Pasar Danga Diubah Nama Jadi Pasar Nagekeo, Pemda Mau Ciptakan Konflik

TERKAIT dengan adanya spanduk yang dipasang di komplek Pasar Danga yang bertulisan “Jadikan Pasar Nagekeo yang bersih, Indah dan damai”. Dengan tulisan itu beberapa tokoh fungsionaris adat Suku Dhawe tersinggung. Sehingga mereka mendatangi kantor DPRD Nagekeo Rabu 7 Agustus 2019 untuk melakukan audiens dan mempertanyakan hal itu. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nagekeo, Silvester Yewa Gani didampingi Wakil Ketua 1 DPRD Kristianus Du’a Wea, Wakil ketua II DPRD Nagekeo Florianus Papu dan Anggota DPRD Nagekeo lainnya yakni Rispan Jogo.
Dalam audiens Ketua persekutuan Fungsionaris Suku Dhawe Lukas Mbulang yang juga Pengacara mengatakan kedatangan ke DPRD dengan tujuan untuk mempertanyakan terkait Pasar Danga yang sudah rubah menjadi Pasar Nagekeo yang dilakukan Pemda Nagekeo dalam hal Dinas Koprindag. “kami datang bukan mengatakan siapa yang salah atau siapa yang benar. Tetapi kami datang untuk mempertanyakan apakah pergantian nama itu atas dasar kesepakatan DPRD atau tidak. Bukan hanya itu tetapi pemindahan Puskesmas Danga ke Lape atas dasar kesepakatan siapa?,” tanya dia. Menurut Lukas, biasa ia disapa mengatakan bahwa perubahan nama Pasar Danga menjadi Pasar Nagekeo dan pemindahan Puskemas Danga ke Lape, itu artinya Pemda Nagekeo dan DPRD Nagekeo hanya mau menciptakan konflik antara pemerintah dan suku yang menyerahkan tanah sejak dahulu kala, sebelum kabupaten ini di bentuk. “Saya mau ingatkan bahwa pemda dan DPRD jangan ciptakan konflik. Karena Pasar Danga itu telah terjadi sejak Nagekeo belum dibentuk. Hal yang sama dengan Puskesmas Danga,” tegasnya.
Menurutnya, mengubah nama itu adalah sebuah adu domba dan sangat melecehkan harga diri nenek moyang dari Suku Dhawe yang menyerahkan tanah itu. “Kami meminta DPRD Nagekeo untuk melacak siapa yang membuat untuk aduh domba itu,” tegas Lukas. Sementara Wakil Ketua DPRD Nagekeo Kristianus Du’a Wea mengatakan bahwa Pasar Danga di ubah menjadi Pasar Nagekeo, dan sebalikan Puskesmas Danga di pindahkan ke Lape. Ia mengakui sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat atau informasi dari Pemda Nagekeo yang disampaikan kepada lembaga DPRD. Terkait hal itu dirinya menegaskan bahwa Pasar Danga tetap Pasar Danga dan Puskesmas Danga tetap Puskesmas Danga. ‚ô¶¬†florespedia.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.