PAUD Fondasi Perkembangan Anak di Rote

TP PKK Kabupaten Rote Ndao bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga pengajar Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) se-kabupaten Rote Ndao dengan tujuan meningkatkan wawasan, pengetahuan, referensi agar tenaga pendidik dapat dan mampu membentuk perilaku dan karakter anak yang cerdas dan berakhlak mulia serta mandiri dan bertanggungjawab.
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi dasar bagi perkembangan anak sebab anak yang mendapatkan bimbingan, pembinaan dan rangsangan sejak dini anak meningkatkan perkembangan fisik dan mental yang akan berdampak pada kesiapan belajar anak dan pada akhirnya anak akan lebih mampu mengoptimalkan potensi yang sudah dimilikinya. Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya yang diwakilkan kepada Kepala Dinas PMD Rote Ndao, Jermia A.J. Messakh,SE pada pembukaan pelatihan tenaga pengajar PAUD Holistik Integratif dan pembuatan alat permainan edukatif ( APE ) berbahan lokal di aula rumah jabatan Bupati Rote Ndao jumat ( 25/5/28 ) siang. Dikatakan Bupati, kebijakan pemerintah tentang optimalisasi program PAUD melalui PAUD terpadu (Holistik Integratif) yaitu layanan pendidikan bagi anak usai dini yang menyelenggarakan program lebih dari satu bentuk layanan PAUD (TK, KOBER dan SPS) perlu dikembangkan gunamemperluas akses, peningkatan mutu, terarah serta terpadu dalam melakukan aktivitas pelayanan dalam satu system kelembagaan satu atap menuju terwjudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas ceria dan berakhlak mulia.
Menurutnya, kegiatan utama dalam penyelengaraan PAUD holistic integrative adalah melaksanakan pengembangan bahan ajar dan standard kompetesi sesuai standard dan bahan ajar kurikulum mata pendidikan dasar.”Oleh karena itu para pengajar PAUD harus mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas diri secara professional melalui berbagai kegiatan pelatihan, program beasiswa maupun magang,” ucap Bupati Lens Haning. Disisi lain dirinya menekankan pentingnya ketersediaan alat permainan edukatif sebagi sumber belajar anak. “Alat ini bisa didapatkan dengan cara membeli tapi bisa juga dengan membuatnya sendiri. Para guru bisa berkreasi untuk menciptakan alat permainan edukatif dari barang-barang bekas misalnya. Tentu saja lebih ekonomis jika harus membeli,” jelas Haning.
Dikatakan, APE memegang peranan penting dalam proses pembelajaran anak usia dini sebagai alat bantu dalam memperjelas materi yang disampaikan. ” Jika secara kreatif dibuat bersama guru dan anak didik menggunakan bahan lokal yang ada dilingkungan sekitar tentu merupakan salah satu upaya membentuk karakter anak untuk bisa berinteraksi antar sesama teman dan juga dengan orang yang lebih tua serta membangun komunikasi intensif antara pendidik dan anak didik,” tambah Bupati Haning. Diakhir sambutannya, Bupati mengapresiasi terhadap Ketua TP PKK kabupaten Rote Ndao dan anggota TP PKK Rote Ndao yang sudah memberikan kotribusi terbaik bagi peningkatan pendidikan anak usia dini yang merupakan masa depan bangsa dalam mengisi keberlanjutan pembangunan
Sementara itu, Ketua pelaksa kegiatan, Ny.Agustina Saek-Hilli dalam laporannya yang disampaikan oleh Ny. Sip Messakh-Serah, S.Pd menjelaskan bahwa pelatihan bagi tenaga pengajar PAUD Holistik Intergratif berlangsung sehari saja dan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan alat permainan edukatif selama dua hari.
” Pelatihan pengajar PAUD holistic integrative kita kerjasama dengan Dinas PMD sedangkan pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif itu dengan Dinas PKO Rote Ndao, jadi kegiatannya tiga hari, mulai hari ini sampai dengan tanggal 27 nanti ,” jelas Agustina.
Untuk pemateri terang Agustina, didatangkan dari Dinas PKO Kota Kupang yakni Susana Letik, S.Sos (pengawas TK pada dinas PKO Kota Kupang dan Talenalain Muskananfola. S.Pd.AUD juga pengawas TK pada dinas PKO Kota Kupang. ♦ bagian umum, humas dan protokol setda rote ndao

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.