberikan idulgensi penuh, artinya penghapusan hukuman dosa, apabila kita melakukan pesta Kerahiman Ilahi.
3. Merenungkan sengsara Yesus pada jam kerahiman yaitu pada jam tiga siang dan kalau memungkinkan akan sangat bagus kalau kita bisa melakukan jalan salib.
4. Doa koronka, boleh didoakan kapan saja dan dimana saja.
5. Menyebarluaskan Devosi Kerahiman Ilahi dengan cara perbuatan murah hati kepada orang lain. Tiga cara untuk murah hati pada sesama :
a. Murah hati dengan perbuatan, contoh; ketika aku lapar kamu memberi aku makan.
b. Murah hati dengan perkataan, Contoh; mengajar, jangan menggosip dan jangan menjelekan orang lain.
c. Murah hati dengan doa, contoh; mendoakan orang lain salah satunya dengan doa koronka.
Terima kasih banyak Pater dan selamat jalan serta berbahagia bersama para malaikat serta orang kudus di surga.
♦ Sumber Informasi:Sekretaris Misi SVD Ende: P. HUBERTUS TENGA SVD

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.