Pdt. Dr. Mery Kolimon dipercayakan pimpin GMIT lagi

Pdt. Dr. Mery Kolimon dipercayakan pimpin GMIT lagi

SIDANG raya sinode GMIT ke XXXIV di GMIT Paulus Kota Kupang, klasis kota kupang, 15-22 Oktober 2019 telah bergulir selama Tujuh hari. Pendeta Dr. Mery Kolimon melaju mulus Dua periode, pimpin sinode GMIT.
Hasil penjaringan panitia pemilihan majelis (PANMIL) sinode GMIT Tahun 2019, september lalu, menghasilkan Dua orang calon ketua sinode GMIT Pdt. Dr. Mery L.Y Kolimon dan Pdt. Dr. Ebenhaezer Imanuel Nuban Timo.
Berdasarkan hasil penjaringan PANMIL selama Dua kali di 46 Klasis yang tersebar di wilayah Simode GMIT (NTT dan NTB), mendapatkan hasil Pdt. Dr. Eben Nuban Timo memperoleh 12 Klasis pengusung, dan lebihnya ada pada Pdt. Dr. Mery Kolimon dengan jumlah 34 klasis pengusung.
Hasil penjaringan PANMIL itu temuat dalam lampiran surat keputusan nomor: 19/GMIT/PANMIL-MS/September 2019 tentang daftar calon Majelis Sinode GMIT periode 2020-2023, yang di peroleh Zonalinenews.
Hal itu dikuatkan dengan komentar beberapa Pendeta peserta sidang sinode GMIT dari klasis berbeda, yang ditemui awak media di sela-sela persidangan.
Berikut petikan wawancara Zonalinenews 10 menit bersama Pdt. Pangki Pah, S.Th. Asal Klasis Rote Barat Laut. Minggu 20 Oktober 2019, Di alun-alun GMIT Paulus Naikoten. Tentang Dr. Mery Kolimon dan Dr. Eben Nuban Timo.
Pertanyaan wartawan, “Apa pandangan Bapak (Pdt. Pangki Pah) secara visual tentang sosok, calon ketua Sinode GMIT Periode 2020-2023 Dr. Eben Nuban Timo)..?,” tanya Wartawan, serius.
Jawab Pdt. Pangki Pah, S.Th. “Saat masanya Bapak Dr. Eben Nuban Timo memimpin GMIT, saya masih sementara magang, jadi saya tidak begitu kenal kepemimpinan beliau itu seperti apa” Pungkas Pdt. Pangki, menjawab pertanyaan wartawan.
Pertanyaan wartawan, “Apa pandangan Bapak (Pdt. Pangki Pah) secara visual tentang sosok, calon ketua Sinode GMIT Periode 2020-2023 Dr. Mery Kolimon..?” Tanya Wartawan.
Pdt. Pangki Pah menjawab, “Yang saya tahu, Dr. Mery Kolimon itu orang tegas, dan disiplin. Ada beberapa masalah yang tidak diselesaikan di periode lalu, dan semua bisa terselesaikan di masanya Dr. Mery Kolimon. Selain itu, mitranya Mama Mery juga sangat baik. Terbukti di pembukaan sidang kemarin, ada beberapa mitra dari luar Negeri bahkan beberapa gereja Kristen yang hadir,” Ucap Pdt. Pangki Pah, menjawab pertanyaan wartawan.
Lanjut pertanyaan wartawan, “Apa harapan Bapak (Pdt. Pangki) untuk GMIT kedepan.?,” tanya wartawan.
Jawab Pdt. Pangki Pah, “Tentunya kita berharap agar GMIT menjadi semakin lebih baik lagi ke depan. Lebih baik untuk Pendeta, lebih baik untuk Jemaat, lebih baik untuk masyarakat umum dan kita semua,” tutup nya menjawab wartawan.
Selanjutnya Ketua Majelis Klasis (KMK) terpilih Kupang Tengah, yang akan dithabiskan Januari 2020 nanti, Pdt. Samuel Pandi, S.Th. membeberkan prestasi Dua orang calon yang masuk bursa pemilihan Ketua Sinode GMIT 2020-2023.
Pdt. Samuel Pandie, S.Th. Menyampaikan, kedua sosok calon ketua sinode GMIT, adalah sama-sama pernah memimpin GMIT. Ia (Pdt. Samuel Pandie) kemudian menerangkan, sepak terjang kedua calon itu. Dr. Mery Kolimon memiliki visi yang kuat, “Ibu Mery sangat jujur, punya integritas yang kita tidak ragukan,” katanya, di halaman hedung gereja Paulus Naikoten, 20 Oktober 2019.
Beberapa pengembangan yang dilakukan Dr. Mery Kolimon, lanjut Pdt. Samuel Pandie, misalnya yang terakhir, GMIT bisa punya satu pelayanan sosial yang menurutnya hebat terencana dan itu prestasi luar biasa.
“Beberapa prestasi luar biasa Ibu Mery terakhir ini sangat membanggakan. Misalnya rumah perempuan, rumah singgah, rumah harapan. Itu semua adalah tanda-tanda Gereja sedang digiring untuk membuka cakrawala berpikir bagaimana hadir dalam konteks sosial,” bebernya.
Kepemimpinan Dr. Mery Kolimon kali ini, tutur Pdt. Samuel Pandie, Dia (Dr. Mery) mau mengarahkan betul-betul gereja tidak terkurung lagi dalam rumah-rumah ibadah, tapi gereja mulai keluar.
“Kalau menurut saya orang-orang seperti ini (Dr. Mery) harus dikasih kesempatan, dikasih kekuatan, dikasih peran, terus punya tim yang kuat saja. Paling dengan target satu tahun apa yang dilakukan ini sudah dibuktikan Empat tahun ini,” pungkas Pdt. Samuel Pandie.
Dr. Eben Nuban Timo, kata Pdt. Samuel Pandie, pernah memimpin Sinode GMIT “Pak Eben sudah pernah wakil ketua majelis sinode GMIT, dan pernah ketua Sinode GMIT,” katanya.
Prestasi yang pernah dibuat Dr. Eben Nuban Timo, lanjut Pdt. Samuel Pandie, salah satunya adalah sentralisasi, bersama tim mereka mengatasi persoalan gaji-gaji pendeta.
“Pak Eben juga punya kekuatan, integritas, dan punya sesuatu yang unik. Tapi setelah itu tugas berat bagi Pak Eben adalah bagaimana kembali menghadirkan panggilan gereja dalam konteks sosial. Ini yang sama-sama perlu kita menyadari, tapi dari mana kita mesti memulai. Ma Mery sudah satu langkah untuk memulai” Terangnya, “kepada Wartawan.
Lanjut Pdt. Samuel Pandie menyampaikan, bahwa persoalan di GMIT itu pergumulan yang unik, bicara GMIT itu bicara keunikan. Potensi baik kekuatan di Desa maupun di Kota, dimana Desa juga bergumul dengan soal bagaimana pengembangan, dan soal finansial. Di Kota bergumul dengan tantangan organisasi baru.
“Para pemimpin-pemimpin GMIT itu harusnya mengelola kekuatan-kekuatan, potensi, mereka harus mampu membuat kemitraan yang kuat antara jemaat-jemaat yang satu dengan yang lainnya sehingga semuanya bisa dikembangkan,” tuturnya.
Bukan soal siapa yang naik, tapi Lanjut Pdt. Samuel Pandie, bagaimana komunikasi dibangun diantara para pengambil kebijakan dengan klasis-klasis bekerja sampai ke tingkat yang bawah. “Jadi seorang pemimpin (leader) di GMIT ini, yang dibutuhkan itu adalah kemampuan mengkomunikasikan visi misi GMIT, dan apa yang harus dilakukan bersama,” utup Samuel Pandie.
Pantauan Zonalinenews Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat, dalam sambutannya saat pembukaan sidang sinode GMIT XXXIV 15 Oktober 2019, menyampaikan, harapannya agar peserta sidang sinode GMIT terus mendorong Pdt. Dr. Mery Kolimon untuk memimpin sinode GMIT lagi. “Memang kita sebagai manusia tidak ada yang sempurna, tapi dengan melihat masa kepemimpinan Pdt. Dr. Mery Kolimon, saya secara pribadi mau Mama Mery memimpin GMIT lagi, saya dukung. Sebab, ini perempuan hebat,” kata Gubernur NTT. Victor Laiskodat, 15 Oktober 2019.
Hari ini, tambah Victor Laiskodat menerangkan, NTT menghadapi masalah yang besar. Oleh karena itu tidak bisa berpikir biasa dan menyelesaikan dengan cara biasa. Harus berpikir besar, karena masalah-masalah yang dihadapi hari ini bukan masalah kecil.
Selanjutnya, Gubernur NTT, VBL mengatakan, perlu bersama mendesain pola pendidikan yang baik, sehingga tidak saja menghasilkan manusia yang berpengtahuan tetapi juga bisa menghasilkan manusia yang berkarakter.
“Mustahil kita menghasilkan manusia berkarakter, kalo kita tidak mendesain secara baik pola pendidikan kita,” Tutur VBL.
Lanjut Gubernur NTT, VBL mengatakan, Tuhan sudah memberikan kita kekayaan di NTT yang sangat luar biasa, akan tetapi kita kehilangan percaya diri, kita pesimis, kita merasa kita orang-orang yang terpinggirkan, kita orang yang terbuang padahal, kita punya nenek moyang dulu orang hebat semua.
“Anugerah paling indah yang Tuhan kasih buat kita di NTT. Oleh karena itu saya ingin kita membangun kerja sama, kita membangun potensi, tidak bisa kita membangun fisik saja,” katanya, tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT juga menyampaikan komitmennya, bahwa akan menyelesaikan semua jalan Provinsi dan mendesain pariwisata NTT sebelum Tahun 2023.
“Saya juga melihat infrastuktur, karena biasa Bapak pendeta setengah mati di jalan batu balobang (rusak), setengah mati. Seperti di Kabupaten Kupang, TTS, Alor, Rote, Sabu, Flores. Di bawah pemerintahan saya sampai 2023 seluruh jalan Provinsi selesai, dan Mendesain pariwisata NTT,” tegas Victor Laiskodat.
Lanjut Victor Laiskodat bersyukur dengan kehadirannya, dalam pembukaan Sidang sinode kali ini. Karena dengan begitu dirinya bisa beriteraksi langsung bersama para pimpinan jemaat dari masing-masing daerah, dan dapat menyampaikan beberapa hal penting untuk kebaikan Provinsi NTT.
“Saya bersyukur kita hadir sama-sama disini, kita saling belajar, Bapak Mama belajar dari Saya, dan Saya juga belajar dari Bapak Mama. Semua untuk membangun NTT agar tidak lagi menjadi Provinsi miskin, Provinsi bodoh, Provinsi yang dianggap rendah. Karena Tuhan kita sebagai penjaga,” pinta Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat.
Diakhir sambutannya, Victor Bungtilu Laiskodat mengucapkan, selamat bersidang buat peserta sidang sinode GMIT ke XXXIV, “Selamat bersidang GMIT. Kedepan pilih yang muda aer-aer, jangan yang jalan lutut sudah bengkok, kerja dalam Tuhan jangan noe noe (Lemah-lemah). Jadi harus yang muda aer aer. Terima kasih. Syalom,” tutup Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat.
Informasi berhasil yang diperoleh Zonalinenews, pemilihan ketua sinode GMIT periode 2020-2023 akan berlangsung pada 22 Oktober 2019 di Aula serba guna GMIT Paulus Naikoten. ♦ zonalinenews.com

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.