Pdt Jhon Famaney : Semua orang Kristen adalah pendatang

Pdt Jhon Famaney : Semua orang Kristen adalah pendatang

SENIN, 28 Januari 2019, Etnis Timor (atoin Meto) dengan menyebutnama Peguyuban Atoin Meto mengelar natal bersama yang dihadiri ribuan Atoin Meto di 10 Kecamatan Di Kabupaten Rote Ndao bertempat di aula Videsy, 28 Januari 2018 malam. Menurut Ketua Panitia Natal Atoin Meto, Dikson Neolaka mengatakan kegiatan syukuran natal Tahun 2018 dan tahun Baru 2019 juga digelar hari ulang tahun ke-1 terbentuknya Paguyuban Atoin Meto yang terbentuk tahun 2018.
“ini adalah ajang silahturahmi dengan sesama Atoin meto sehingga kami mengenakan pakian adat, untuk mensyukuri Natal dan Tahun baru 2019, serta peringati HUT-1 Paguyuban Atoin Meto di Pulau Rote, jadi dengan ajang ini seakan kami di tanah kelahiran kami, dan kegiatan ini pula kami mengudang komponen terkait di Pulau Rote,”
Terpantau Nampak para Atoin meto mengenakan pakian adat khas Timor, serta liturgi ibadah secara kristiani menggunakan bahasa dawan (Bahasa Timor) yang menjadi pemandu Pdt. Yefta Bani, S.Th. Sementara yang memimpin Khotba Ketua Majelis Syalom Mokdale, Pdt. Jhon Famaney,S.Th. dalam khotbanya mengutip firman Tuhan Petrus I : 2 dengan Prikop khotba Pendatang dan Perantau. Dalam pernyataannya Pdt.Jhon Famaney mengajak para Atoin Meto untuk tidak merasa diri sebagai perantau, tetapi sebagai orang Kristen kita semua adalah perantau semua suku adalah perantau dan datang mencari kedunia dan akan kembali.
Seperti dikutip dalam injil Pertama Petrus ayat 1 rasul Petrus mengatakan kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, awalnya mereka dianggap sebagai Pendatang dan perantau warga asli sering menjadi perbincangan, selalu dalam kanca politik dan ekonomi diberbagai tempat pendatang diperlakukan tidak adil dan menjadi persoalan, mesti ada perbedaan tapi di Rote tidak ada, tapi bukan kita tidak harus berbicara, kadang opini media social digoreng menjadi masalah sosial, oleh karena itu hendaklah berlaku baik dengan semua orang Kristen dimana saja berada karena petrus telah menhapus stikma itu dari Kaiser Romawi kata Famaney mengajak.
Sekertaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Jonas M.Selly,MM mewakili Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,mengajak etnis Timor yang menamakan diri Atoin meto untuk terus memberikan kontribusi posetif bagi pembangunan Kabupaten Rote Ndao, karena kehadirian Atoin meto sudah menyatu dengan orang Rote Ndao, sehingga tidak ada sekat. Ia juga memberikan apresiasi atas dukungan Atoin Meto karena bekerja disemua sector dan berada disejumlah Desa diwilayah Kabupaten Rote Ndao, dirinya berharap agar etnis ini terus sukses dalam melaksanakan persatuan
Daniel Babu Ketua Paguyuban Atoin Meto periode 2018-2019 dalam sambutanya mengajak semua Atoin meto untuk berlaku sopan dan berbaur dengan semua lapisan masyarakat dari suku apapun. “saya ajak kita semua terus tingkatkan saling menghormati dengan siapapu diwilayah ini dan terus mendukung semua proses pembangunan wilayah Rote Ndao, karena semua karya dan pengabdian kita dalam semua bidang ilmu untuk bumi yang kita Pijat, ia juga mengatakan perkumpulan ini adalah lembaga social masyarakat tidak ada kaitan dengan politik praktis,” kata Daniel. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.