Pemkab Rote Ndao Gelar Nikah Massal

Pemkab Rote Ndao Gelar Nikah Massal

PEMERINTAH Kabupaten Rote Ndao sangat memberi perhatian terhadap peningkatan tertib administrasi kependudukan melalui pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil guna memberikan jaminan kepastian hukum dan status keperdataan bagi setiap warga negara yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Sebab dengan kepemilikan dokumen pencatatan sipil berupa akta kelahiran,akta kematian, akta perkawinan dan akta perceraian maka secara hukum negara telah mengakui peristiwa penting yang dialami setiap penduduk. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C Lun dalam sambutannya pada acara Nikah Massal yang digelar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Rote Ndao di Gereja Ebenheser Oeteas, kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Kamis 22 November 2018.
Menurut Wabup pasangan suami isteri yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah akan membawa dampak terhadap anak-anak yang dilahirkan. ” Kita ketahui bahwa anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan yang tidak sah akan mengikuti garis keturunan ibu sementara disisi lain berbagai kewajiban adat telah diselesaikan oleh suami/ayah. Hal ini pula menjadi hambatan dalam pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran anak untuk mendapatkan akta kelahiran,” kata Wabup Lun. Lebih lanjut dikatakan, perkawinan harus dicatat dalam register pencatatan sipil karena dengan dicatatnya sebuah perkawinan maka negara telah mengakui peristiwa perkawinan serta negara menjamin hak dan kewajiban dari suami, isteri dan anak-anak. “Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melangsungkan perkawinan agar melaporkannya kepada pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau melalui petugas pencatatan perkawinan yang ada di kecamatan untuk dicatat dalam register pencatatan sipil dan mendapatkan kutipan akta perkawinan guna melegalisasi perkawinan tersebut, disamping itu orang tua akan lebih mudah mengurus akta kelahiran anak sebagai salah satu hak anak yang harus dipenuhi segera setelah anak dilahirkan”sambung Wabup Lun.
Nikah massal ini tambah Wabup merupakan wujud kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat. ” Tahun anggaran 2018 ini pemerintah daerah telah mengalokasikan dana untuk nikah massal bagi 126 pasangan nikah, kita berharap secara bertahap tidak ada lagi masyarakat yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan yang sah,” harapnya.
Wakil Bupatipun berharap dukungan semua maneleo, kepala desa, tokoh agama, BPD untuk mendukung program revitalisasi budaya salah satunya menyederhanakan adat perkawinan yang masih terasa memberatkan tanpa menghilangkan nilai adat dan budaya yang telah tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat.
Diakhir sambutannya Wabup menghimbau kepada pasangan nikah agar menjaga kerukunan hidup sebagai suami isteri maupun dengan anak-anak, karena keluarga yang rukun, damai dan sejahtera merupakan modal untuk pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Turut hadir, Sekda Rote Ndao, Jonas M. Selly, Kasat Pol PP, Johny Saudale, Camat Lobalain, Yames M.K. Therik, Camat Rote Selatan, Joni Manafe, beberapa Ketua Majelis Jemaat diantaranya, Pdt. Inggrit Sole-Foeh, Pdt. Yefta Bani, Pdt. Yuaniken L. Nifu- Siokain, Pdt. Yuliana Langga- Famany, Pdt. Jeni Pelokila-Josep serta undangan lainnya. Nikah massal kali ini diikuti 51 pasangan yang berasal dari dua kecamatan yakni kecamatan Lobalain dan kecamatan Rote Selatan. Ibadah pemberkatan nikah dipimpin Pendeta Golda Soaai.
Terpisah Kasubag Rumah Tangga, Humas dan Protokol Setda Rote Ndao, Arison Tomasui menjelaskan pelaksanaan Nikah Massal menyisahkan tiga tempat yakni di Rote Timur, Pantai Baru dan Rote Barat Daya. “Berdasarkan jadwal yang saya terima pelaksanaan nikah akan dilanjutkan sabtu (24/11 ) gabungan dua kecamatan yakni Rote Timur dan Landu Leko di gereja GMIT Imanuel Ehaun Kecamatan Rote Timur. Berikutnya selasa ( 27/11 ) gabungan dua kecamatan Rote Tengah dan Pantai Baru di GMIT Imanuel Pua Sonimanu, Kecamatan Pantai Baru. ♦ ido

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.